ABB
Anak Berkesulitan Belajar. Mencakup anak-anak yang mengalami masalah belajar di dalam kelas atau sekolah sehingga memerlukan penanganan khusus. Anak-anak ini bukan berarti bodoh atau nakal, tapi memang ada hal-hal yang menyebabkan si anak mengalami kesulitan belajar, seperti karena ia menyandang disleksia, add, adhd, dan sebagainya.
ABK
Anak Berkebutuhan Khusus. Mencakup anak-anak dengan gangguan mental atau gangguan kecerdasan, seperti autis, add, adhd, down syndrome, cerebral palsy, dan sebagainya. Disebut berkebutuhan khusus, karena anak-anak tersebut tidak seperti anak-anak “normal” lainnya, memang harus ditangani secara khusus kebutuhannya, mulai dari kebutuhan gizi, hingga kebutuhan akan pendidikan.
ADD
Attention Deficit Disorder. Merupakan gangguan pemusatan perhatian pada anak. Anak dengan ADD akan mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi dalam melakukan satu kegiatan. Ia akan mudah merasa bosan dan cepat beralih perhatiannya kepada sesuatu yang menurutnya lebih menarik.
ADHD
Attention Deficit with Hyper activity Disorder. Merupakan gangguan pemusatan perhatian yang disertai dengan perilaku hiperaktif. Sama seperti anak add, anak adhd juga sulit untuk berkonsentrasi, hanya saja keadaan semakin dipersulit dengan perilakunya yang hiperaktif atau tidak bisa duduk dengan tenang. Pada usia sekolah, anak adhd akan kesulitan untuk duduk tenang di dalam kelas dan biasanya mengganggu anak-anak lainnya. Pada usia balita, anak adhd mudah dikenali dengan ciri tidak bisa diam, senang berlari-larian, melompat-lompat, atau kegiatan motorik kasar lainnya, dan cenderung melakukan aktifitas yang membahayakan diri tanpa memahami akibat tindakannya tersebut. Bila tidak segera ditangani, perilaku hiperaktifnya bisa membawa dampak negatif baginya saat dewasa.
ASD
Autism Spectrum Disorder. Merupakan sebutan lain untuk anak penyandang autis, di mana si anak di gambarkan sebagai anak yang hidup dalam dunianya sendiri. Anak-anak ini biasanya memiliki gejala tertentu, seperti tidak menoleh jika dipanggil, handflapping, dan sebagainya
Asperger Syndrome
Sindrom Asperger adalah salah satu gejala autisme di mana para penderitanya memiliki kesulitan dalam berkomunikasi dengan lingkungannya, sehingga kurang begitu diterima. Sindrom ini ditemukan oleh Hans Asperger pada tahun 1944. Sindrom Asperger dibedakan dengan gejala autisme lainnya dilihat dari kemampuan linguistik dan kognitif para penderitanya yang relatif tidak mengalami penurunan, bahkan dengan IQ yang relatif tinggi atau rata-rata ( ini berarti sebagian besar penderita sindrom Asperger bisa hidup secara mandiri, tidak seperti autisme lainnya). Sindrom Asperger juga bukanlah sebuah penyakit mental.
CP
Cerebral Palsy
Cerebral Palsy adalah kelumpuhan pada otak besar yang menyebabkan buruknya pengendalian otot , kekakuan, kelumpuhan dan gangguan fungsi syaraf lainnya. Umumnya terjadi pada bayi prematur atau bayi yang berukuran sangat kecil.
DS
Down Syndrome. Adalah suatu kondisi keterbelakangan perkembanan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom (da chunca, 1992). Keadaan yang paling sering terjadi pada down syndrome adalah terbentuknya kromosom 21 (trisomy 21). Kromosom ini terbentuk akibat kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan. Kelainan yang berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental anak ini pertama kali dikenal pada tahun 1866 oleh Dr, John Longdon Down. Karena ciri-ciri yang tampak aneh seperti tinggi badan yang relatif pendek, kepala mengecil, hidung yang datar menyerupai orang Mongolia maka sering juga dikenal dengan Mongoloid.
Gifted Children
Anak gifted biasanya mengalami keterlambatan bicara, tetapi mempunyai kemampuan emosi sosial yang baik dan bahasa simbolik yang baik. Karena IQ-nya yang tinggi, anak gifted biasanya mengalami salah diagnosa dan sering dimasukkan ke dalam sindrom asperger. Namun, berbeda dengan sindrom asperger, seorang anak gifted adalah anak yang mempunyai kreativitas tinggi, kemampuan logika analisa tinggi, kemampuan pandang ruang, serta kaya akan fantasi dan imajinasi.
LD
Learning Disabilities. Berkesulitan belajar-lihat penjelasan di atas.
MR
Mental Retardation. Retardasi Mental atau keterbelakangan mental adalah keadaan dimana fungsi intelektual umum berada di bawah normal dan dimulainya selama masa perkembangan individu yang berhubungan dengan terbatasnya kemampuan belajar dan daya penyesuaian diri di dalam proses pendewasaan individu tersebut (Dr. Endang Warsiki Ghosali). Keterbatasan yang dimiliki seseorang dengan MR mencakup aspek medik (gangguan perkembangan otak), psikologi (gangguan fisik, intelektual, dan emosional), pendidikan (berkesulitan belajar), perawatan (tidak mampu mengurus diri sendiri), dan sosial (kurang daya penyesuaian diri sosial sesuai dengan permintaan masyarakat).
PDD
Pervasive Developmental Disorders. Gangguan Perkembangan Pervasif merupakan akar dari lima gangguan perkembangan, di antaranya autisme, PDD-NOS, dan Syndroma Asperger. Gangguan perkembangan pervasif berarti gangguan perkembangan yang menyerap atau melekat pada diri si anak hingga ia dewasa, karena kebanyakan dari gangguan tersebut memang tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat diminimalisasi dengan berbagai penanganan, seperti terapi.
PDD-NOS
Pervasive Developmental Disorder – Not Otherwise Specified. Gangguan Perkembangan Pervasif YTT (Yang Tidak Terspesifikasi) merupakan salah satu gangguan yang termasuk dalam kelompok PDD (selain ASD). PDD-NOS juga mempunyai gejala gangguan perkembangan dalam bidang komunikasi, interaksi maupun perilaku, namun gejalanya tidak sebanyak seperti pada autisme masa kanak-kanak. Kualitas dari gangguan tersebut lebih ringan, sehingga kadang –kadang anak-anak ini masih bisa bertatap mata, ekspresi fasial tidak terlalu datar, dan masih bisa diajak bergurau.
SDD
Spesific Developmental Disorders. Gangguan perkembangan spesifik merupakan kebalikan dari PDD dimana gangguan perkembangan yang terjadi pada anak sudah terspesifikasi, seperti gangguan pada bahasa, gangguan membaca, gangguan fungsi motorik, dan sebagainya.
Share on Facebook
Incoming search terms:
Baca Juga ...!