Autisme Bisa Dideteksi di Usia Setahun
Jun 26th, 2011 by al-ihsan
Kompas.com – Para ilmuwan di bidang autisme menemukan adanya perbedaan pada akivitas belahan otak anak autis dengan anak normal di usia dini. Perbedaan itu terutama di bagian otak yang mengatur bahasa.
Pada anak autis, bagian otak yang mengatur bahasa, terutama di area kiri dan kanan tampak tidak selaras. Makin lemah sinkronisasi antara bagian otak itu, makin buruk kemampuan komunikasi anak.
“Setiap area otak memiliki fungsi tertentu, misalnya untuk penglihatan atau bahasa. Pada otak yang normal, meskipun fungsi itu ada di bagian kanan dan kiri mereka selalu selaras, bahkan saat kita tidur,” kata Dr.Ilan Dinstein, ketua peneliti dari Weizmann Institute of Science di Israel.
Penelitian menunjukkan, pada otak anak autis keselarasan itu terlihat lemah, terutama di bagian otak yang bertanggung jawab pada kemampuan berbahasa dan berkomunikasi. Read the rest of this entry »
Share on Facebook
Incoming search terms:
Anak Autisme Gunakan Otak dengan Cara Berbeda
Apr 11th, 2011 by al-ihsan
Anak-anak penyandang autisme ternyata menggunakan otaknya dengan cara yang berbeda dengan orang biasa. Hal ini mungkin menjelaskan kemampuan menghapal dan menggambar objek dengan sangat detail.
Menurut para peneliti dari University of Montreal, Kanada, pada penyandang autisme, area otak yang berkaitan dengan fungsi informasi visual sangat berkembang. Sementara itu, bagian otak lainnya kurang aktif terutama pada area yang berkaitan dengan pembuatan keputusan dan perencanaan.
Hal tersebut menjelaskan keunggulan penyandang autisme biasanya dalam hal tugas-tugas visual, misalnya menggambar sesuatu dengan sangat akurat dan detail. Akan tetapi, anak autis biasanya kesulitan menerjemahkan ekspresi wajah. Read the rest of this entry »
Share on Facebook
Incoming search terms:
“Risiko Autis Bisa Diminimalkan”
Apr 4th, 2011 by al-ihsan
Autisme adalah gangguan neurologis yang memengaruhi fungsi normal otak manusia dalam melakukan interaksi sosial dan komunikasi. Menurut Autism Society of America, orang autis biasanya menunjukkan kesulitan berkomunikasi secara verbal dan nonverbal, serta sulit berinteraksi dan beraktivitas sosial. Autisme muncul sejak tiga tahun pertama kehidupan.
Tanggal 2 April diperingati sebagai Hari Kesadaran Autisme di seluruh dunia.Kampanye dilakukan di seluruh penjuru dunia, dengan acara resmi di setidaknya 23 negara. Untuk mengenal lebih dalam mengenai autisme, Famega Syavira Putri dari Yahoo! Indonesia mewawancarai Fernando Cortizo , doktor dan peneliti dari Monash University, Australia. Dr Fernando juga menjabat sebagai CEO Autism Management Institute di Korea dan Malaysia. Berikut ini kutipannya:
Y!: Apa yang menyebabkan autisme? Read the rest of this entry »
Share on Facebook
Incoming search terms:
Jarak Kehamilan yang Dekat Tingkatkan Risiko Autisme | SekolahAutismeAl-ihsan.com
Mar 10th, 2011 by al-ihsan
Melly Febrida
California: Penyebab autisme hingga kini belum terpecahkan. Sebuah penelitian baru menyebutkan waktu kelahiran berperan dalam autisme. Kedekatan dalam jarak lahir dengan saudara kandung tertua cenderung terdiagnosa autisme.
Dalam sebuah artikel di jurnal Pediatric , anak kedua yang dikandung dalam setahun kelahiran saudara mereka yang lebih tua, tiga kali lebih mungkin terdiagnosa autisme daripada saudara yang dikandung dalam waktu lebih dari tiga tahun, setelah saudara mereka dilahirkan.
Peneliti melihat catatan bayi yang lahir di California antara tahun 1992 dan 2002 dan meneliti kemungkinan autisme lebih dari 660.000 anak-anak yang kedua. Mereka menemukan, kehamilan yang lebih lanjut, cenderung lebih rendah berisiko autisme pada anak kedua jika jaraknya lebih dari tiga tahun.
Read the rest of this entry »
Share on Facebook
Incoming search terms:
Kenapa Anak Laki-laki Lebih Rentan Autis? | SekolahAutismeAl-ihsan.com
Feb 25th, 2011 by al-ihsan
Kenapa Anak Laki-laki Lebih Rentan Autis?
Dibandingkan perempuan, laki-laki lebih rentan mengalami autisme atau gangguan interaksi sosial. Sebuah penelitian menemukan kenapa anak laki-laki lebih banyak terkena autis.
Penyebabnya adalah hormon seks, karena laki-laki lebih banyak memproduksi testosteron sementara perempuan lebih banyak memproduksi esterogen.
Kedua hormon itu memiliki efek bertolak belakang terhadap suatu gen pengatur fungsi otak yang disebut retinoic acid-related orphan receptor-alpha atau RORA. Testosteron menghambat kerja RORA, sementara esterogen justru meningkatkan kinerjanya.
Terhambatnya kinerja RORA menyebabkan berbagai masalah koordinasi tubuh, antara lain terganggunya jam biologis atau circardian rythm yang berdampak pada pola tidur. Kerusakan saraf akibat stres dan inflamasi (radang) jaringan otak juga meningkat ketika aktivitas RORA terhambat.
Read the rest of this entry »
Share on Facebook
Incoming search terms: