Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis
Nov 3rd, 2011 by al-ihsan
Dengan berkuda, anak belajar menjalin relasi.
Pagi itu udara Lembang sangat sejuk ketika Pricilla Armelita (11 tahun) dan Patricia Melvina Saputra (11), tengah asyik berkuda. Mereka tampak terbiasa mengikuti irama gerak kuda. Tidak seperti anak-anak pada umumnya, si kembar paling sedikit tiga kali dalam seminggu berkuda.
Ifen, ibunya, selalu rutin membawa Pricilla dan Partricia ke tempat wisata berkuda DeRanch Lembang, Kabupaten Bandung Jawa Barat. Bukan sekadar untuk bermain atau berwisata, mereka menjalani terapi autis dengan menunggang kuda. “Anak saya sulit berkomunikasi dan selalu tertutup,” kata Ifen, Kamis (28/1). Read the rest of this entry »
Share on Facebook
Incoming search terms:
Mengenal Retardasi Mental (Mental Retardation) pada Anak
Aug 1st, 2011 by al-ihsan
Retardasi mental ialah keadaan dengan intelegensia yang kurang (subnormal) sejak masa perkembangan (sejak lahir atau sejak masa anak). Retardasi Mental ditandai dengan fungsi intelektual yang secara signifikan berada dibawa rata-rata, diserta oleh adanya berbagai deficit dalam fungsi adaptif, seperti mengurus diri atau aktivitas okupasional yang muncul sebelum usia 18 tahun. Biasanya terdapat perkembangan mental yang kurang secara keseluruhan, tetapi gejala utama ialah intelegensi yang terbelakang. Retardasi mental disebut juga oligofrenia (oligo = kurang atau sedikit dan fren = jiwa) atau tuna mental.
Retardasi mental bukan suatu penyakit walaupun retardasi mental merupakan hasil dari proses patologik di dalam otak yang memberikan gambaran keterbatasan terhadap intelektual dan fungsi adaptif. Retardasi mental dapat terjadi dengan atau tanpa gangguan jiwa atau gangguan fisik lainnya.
Intelegensi (IQ = Intelligence Quotient ) bukanlah merupakan satu-satunya patokan yang dapat dipakai untuk menentukan berat ringannya retardasi mental. Sebagai kriteria dapat dipakai juga kemampuan untuk dididik atau dilatih dan kemampuan sosial atau kerja. Tingkatannya mulai dari taraf ringan, sedang sampai berat, dan sangat berat.
Klasifikasi retardasi mental menurut DSM-IV-TR yaitu :
1. Retardasi mental berat sekali . IQ dibawah 20 atau 25. Sekitar 1 sampai 2 % dari orang yang terkena retardasi mental.
2. Retardasi mental berat. IQ sekitar 20-25 sampai 35-40. Sebanyak 4 % dari orang yang terkena retardasi mental. Read the rest of this entry »
Share on Facebook
Incoming search terms:
Anak Autisme Gunakan Otak dengan Cara Berbeda
Apr 11th, 2011 by al-ihsan
Anak-anak penyandang autisme ternyata menggunakan otaknya dengan cara yang berbeda dengan orang biasa. Hal ini mungkin menjelaskan kemampuan menghapal dan menggambar objek dengan sangat detail.
Menurut para peneliti dari University of Montreal, Kanada, pada penyandang autisme, area otak yang berkaitan dengan fungsi informasi visual sangat berkembang. Sementara itu, bagian otak lainnya kurang aktif terutama pada area yang berkaitan dengan pembuatan keputusan dan perencanaan.
Hal tersebut menjelaskan keunggulan penyandang autisme biasanya dalam hal tugas-tugas visual, misalnya menggambar sesuatu dengan sangat akurat dan detail. Akan tetapi, anak autis biasanya kesulitan menerjemahkan ekspresi wajah. Read the rest of this entry »
Share on Facebook
Incoming search terms:
Game Mampu Buat Anak Autis Lebih Sosial | SekolahAutismeAl-ihsan.com
Mar 10th, 2011 by al-ihsan
Selama ini game dituding membuat seseorang menjadi antisosial terhadap lingkungannya. Namun hal ini dibantah oleh seorang ilmuwan, yang justru menemukan fakta bahwa game juga mampu anak autis menjadi lebih peka terhadap lingkungannya.
Adalah psikologi profesor Carrie Pritchard menciptakan sebuah permainan komputer bukan hanya untuk bersenang-senang, tetapi untuk membantu mengajar anak-anak autis keterampilan sosial.
Pritchard , yang menerima hibah USD20.000 untuk proyek ini berencana untuk merancang video game pendidikan dengan fokus pada interaksi dan tanggung jawab.
“Pemain akan memiliki pilihan tentang lebih terampil dan kurang terampil terhadap perilaku mereka. Bisa memberlakukan setelah karakter mengundang mereka atau melibatkan mereka,” jelas Pritchard., seperti dilansir TG Daily, Rabu (2/3/2011).
Read the rest of this entry »
Share on Facebook
Incoming search terms:
Film Rumah tanpa Jendela, Kisah Sebuah Jendela dan Anak Autis |SekolahAutismeAl-ihsan.com
Mar 10th, 2011 by al-ihsan
Judul film: Rumah tanpa Jendela
Genre: Drama musikal anak-anak
Sutradara: Aditya Gumay
Pemain: Dwi Tasya, Emir Mahira, Atie Kanser, Inggrid Widjanarko, Alicia Djohar, Varissa Camelia, Maudy Ayunda, Raffi Ahmad, Yuni Shara
——
Sebuah jendela menjadi pangkal kisah Rara, bocah perempuan miskin metropolitan. Keinginannya memiliki jendela untuk rumah bedengnya yang reot boleh dibilang cukup sepele bila dibanding permasalahan yang dialami Aldo, anak orang kaya yang kesepian. Bagi Aldo, keinginan Rara itu hanyalah sejentik jari. Dan sebaliknya, di mata Rara, kebutuhan Aldo akan teman boleh jadi sangat remeh, mengingat bocah perempuan itu selalu dikelilingi kawan-kawannya, baik di sekolah pemulung maupun di rumah.
Tapi, kalau ditimbang-timbang lagi, sebenarnya manakah yang lebih sepele antara kesepian Aldo dan kebutuhan jendela Rara. Kisah dua bocah itu tersaji dalam film musikal anak-anak bertajuk Rumah tanpa Jendela . Film arahan sutradara Aditya Gumay, yang sarat makna itu, kini tengah diputar di sejumlah bisokop di Indonesia.
Read the rest of this entry »
Share on Facebook
Incoming search terms: