
Autisme, … adalah kata yang cukup aneh terdengar di telinga saya. Saya yang menempuh pendidikan di dunia pertamanan belum pernah bertemu dengan anak yang menderita autism tersebut.
Karena kebetulan saya masuk pelatihan autisme Al-Ihsan. Awalnya saya takut melihat mereka, menjerit, tertawa, lari-lari, marah dan menyakiti diri mereka sendiri. Ada apa dengan mereka … Saya tidak sanggup tuk mendidik mereka, takut, ga tega. Saya kabur pulang ke kampung. Di perjalanan pulang saya bertemu dengan seorang anak laki-laki diatas kapal penyebrangan Bakauheuni – Merak. Dikapal tersebut si anak lari-lari dan meronta-ronta. Saya bertanya dengan ibunya, “kenapa anak Ibu”? Ibu tersubut dengan wajah sendu mengatakan kalau anaknya menderita autisme hiperaktif. Si ibu itu tersebut tidak sanggup untuk membawa anaknya untuk terapi karena biayanya mahal. Si ibu juga tidak paham apa yang tidak boleh dikonsumsi anaknya agar hiperaktifnya berkurang. Read the rest of this entry »
Share on Facebook
Incoming search terms: