SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Mengatasi Head Banging Pada Anak
May 11th, 2010 by al-ihsan

head banging pada anak autis

(sumber: Stategies for Handling a Child Who is Head Banging Oleh Linda Cammeroto, OTR/L)

Head Banging adalah kegiatan membenturkan kepala, memukul kepala, atau menjatuhkan kepala ke belakang, dimana umum ditemukan pada anak berkebutuhan khusus. Head Banging menjadi sesuatu yang menakutkan bagi banyak orang tua karena khawatir anak mereka dapat menyakiti dirinya sendiri.

Perlu diketahui bahwa head banging terjadi pada sekitar 20 persen anak-anak normal dibawah usia 4 tahun hingga periode waktu tertentu dan kemudian menghilang dengan sendirinya saat berusia empat tahun. Sementara itu, pada anak berkebutuhan khusus, head banging merupakan salah satu gejala yang cukup signifikan, karena akan terus terjadi bila tidak diberi penanganan secepatnya.

Head banging merupakan alat pencari perhatian yang efektif bagi anak-anak. Semakin banyak reaksi yang diberikan orangtua karena kegiatannya itu, maka mereka akan semakin meneruskan kebiasaannya itu. Karena itu orangtua bisa membantu mengurangi kebiasaan anak dengan berpura-pura tidak melihatnya. Jika si anak mengalami tantrum, jangan mengalah atau memberi reaksi berlebihan karena hal itu hanya akan membuat si anak berpikir bahwa head banging dibolehkan.

Berikut beberapa alasan anak melakukan head banging dan saran untuk mengatasinya.

  • Buat catatan untuk mencari tahu apa yang menyulut terjadinya head banging dan apa yang terjadi setelahnya. Apakah disulut oleh rasa frustasi, perpindahan ke aktifitas baru, atau kelelahan? ( Metode ini disebut analisis fungsional, dimana kita menganalisa apa yang mengawali terjadinya perilaku dan juga apa yang terjadi beberapa saat setelah perilaku tersebut).
  • Jika pola sudah terlihat, kita bisa mulai membuat strategi. Contoh:
  1. Kelelahan. Jika anak anda kelelahan dan ia melakukan head banging sebelum tertidur, maka Anda bisa mencoba mengayun anak Anda di kursi goyang, menyalakan musik yang tenang, atau menyediakan aroma menenangkan seperti vanilla atau lavender. Kemudian coba pijat lengan dan kaki anak Anda secara perlahan dengan menggunakan lotion atau minyak. Jika Anak anda tidak sensitif terhadap bau-bauan, Anda bisa menggunakan lotion dengan aroma menenangkan seperti lavender. Tetapi bila ia sensitif pada bau tapi tidak menolak diberi lotion, gunakan lotion yang tidak beraroma.
  2. Perubahan rutinitas. Jika anak Anda melakukan head banging karena adanya perubahan aktifitas, persiapkan anak Anda jauh sebelum perubahan itu terjadi (contoh: “Bu guru akan datang hari ini setelah sarapan”). Jika anak Anda sudah cukup besar, buatkan visualisasi jadwal dengan menggunakan gambar untuk membantunya mengerti. Terapis Anda juga bisa membuatnya sendiri (contoh: gunakan gambar nenek, terapis, dan si anak yang sedang sarapan, dan seterusnya).
  3. Kegelisahan berlebih (seperti frustasi atau marah). Strategi seperti jadwal bergambar dan strategi transisi, serta bantuan untuk berkomunikasi dapat mengurangi rasa frustasi dan kebutuhan si anak untuk  melakukan head banging. Diet sensori juga dapat membantu menyediakan kebutuhan sensori si anak dalam kegiatan seharian untuk mengurangi kegelisahan. Misalnya, memberi tekanan pada anak Anda, seperti pelukan pada tubuh si anak, terkadang dapat sangat membantu mengatur pengalaman anak Anda.
  4. Sakit. Terkadang infeksi telinga dapat menyebabkan anak melakukan head banging. Bawalah anak Anda ke dokter untuk pemeriksaan telinga.
  5. Stimulasi diri atau perilaku stereotip. Perilaku ini mencakup pengulangan, ritual, dan hal-hal yang mengarahkan anak pada bentuk stimulasi sensori atau kegelisahan. Terapis Anda bisa merancang diet sensori untuk memberikan masukan yang layak selama sehari penuh untuk mengontrol pikiran anak Anda.
  6. Lambat bicara. Anak dengan perkembangan bahasa yang lambat memang dapat sangat membuat stres, karena mereka tidak dapat mengatakan apa yang mereka inginkan atau rasakan pada orangtua atau pengasuh mereka. Cobalah mencari cara agar anak Anda bisa berkomuniksi. Bahasa isyarat atau papan gambar dapat membantu anak mengekspresikan kebutuhan dan keinginannya dengan cara yang lebih sesuai.
  • Sediakan “tempat aman” (sebuah tempat di mana anak Anda bisa melarikan diri sejenak jika perubahan sangat membuat tertekan). Tempat ini bisa berupa kamar bermain, atau meja yang ditutupi kain, bantal, atau kursi dibawahnya. Masukkan juga mainan yang menenangkan didalamnya.
  • Pengalih perhatian. Saat anak Anda mulai melakukan head banging, cobalah alihkan perhatiannya dengan mengajaknya melakukan aktifitas berbeda.

Semakin sedikit waktu head banging dilakukan akan mencegahnya menjadi sebuah “kebiasaan” dan akan menghilang seiring pertumbuhan. Jika Anda khawatir akan keselamatan anak Anda, pindahkan anak dengan lembut ke tempat yang aman, atau berikan ia pelukan. Jika anda sudah melihat pola dalam catatan yang Anda buat, maka Anda dapat memberikan antisipasi dan penanganan awal sehingga anak Anda tidak lagi melakukan head banging, setidaknya tidak setiap waktu.

Incoming search terms:

Baca Juga ...!


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
*
SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«


»  Substance:WordPress   »  Style: Ahren Ahimsa
© Sekolah Khusus Autisme Al-Ihsan, mendidik dengan hati dan kasih sayang.

Sekolah Autisme Al-Ihsan is Digg proof thanks to caching by WP Super Cache