Nabi Adam dan Hawa sudah diperingatkan bahwa mereka dapat memakan buah apa saja kecuali satu buah terlarang. Apa yang mereka lakukan? Tentu saja, mereka tidak dapat menahan diri untuk mencoba satu hal yang sudah dilarang.
Hal ini mungkin menunjukkan satu pelajaran penting tentang kebutuhan manusia untuk memaksakan keinginannya sendiri dan menantang otoritas. Keinginan ini mencapai puncaknya di masa kanak-kanak. Manusia memiliki pemikiran, ide, dan kebutuhannya sendiri yang ingin diungkapkan dan ditegaskan.
Namun, keidupan bagi seorang anak dapat menyerupai suatu zona perang dan pertentangan ini membuat orang dewasa yang biasanya tenang dan waras pun rasanya ingin menjadi bayi saja. Suatu keadaan yang tidak nyaman bagi orang tua ketika anak mereka hanya berusaha menciptakan pertentangan keinginan. Orang tua manapun yang menghadapi bayi yang ber tekad memenangkan sebuah pertengkaran tahu betapa sulitnya itu.
Daftar perkembangan yang normal 1 sampai 3 tahun
Seorang anak pada usia ini bersikap
- Marah terhadap segala bentuk pengendalian.
- Menuntut kemandirian, membuat lebih banyak tuntutan, dan lebih bersifat menentang.
- Bolak balik antara kemandirian dan ketergantungan.
- Menginginkan kendali dan mungkin berusaha mengendalikan orang tuanya, mengatakan pada Anda “duduk disini” atau “jangan disentuh”, biasanya memiliki tantrum.
Tak dapat dielakkan, setiap anak batita dari sekurangnya 18 bulan hingga 3 tahun plus, akan melawan otoritas Anda dan sewaktu-waktu menegaskan individualitasnya (hal ini merupakan bagian normal bagi seorang anak karena ia terus menerus berusaha untuk menggali dan mempelajari batasan yang ada.
Anak Anda hampir pasti menunjukkan sebagian dari kisaran perilaku yang sulit, seperti keras kepala dan menentang (atau yang disebut psikolog “melawan”) karena ia sedang mengembangkan kemandirian dan otonomi. Tantrum juga merupakan cara yang normal untuk menyalurkan perasaan yang berlebih.
Share on Facebook
Baca Juga ...!