SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Kurikulum Khusus Penyandang Autis
June 23rd, 2010 by al-ihsan

PENDIDIKAN bagi anak penyandang autis tidak sama dengan anak biasa. Kurikulum pendidikan yang disiapkan umumnya sangat individual.

Data yang dimiliki Departemen Pendidikan Nasional menyebutkan, penyandang autis yang mengikuti pendidikan layanan khusus ternyata masuk lima besar dari seluruh peserta sekolah khusus.

Jumlah terbesar adalah penyandang tuna grahita (keterbatasan intelektual) berat dan ringan sebanyak 38.545 peserta, tuna rungu 19.199 peserta. Diikuti kemudian penyandang tuna netra 3.218 peserta, tuna daksa 1.920 peserta dan autis sebanyak 1.752 peserta.

Di Indonesia, sekolah yang khusus menangani autis berjumlah 1.752 sekolah. Lima besar provinsi yang paling banyak mendirikan sekolah autis adalah Jawa Barat sebanyak 402 sekolah, Jawa Timur 263 sekolah, Daerah Istimewa Yogyakarta 131 sekolah. Kemudian diikuti Sumatera Barat dan DKI Jakarta yang masing-masing memiliki 111 sekolah untuk penyandang autis.

Direktur Pembinaan Sekolah Luar Biasa Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Departemen Pendidikan Nasional Eko Djatmiko Sukarso menyatakan, UU Sisdiknas No20 Tahun 2003 mengamanatkan kepada pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan bagi semua masyarakat. “Pemerintah mengakui dan melaksanakan pendidikan khusus (PK) dan pendidikan layanan khusus (PLK) bagipenyandangautis,” sebutnya.

Semua hal yang terkait dengan pembelajaran untuk anak-anak autis berpedoman pada Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Namun begitu, Eko mengatakan, Diknas memberikan kebebasan kepada masing-masing sekolah untuk menentukan kurikulum bagi penyandang autis. Ini disebabkan setiap sekolah memiliki kebutuhan yang berbeda dalam mendidik penyandang autis.

Awal Psikolog dari sekolah khusus autis “Mandiga” di Jakarta, Dyah Puspita menyatakan, kurikulum autis harus dibuat berbeda-beda untuk setiap individu. Mengingat setiap anak autis memiliki kebutuhan berbeda. Ini sesuai dengan sifat autis yang berspektrum. Misalnya ada anak yang butuh belajar komunikasi dengan intensif, ada yang perlu belajar bagaimana mengurus dirinya sendiri dan ada juga yang hanya perlu fokus pada masalah akademis.

Penentuan kurikulum yang tepat bagi tiap-tiap anak, Dini Yusuf, pendiri homeschooluntuk anak autis “Kubis” di Jakarta mengatakan, bergantung dari assessment(penilaian) awal yang dilakukan tiap sekolah. Penilaian ini perlu dilakukan sebelum sekolah menerima anak autis baru. Biasanya, penilaian melalui wawancara terhadap kedua orangtuanya. Wawancara ini untuk mengetahui latar belakang, hambatan, dan kondisi lingkungan sosial anak.

Selain itu, penilain awal ini juga melalui observasi langsung terhadap anak. Lamanya penilaian awal ini, menurut Dini,berbeda-beda.”Tetapi, dari sana, kami lalu menentukan jenis terapi dan juga kurikulum yang tepat buat sang anak,” ujarnya. Biasanya, terapi ini akan digabungkan dengan bermain agar lebih menyenangkan bagi anak autis.

Kepala Sekolah khusus autis, AGCA Centre Bekasi Ira Christiana, mengatakan, sekolahnya memiliki berbagai macam bentuk terapi bagi penyandang autis. Di antaranya, terapi terpadu, wicara, integritas, dan fisioterapi. “Terapi apa yang diberikan tergantung dari kondisi anaknya,” sebutnya.

Perlakuan terhadap penyandang autis di atas umur lima tahun berbeda dengan penyandang autis di bawah umur lima tahun. Terapi penyandang autis di atas umur lima tahun lebih kepada pengembangan bina diri agar bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. “Ini wajib hukumnya karena mereka sudah waktunya untuk sekolah,” ujar Ira.

Jika penyandang autis yang berumur di atas lima tahun belum bisa bersosialisasi sama sekali, maka akan diberikan pelatihan tambahan yang mengarah kepada peningkatan syaraf motorik kasar dan halus. Bagi penyandang yang sudah bisa bersosialisasi, maka akan langsung ditempatkan di sekolah reguler, dengan catatan mereka harus tetap mengikuti pelajaran tambahan di sekolah khusus penyandang autis.

Penyandang autis di bawah lima tahun diberikan terapi terpadu seperti terapi perilaku dan wicara. Terapi perilaku bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan, meniru, dan okupasi. Terapi wicara dimulai dengan melakukan hal-hal yang sederhana, seperti meniup lilin, tisu, melafalkan huruf A,dan melafalkan konsonan.

Hal lain yang patut dicermati, menurut Ira, adalah konsistensi antara apa yang dilakukan di sekolah dengan di rumah. Jika terdapat perbedaan yang mencolok,kemajuan anak autis akan sulit dicapai. Anak mengalami kebingungan atas apa yang ada pada lingkungannya. Untuk itu, diperlukan komunikasi intensif antara sekolah dan orangtua.

Sumber: http://www.autis.info/index.php/artikel-makalah/artikel/163-kurikulum-khusus-penyandang-autis

Incoming search terms:

Baca Juga ...!


6 Responses  
  • Bermain Rubik writes:
    July 6th, 20102:50 AMat

    sekolah memang bukan segalanya, rumah dan lingkungan harus juga mendukung

  • Bikinprofil Dot Com writes:
    August 3rd, 201011:49 AMat

    ea emang skolah bukan sgalanya

  • Zackhy writes:
    August 3rd, 201011:50 AMat

    percuma juga kl lingkunganya g mendukung

  • TYLERHESTER18 writes:
    September 22nd, 20106:55 AMat

    Students have got at present time good Internet resources to order the thesis examples or interesting knowledge close to this good topic in the experienced dissertation writing service.

  • loan writes:
    October 4th, 20105:18 PMat

    Some time before, I really needed to buy a good car for my corporation but I didn’t earn enough money and couldn’t purchase anything. Thank God my brother proposed to get the loan from reliable bank. So, I acted so and was happy with my car loan.

  • patricia writes:
    February 13th, 201112:30 AMat

    Dear Bpk / Ibu / Sdra / Sdri semoga informasi ini bisa menjadi alternative pilihan solusi yang bermanfaat. terima kasih. Salam, Patricia, Gbu.

    AUTOADAPT and HOMEADAPT for your INDEPENDENCE and QUALITY of LIFE.

    A TRULY BREAKTHROUGH INNOVATIVE MOBILITY SOLUTION for benefit of both DISABLED ,HANDICAPPED, CHALLENGED and or ELDERLY as well as CAREGIVER.

    Increase your independence and regain your freedom anywhere where you need.
    NOW AVAILABLE in Indonesia various alternative of reliable compact design and user friendly mobility product from AUTOADAPT AB, a leading global provider of VEHICLE ADAPTATION and INDEPENDENT LIVING AID to meet DISABLED,HANDICAPPED,CHALLENGED ( persons with reduced or limited mobility ) and ELDERLY specific requirement, almost ANYWHERE WHERE YOU NEED, such as : to and from a bed, a wheelchair, a stairlift, a mobile base, a vehicle, a chair, a toilet, a bathtub, a floor, etc at home, at friend’s house, elsewhere.

    Autoadapt AB premium products Turny, Carony and Turnout are innovative solutions for getting in and out of your vehicle, and the Carolift family of wheelchair lifts allow you to easily bring your wheelchair along.

    Autoadapt AB offer a full range of high SAFETYand QUALITY as well as FUNCTIONALITY products for car adaptation, including hand controls, seating comfort and much more.

    Autoadapt AB pride ourselves on providing reliable solutions that you can depend on every day for your independence and freedom

    Authorized Dealer Autoadapt AB ( http://www.autoadapt.com/ ):
    PT. HIDUP BERKAT RAHMAT ANUGERAH.
    a HEAVENLY BLESS company.
    For more detail information please contact ms.Patricia at 087882192701 or patricia@hbra.co.id


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
*
SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«


»  Substance:WordPress   »  Style: Ahren Ahimsa
© Sekolah Khusus Autisme Al-Ihsan, mendidik dengan hati dan kasih sayang.

Sekolah Autisme Al-Ihsan is Digg proof thanks to caching by WP Super Cache