SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Tantrum Pada Anak Apakah Normal?
Jun 18th, 2010 by al-ihsan

Nabi Adam dan Hawa sudah diperingatkan bahwa mereka dapat memakan buah apa saja kecuali satu buah terlarang. Apa yang mereka lakukan? Tentu saja, mereka tidak dapat menahan diri untuk mencoba satu hal yang sudah dilarang.

Hal ini mungkin menunjukkan satu pelajaran penting tentang kebutuhan manusia untuk memaksakan keinginannya sendiri dan menantang otoritas. Keinginan ini mencapai puncaknya di masa kanak-kanak. Manusia memiliki pemikiran, ide, dan kebutuhannya sendiri yang ingin diungkapkan dan ditegaskan.

Namun, keidupan bagi seorang anak dapat menyerupai suatu zona perang dan pertentangan ini membuat orang dewasa yang biasanya tenang dan waras pun rasanya ingin menjadi bayi saja. Suatu keadaan yang tidak nyaman bagi orang tua ketika anak mereka hanya berusaha  menciptakan pertentangan keinginan. Orang tua manapun yang menghadapi bayi yang ber tekad memenangkan sebuah pertengkaran tahu betapa sulitnya itu.

Daftar perkembangan yang normal 1 sampai 3 tahun Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

Penelitian Tantrum
Jun 4th, 2010 by al-ihsan

penelitian tantrum, sekolah khusus autisme al-ihsan

Selama ini, psikologi dan peneliti telah memperlihatkan minat besar mereka untuk mendalami permasalahan tingkah laku sulit pada anak termasuk tantrum.

Pertanyaan yang mereka ajukan meliputi :

  • Apakah tantrum itu sesuatu yang terpisah, atau secara umum menjadi bagian dari tingkah laku anak yang sulit?
  • Apa yang terdapat pada tantrum yang parah?
  • Apakah anak-anak pasti mengalaminya?
  • Bagaimana tindakan si anak dan orangtuanya ketika tantrum usai?

TEMUAN PENTING

  1. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tantrum terjadi sekurangnya sekali seminggu pada 50-80 persen anak pra sekolah. Ini menunjukkan tantrum normal terjadi.
  2. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa 5 hingga 20 persen anak-anak mengalami tantrum cukup parah yang menuntut kepedulian orang tuanya. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

FAKTA KUNCI mengenai Tantrum
Jun 3rd, 2010 by al-ihsan

fakta kunci mengenai tantrum

  1. Meskipun amarah merupakan emosi yang paling jelas terlihat oleh orang tua, dan orang tua sering menggambarkannya sebagai episode temper tantrum (tantrum amarah), amarah hamper selalu diikuti dengan perasaan anak-anak lainnya, seperti putus asa atau panic.
  2. Kenyataan yang cukup jelas tapi kadang dilupakan adalah bahwa seorang anak tidak mengalami tantrum jika ia sendirian. Tantrum yang parah dating di saat ada orang lain. Tantrum hamper selalu terjadi saat si kecil bersama orang tuanya, atau orang lain yang membuat si anak merasa sangat nyaman dan terbiasa. Untuk menciptakan sebuah tantrum di perlukan dua orang. Jadi tantrum bersifat interaktif, tidak sekedar reaktif.
  3. Temperamen anak turut andil. Seorang anak yang lebih aktif dan berkemuan, kemungkinan mengalami tantrum lebih tinggi. Orang tua biasanya mengetahui dari sejak masih bayi apakah jenis anak mereka seperti ini. Saat bayi, mungkin mereka kelihatan cengeng dan lebih mengganggu atau tidur kurang lelap dibandingkan bayi-bayi yang lain.
  4. Adanya perkiraan bahwasatu dari lima anak yang beusia 2 tahun, sekurangnya mengalami dua kali tantrum perhari. Hal ini berarti bahwa empat dari lima anak lainnya tidak memiliki tantrum.
  5. Meskipun ungkapan “usia dua tahun yang menyulitkan” menyimpulkan bagaimana dan kapan umumnya tantrum terjadi. Tantrum dapat bermula pada usia 1 tahun bahkan hingga 5 tahun pada kasus tertentu. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

Apakah Tantrum Itu ?
Jun 2nd, 2010 by al-ihsan

tantrum_pada_anak_autis

Kamus mendefinisikan sebagai “ledakan amarah”, dan ledakan itu dapat terjadi pada semua tahapan usia. Namun, banyak orang memikirkan tentang sifat buruk anak kecil yang meledak-ledak ketika membicarakan tantrum.

Tingkah laku buruk biasanya terjadi pada usia 18 bulan hingga 3 tahun. Kadang pada anak usia 5 hingga 6 tahun tetap masih terjadi, dan secara bertahap akan menghilang.

Jenis Tantrum

Dalam buku “Temper Tantrum in Young Children”, psikolog Michael Potegal, mengidentifikasikan dua jenis tantrum yang berbeda dengan landasan emosional dan tingkah laku yang berbeda sebagai berikut:

  1. Tantrum amarah (anger tantrum) dengan cirri menghentakkan kaki, menendang memukul dan berteriak.
  2. Tantrum kesedihan (distress tantrum) dangan cirri menangis dan terisak-isak, membantingkan diri, dan berlari menjauh. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«


»  Substance:WordPress   »  Style: Ahren Ahimsa
© Sekolah Khusus Autisme Al-Ihsan, mendidik dengan hati dan kasih sayang.

Sekolah Autisme Al-Ihsan is Digg proof thanks to caching by WP Super Cache