<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Autisme Al-Ihsan &#187; anak</title>
	<atom:link href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/tag/anak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahautismeal-ihsan.com</link>
	<description>Sekolah Khusus Autisme Al-Ihsan Tangerang Selatan, mendidik dengan hati dan kasih sayang. Autisme bukanlah kutukan atau akhir dari segalanya, tetapi awal dari perjuangan panjang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Nov 2011 03:22:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis</title>
		<link>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html</link>
		<comments>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 04:03:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-ihsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[autisme]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[atau]]></category>
		<category><![CDATA[AUTIS]]></category>
		<category><![CDATA[Bagi]]></category>
		<category><![CDATA[BERKEBUTUHAN]]></category>
		<category><![CDATA[Berkuda]]></category>
		<category><![CDATA[khusus]]></category>
		<category><![CDATA[TERAPI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahautismeal-ihsan.com/?p=717</guid>
		<description><![CDATA[Dengan berkuda, anak belajar menjalin relasi. Pagi itu udara Lembang sangat sejuk ketika Pricilla Armelita (11 tahun) dan Patricia Melvina Saputra (11), tengah asyik berkuda. Mereka tampak terbiasa mengikuti irama gerak kuda. Tidak seperti anak-anak pada umumnya, si kembar paling sedikit tiga kali dalam seminggu berkuda. &#160; Ifen, ibunya, selalu rutin membawa Pricilla dan Partricia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fterapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html' data-shr_title='Terapi+Berkuda+Bagi+Anak+Berkebutuhan+Khusus+atau+Autis'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fterapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fterapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html' data-shr_title='Terapi+Berkuda+Bagi+Anak+Berkebutuhan+Khusus+atau+Autis'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fterapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html' data-shr_title='Terapi+Berkuda+Bagi+Anak+Berkebutuhan+Khusus+atau+Autis'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/uploads/2011/11/Terapi-Berkuda-Bagi-Anak-Berkebutuhan-Khusus-atau-Autis.jpg"><img class="size-medium wp-image-718 alignleft" title="Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis" src="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/uploads/2011/11/Terapi-Berkuda-Bagi-Anak-Berkebutuhan-Khusus-atau-Autis-300x225.jpg" alt="Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis" width="300" height="225" /></a>Dengan berkuda, anak belajar menjalin relasi.</p>
<p>Pagi itu udara Lembang sangat sejuk ketika Pricilla Armelita (11 tahun) dan Patricia Melvina Saputra (11), tengah asyik berkuda. Mereka tampak terbiasa mengikuti irama gerak kuda. Tidak seperti anak-anak pada umumnya, si kembar paling sedikit tiga kali dalam seminggu berkuda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ifen, ibunya, selalu rutin membawa Pricilla dan Partricia ke tempat wisata berkuda DeRanch Lembang, Kabupaten Bandung Jawa Barat. Bukan sekadar untuk bermain atau berwisata, mereka menjalani terapi autis dengan menunggang kuda. &#8220;Anak saya sulit berkomunikasi dan selalu tertutup,&#8221; kata Ifen, Kamis (28/1).<span id="more-717"></span></p>
<p>Autisme adalah suatu gangguan neurobiologis yang memengaruhi fungsi otak. Akibatnya, anak tak mampu berinteraksi dengan dunia luar secara efektif. Mereka seolah sibuk dengan dunianya sendiri.Menghadapi kondisi seperti itii, Ifen hampir putus asa untuk menyembuhkan kedua anaknya. Berbagai macam terapi dan pengobatan telah dicoba. Biaya yang telah dikeluarkan juga tidak sedikit, namun ia belum melihat perubahan yang berarti.</p>
<p>Hingga akhirnya, setahun yang lalu, sarjana psikologi sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung ini membawa Pricilla dan Patricia untuk belajar berkuda. Tanpa sengaja, Ifen bertemu dengan Billy Mamolo, seorang instruktur berkuda yang juga salah seorang pemilik DeRanch.</p>
<p>Berlatih konsentrasi</p>
<p>Oleh Billy, Pricilla dan Patricia dilatih cara menunggang kuda yang benar. Mulai dari cara menaiki kuda, memegang pelana, hingga mengendalikan kuda. Billy semakin intensif mendidik keduanya ketika mereka memasuki liburan sekolah. Hampir setiap hari Pricilla dan Patricia datang untuk menunggang kuda.</p>
<p>Tidak hanya sekadar berkeliling pedok (areal khusus), Billy juga mengajak Pricilla dan Patricia riding out (berkuda keluar) ke hutan yang banyak ditumbuhi pohon Pinus di sekitar Tangkuban Perahu. Pohon pinus mengeluarkan ion yang positif,&#8221; kata Billy.</p>
<p>Setelah dua bulan, Billy melatih Pricilla dan Patricia teknik menunggang kuda yang benar, ter-nyata ada perubahan positif yang terjadi pada kedua anak tersebut. &#8220;Anak saya mulai bisa diajak berkomunikasi dan sudah mau menceritakan tentang pengalamannya kepada saya,&#8221; ujar Ifen.</p>
<p>Sejak saat itu, Ifen memutuskan meneruskan terapi berkuda kepada kedua putrinya. Billy pun mulai tekun untuk mengembangkan terapi autis melalui berkuda secara otodidak, melakukan riset kecil-kecilan, dan mengikuti seminar tentang manfaat berkuda ke beberapa negara. Akhirnya, ia menemukan metode terapi autis dengan berkuda yang baku.</p>
<p>Kini sudah puluhan anak autis yang ditangani oleh Billy.&#8221;Ternyata benar kalau Nabi Muhammad menganjurkan kita untuk belajar berkuda,&#8221; kata Billy.Dengan menunggang kuda, anak autis dilatih konsentrasi, keseimbangan, perasaan, kepekaan, dan emosi. Karena, kata Billy, selain membutuhkan konsentrasi dan keseimbangan, memperlakukan kuda agar mau menurut dengan penunggangnya dibutuhkan perasaan dan pengendalian emosi.</p>
<p>Berbeda dengan manusia, Billy menjelaskan, kuda tidak bisa dibayar dengan uang agar dia mau mengikuti perintah. &#8220;Kuda harus diperlakukan dengan kasih,&#8221; tambahnya. Hal ini yang kemudian dapat mengurangi kesulitan anak autis dalam menjalin hubungan sosial.</p>
<p>Jam terbang</p>
<blockquote><p>Billy menengarai, dampak positif berkuda bagi anak autis terasa setelah 40 jam menunggang kuda. Jam terbang sebanyak itu bisa diperoleh dengan menunggang kuda minimal seminggu sekali selama satu jam. &#8220;Tentunya harus berkelanjutan.&#8221;</p></blockquote>
<p>Bila sudah cukup mahir berkuda dan jam terbangnya telah terpenuhi, kepekaan anak mulai dilatih. Caranya, menunggang kuda ke hutan yang ditumbuhi pohon pinus. Dengan medan berkuda yang lebih sulit, kata Billy, tentunya si anak juga harus peka dengan kemauan si kuda ketika menghadapi rintangan di depannya.</p>
<p>&#8220;Jadi si anak harus peka dengan kemauan si kuda. Kalau sudah begitu tidak mungkin menuruti dirinya sendiri, sehingga dia mau tenggang rasa dengan orang lain,&#8221; tutur Billy.Untuk melatih kepekaan dengan cara penanganan seperti itu, dibutuhkan waktu selama 20 jam menunggang kuda. Billy menyakini, selama proses belajar berkuda, akan ada perubahan sikap yang positif bagi penyandang autis, seperti yang terjadi pada Pricilla dan Patricia.</p>
<p>Tidak ada batasan usia untuk mengikuti terapi ini. &#8220;Ini juga berlaku untuk anak normal,&#8221; tambah Billy.Menurut Billy, terapi seperti ini bisa dipraktikkan oleh siapa saja, sepanjang instrukturnya mengerti betul tentang berkuda dan si penyandang autis tidak merasa terpaksa. Ia rela berbagi dengan siapa saja yang ingin mempelajari metode terapi seperti ini.</p>
<p>Billy mengaku tidak memasang tarif khusus untuk mendidik anak autis. Di DeRanch Lembang dikenakan tarif Rp 5 ribu untuk sekali masuk. Untuk menunggang kuda selama satu kali putaran mengelilingi pedok dikenakan tarif Rp 15 ribu. Sedangkan untuk paket fun riding bertarif Rp 100 ribu per jam dan paket riding out Rp 150 perjam. Semua aktivitas berkuda dilakukan dalam pengawasan instruktur.</p>
<p>Saat ini, DeRanch Lembang tengah menyiapkan paket khusus untuk penanganan anak autis. Selama ini, kata Billy, memang belum tersedia paket berkuda untuk anak autis. Sehingga, orang tua penyandang autis membawa anaknya sesuai dengan keinginannya masing-masing. &#8220;Kapan saja mereka bisa datang membawa anaknya.&#8221;</p>
<p>Hanya saja, kata Billy, terkadang justru orang tua yang tidak rajin mengantarkan anaknya sehingga hasilnya tidak maksimal. Selain itu, sering kali orang tua tidak sabar melihat perkembangan anak. Mereka ingin hasil instan, anak cepat berubah, sementara jam terbang berkudanya tidak terpenuhi. &#8220;Terapi seperti ini butuh waktu, kesabaran, dan dukungan orang tua,&#8221; ujar Billy</p>
<p>Bagi Billy, uang bukan segalanya. Untuk mengamalkan ilmunya, ia mengaku bersedia tidak dibayar untuk menerapi penyandang autis yang berasal dari keluarga tak mampu. &#8220;Silakan datang saja. Kita akan menerima dengan tangan terbuka,&#8221; katanya.Rencananya, Billy akan membangun sebuah asrama khusus untuk-anak autis yang tengah mengikuti terapi. Hal ini dimaksudkan agar terapi bisa dilakukan secara lebih intensif.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html" target="_blank"><img src="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p><h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html" title="tokoh yang menderita retardasi mental">tokoh yang menderita retardasi mental</a> (9)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html" title="klasifikasi anak autis">klasifikasi anak autis</a> (7)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html" title="anak sekolah belajar komputer">anak sekolah belajar komputer</a> (6)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html" title="berkuda dan autisme">berkuda dan autisme</a> (4)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html" title="Terapi Anak di bandung/jawa barat">Terapi Anak di bandung/jawa barat</a> (3)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html" title="terapi anak berkebutuhan khusus">terapi anak berkebutuhan khusus</a> (3)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html" title="mendorong troly">mendorong troly</a> (3)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html" title="www lowker di sekolah autis com">www lowker di sekolah autis com</a> (3)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html" title="sejarah terapi berkuda">sejarah terapi berkuda</a> (3)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html" title="kepentingan terapi berkuda">kepentingan terapi berkuda</a> (2)</li></ul><div class="shr-publisher-717"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fterapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html' data-shr_title='Terapi+Berkuda+Bagi+Anak+Berkebutuhan+Khusus+atau+Autis'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fterapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fterapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html' data-shr_title='Terapi+Berkuda+Bagi+Anak+Berkebutuhan+Khusus+atau+Autis'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fterapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html' data-shr_title='Terapi+Berkuda+Bagi+Anak+Berkebutuhan+Khusus+atau+Autis'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><h2  class="related_post_title">Baca Juga ...!</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/wisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html" title="Wisata Berkuda Jadi Pilihan Terapi Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Wisata Berkuda Jadi Pilihan Terapi Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" title="Kurikulum Khusus Penyandang Autis ">Kurikulum Khusus Penyandang Autis </a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/membantu-abk-anak-berkebutuhan-khusus-belajar-belanja-di-supermarket-mendorong-trolly.html" title="Membantu ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) Belajar Belanja di Supermarket (Mendorong Trolly)">Membantu ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) Belajar Belanja di Supermarket (Mendorong Trolly)</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/terapi-musik/terapi-musik-dan-pembelajaran-lain-untuk-anak-autis.html" title="Terapi Musik dan Pembelajaran Lain Untuk Anak Autis">Terapi Musik dan Pembelajaran Lain Untuk Anak Autis</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/sejarah-metode-aba-untuk-terapi-anak-autis.html" title="Sejarah Metode ABA Untuk Terapi Anak autis">Sejarah Metode ABA Untuk Terapi Anak autis</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/tehnik-pembelajaran-bantu-diri-anak-berkebutuhan-khusus-bagian-1-dari-3.html" title="TEHNIK PEMBELAJARAN BANTU DIRI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS/ AUTISME">TEHNIK PEMBELAJARAN BANTU DIRI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS/ AUTISME</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/game-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="Game Mampu Buat Anak Autis Lebih Sosial | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Game Mampu Buat Anak Autis Lebih Sosial | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/film-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="Film Rumah tanpa Jendela, Kisah Sebuah Jendela dan Anak Autis |SekolahAutismeAl-ihsan.com">Film Rumah tanpa Jendela, Kisah Sebuah Jendela dan Anak Autis |SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/kaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html" title="Kaspar, Robot Ramah yang Membantu Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Kaspar, Robot Ramah yang Membantu Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/kenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html" title="Kenapa Anak Laki-laki Lebih Rentan Autis? | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Kenapa Anak Laki-laki Lebih Rentan Autis? | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Retardasi Mental (Mental Retardation) pada Anak</title>
		<link>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html</link>
		<comments>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 08:13:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-ihsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[autisme]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal]]></category>
		<category><![CDATA[Mental]]></category>
		<category><![CDATA[Pada]]></category>
		<category><![CDATA[Retardasi]]></category>
		<category><![CDATA[Retardation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahautismeal-ihsan.com/?p=711</guid>
		<description><![CDATA[Retardasi mental ialah keadaan dengan intelegensia yang kurang (subnormal) sejak masa perkembangan (sejak lahir atau sejak masa anak). Retardasi Mental ditandai dengan fungsi intelektual yang secara signifikan berada dibawa rata-rata, diserta oleh adanya berbagai deficit dalam fungsi adaptif, seperti mengurus diri atau aktivitas okupasional yang muncul sebelum usia 18 tahun. Biasanya terdapat perkembangan mental yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fmengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html' data-shr_title='Mengenal+Retardasi+Mental+%28Mental+Retardation%29+pada+Anak'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fmengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fmengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html' data-shr_title='Mengenal+Retardasi+Mental+%28Mental+Retardation%29+pada+Anak'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fmengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html' data-shr_title='Mengenal+Retardasi+Mental+%28Mental+Retardation%29+pada+Anak'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/uploads/2011/08/retardasi-mental.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-712" title="Mengenal Retardasi Mental (Mental Retardation) pada Anak" src="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/uploads/2011/08/retardasi-mental.jpg" alt="Mengenal Retardasi Mental (Mental Retardation) pada Anak" width="298" height="225" /></a></p>
<p>Retardasi  mental ialah keadaan dengan intelegensia yang kurang (subnormal) sejak  masa perkembangan (sejak lahir atau sejak masa anak). Retardasi Mental  ditandai dengan fungsi intelektual yang secara signifikan berada dibawa  rata-rata, diserta oleh adanya berbagai deficit dalam fungsi adaptif,  seperti mengurus diri atau aktivitas okupasional yang muncul sebelum  usia 18 tahun. Biasanya terdapat perkembangan mental yang kurang secara  keseluruhan, tetapi gejala utama ialah intelegensi yang terbelakang.  Retardasi mental disebut juga oligofrenia (oligo = kurang atau sedikit  dan fren = jiwa) atau tuna mental.</p>
<p>Retardasi  mental bukan suatu penyakit walaupun retardasi mental merupakan hasil  dari proses patologik di dalam otak yang memberikan gambaran  keterbatasan terhadap intelektual dan fungsi adaptif. Retardasi mental  dapat terjadi dengan atau tanpa gangguan jiwa atau gangguan fisik  lainnya.</p>
<p>Intelegensi (IQ = <em>Intelligence Quotient</em>)  bukanlah merupakan satu-satunya patokan yang dapat dipakai untuk  menentukan berat ringannya retardasi mental. Sebagai kriteria dapat  dipakai juga kemampuan untuk dididik atau dilatih dan kemampuan sosial  atau kerja. Tingkatannya mulai dari taraf ringan, sedang sampai berat,  dan sangat berat.</p>
<p><em>Klasifikasi retardasi mental menurut DSM-IV-TR yaitu :</em></p>
<p>1. <em>Retardasi mental berat sekali</em>. IQ dibawah 20 atau 25. Sekitar 1 sampai 2 % dari orang yang terkena retardasi mental.</p>
<p>2. Retardasi mental berat. IQ sekitar 20-25 sampai 35-40. Sebanyak 4 % dari orang yang terkena retardasi mental.<span id="more-711"></span></p>
<p>3. Retardasi mental sedang. IQ sekitar 35-40 sampai 50-55. Sekitar 10 % dari orang yang terkena retardasi mental.</p>
<p>4.  Retardasi mental ringan.IQ sekitar 50-55 sampai 70. Sekitar 85 % dari  orang yang terkena retardasi mental. Pada umunya anak-anak dengan  retardasi mental ringan tidak dikenali sampai anak tersebut menginjak  tingkat pertama atau kedua disekolah.</p>
<p><strong>Epidemiologi</strong></p>
<p>Prevalensi  retardasi mental sekitar 1 % dalam satu populasi. Di indonesia 1-3  persen penduduknya menderita kelainan ini. Insidennya sulit di ketahui  karena retardasi metal kadang-kadang tidak dikenali sampai anak-anak  usia pertengahan dimana retardasinya masih dalam taraf ringan. Insiden  tertinggi pada masa anak sekolah dengan puncak umur 10 sampai 14 tahun.  Retardasi mental mengenai 1,5 kali lebih banyak pada laki-laki  dibandingkan dengan perempuan.</p>
<p><strong>Etiologi</strong></p>
<p>Penyebab  kelainan mental ini adalah faktor keturunan (genetik) atau tak jelas  sebabnya (simpleks). keduanya disebut retardasi mental primer. Sedangkan  faktor sekunder disebabkan oleh faktor luar yang berpengaruh terhadap  otak bayi dalam kandungan atau anak-anak.</p>
<p><em>Retardasi mental menurut penyebabnya, yaitu : </em></p>
<p>·  Akibat infeksi dan/atau intoksikasi. Dalam Kelompok ini termasuk  keadaan retardasi mental karena kerusakan jaringan otak akibat infeksi  intrakranial, karena serum, obat atau zat toksik lainnya.</p>
<p>·  Akibat rudapaksa dan atau sebab fisik lain. Rudapaksa sebelum lahir  serta juga trauma lain, seperti sinar x, bahan kontrasepsi dan usaha  melakukan abortus dapat mengakibatkan kelainan dengan retardasi mental.  Rudapaksa sesudah lahir tidak begitu sering mengakibatkan retardasi  mental.</p>
<p>·  Akibat gangguan metabolisme, pertumbuhan atau gizi. Semua retardasi  mental yang langsung disebabkan oleh gangguan metabolisme (misalnya  gangguan metabolime lemak, karbohidrat dan protein), pertumbuhan atau  gizi termasuk dalam kelompok ini.</p>
<p>Ternyata  gangguan gizi yang berat dan yang berlangsung lama sebelum umur 4 tahun  sangat mempengaruhi perkembangan otak dan dapat mengakibatkan retardasi  mental. Keadaan dapat diperbaiki dengan memperbaiki gizi sebelum umur 6  tahun, sesudah ini biarpun anak itu dibanjiri dengan makanan bergizi,  intelegensi yang rendah itu sudah sukar ditingkatkan.</p>
<p>·  Akibat penyakit otak yang nyata (postnatal). Dalam kelompok ini  termasuk retardasi mental akibat neoplasma (tidak termasuk pertumbuhan  sekunder karena rudapaksa atau peradangan) dan beberapa reaksi sel-sel  optak yang nyata, tetapi yang belum diketahui betul etiologinya (diduga  herediter). Reaksi sel-sel otak ini dapat bersifat degeneratif,  infiltratif, radang, proliferatif, sklerotik atau reparatif.</p>
<p>·  Akibat penyakit/pengaruh pranatal yang tidak jelas. Keadaan ini  diketahui sudah ada sejak sebelum lahir, tetapi tidak diketahui  etiologinya, termasuk anomali kranial primer dan defek kogenital yang  tidak diketahui sebabnya.</p>
<p>· Akibat kelainan kromosom. Kelainan kromosom mungkin terdapat dalam jumlah atau dalam bentuknya.</p>
<p>·  Akibat prematuritas. Kelompok ini termasuk retardasi mental yang  berhubungan dengan keadaan bayi pada waktu lahir berat badannya kurang  dari 2500 gram dan/atau dengan masa hamil kurang dari 38 minggu serta  tidak terdapat sebab-sebab lain seperti dalam sub kategori sebelum ini.</p>
<p>·  Akibat gangguan jiwa yang berat. Untuk membuat diagnosa ini harus jelas  telah terjadi gangguan jiwa yang berat itu dan tidak terdapat  tanda-tanda patologi otak.</p>
<p>· Akibat deprivasi psikososial. Retardasi mental dapat disebabkan oleh fakor-faktor biomedik maupun sosiobudaya.</p>
<p><strong>Diagnosis</strong></p>
<p>Untuk  mendiagnosa retardasi mental dengan tepat, perlu diambil anamnesa dari  orang tua dengan teliti mengenai kehamilan, persalinan dan perkembangan  anak. Bila mungkin dilakukan juga pemeriksaan psikologik, bila perlu  diperiksa juga di laboratorium, diadakan evaluasi pendengaran dan  bicara. Observasi psikiatrik dikerjakan untuk mengetahui adanya gangguan  psikiatrik disamping retardasi mental.</p>
<p>Tingkat  kecerdasan intelegensia bukan satu-satunya karakteristik, melainkan  harus dinilai berdasarkan sejumlah besar keterampilan spesifik yang  berbeda. Penilaian tingkat kecerdasan harus berdasarkan semua informasi  yang tersedia, termasuk temuan klinis, prilaku adaptif dan hasil tes  psikometrik. Untuk diagnosis yang pasti harus ada penurunan tingkat  kecerdasan yang mengakibatkan berkurangnya kemampuan adaptasi terhadap  tuntutan dari lingkungan sosial biasa sehari-hari. Pada pemeriksaan  fisik pasien dengan retardasi mental dapat ditemukan berbagai macam  perubahan bentuk fisik, misalnya perubahan bentuk kepala: mikrosefali,  hidrosefali, dan sindrom down. Wajah pasien dengan retardasi mental  sangat mudah dikenali seperti hipertelorisme, lidah yang menjulur  keluar, gangguan pertumbuhan gigi dan ekspresi wajah tampak tumpul.</p>
<p><strong>Kriteria diagnostik retardasi mental menurut DSM-IV-TR yaitu:</strong></p>
<p>1.  Fungsi intelektual yang secara signifikan dibawah rata-rata. IQ  kira-kira 70 atau dibawahnya pada individu yang dilakukan test IQ.</p>
<p>2.  Gangguan terhadap fungsi adaptif paling sedikit 2 misalnya komunikasi,  kemampuan menolong diri sendiri, berumah tangga, sosial, pekerjaan,  kesehatan dan keamanan.</p>
<p>3. Onsetnya sebelum berusia 18 tahun</p>
<p><strong>Diagnosis Banding</strong></p>
<p>Anak-anak  dari keluarga yang sangat melarat dengan deprivasi rangsangan yang  berat (retardasi mental ini reversibel bila diberi rangsangan yang baik  secara dini). Kadang-kadang anak dengan gangguan pendengaran atau  penglihatan dikira menderita retardasi mental. Mungkin juga gangguan  bicara dan <em>“cerebral palsy”</em> membuat anak kelihatan terbelakang,  biarpun intelegensianya normal. Gangguan emosi dapat menghambat  kemampuan belajar sehingga dikira anak itu bodoh. <em>“early infantile”</em> dan skizofrenia anak juga sering menunjukkan gejala yang mirip retardasi mental.</p>
<p><strong>Pencegahan dan Pengobatan</strong></p>
<p>Pencegahan  primer dapat dilakukan dengan pendidikan kesehatan pada masyarakat,  perbaikan keadaan-sosio ekonomi, konseling genetik dan tindakan  kedokteran (umpamanya perawatan prenatal yang baik, pertolongan  persalinan yang baik, kehamilan pada wanita adolesen dan diatas 40 tahun  dikurangi dan pencegahan peradangan otak pada anak-anak).<br />
Pencegahan  sekunder meliputi diagnosa dan pengobatan dini peradangan otak,  perdarahan subdural, kraniostenosis (sutura tengkorak menutup terlalu  cepat, dapat dibuka dengan kraniotomi; pada mikrosefali yang kogenital,  operasi tidak menolong).<br />
Pencegahan tersier merupakan pendidikan  penderita atau latihan khusus sebaiknya disekolah luar biasa. Dapat  diberi neuroleptika kepada yang gelisah, hiperaktif atau dektrukstif.<br />
Konseling  kepada orang tua dilakukan secara fleksibel dan pragmatis dengan tujuan  antara lain membantu mereka dalam mengatasi frustrasi oleh karena  mempunyai anak dengan retardasi mental. Orang tua sering menghendaki  anak diberi obat, oleh karena itu dapat diberi penerangan bahwa sampai  sekarang belum ada obat yang dapat membuat anak menjadi pandai, hanya  ada obat yang dapat membantu pertukaran zat (metabolisme) sel-sel otak.</p>
<p><strong>Latihan dan Pendidikan</strong></p>
<p>Pendidikan anak dengan retardasi mental secara umum ialah:</p>
<p>· Mempergunakan dan mengembangkan sebaik-baiknya kapasitas yang ada.</p>
<p>· Memperbaiki sifat-sifat yang salah atau yang anti sosial.</p>
<p>· Mengajarkan suatu keahlian (skill) agar anak itu dapat mencari nafkah kelak.</p>
<p><strong>Latihan diberikan secara kronologis dan meliputi</strong> :</p>
<p>1. Latihan rumah: pelajaran-pelajaran mengenai makan sendiri, berpakaian sendiri, kebersihan badan.</p>
<p>2. Latihan sekolah: yang penting dalam hal ini ialah perkembangan sosial.</p>
<p>3. Latihan teknis: diberikan sesuai dengan minat, jenis kelamin dan kedudukan sosial.</p>
<p>4.  Latihan moral: dari kecil anak harus diberitahukan apa yang baik dan  apa yang tidak baik. Agar ia mengerti maka tiap-tiap pelanggaran  disiplin perlu disertai dengan hukuman dan tiap perbuatan yang baik  perlu disertai hadiah.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.psychologymania.com/2011/07/mengenal-retardasi-mental-mental.html" target="_blank">http://www.psychologymania.com/2011/07/mengenal-retardasi-mental-mental.html</a></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" target="_blank"><img src="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p><h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="Retardasi Mental">Retardasi Mental</a> (29)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="keterbelakangan mental pada anak">keterbelakangan mental pada anak</a> (17)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="Mental retardation">Mental retardation</a> (15)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="kelainan mental pada anak">kelainan mental pada anak</a> (15)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="retardasi mental pada anak">retardasi mental pada anak</a> (13)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="makalah retardasi mental">makalah retardasi mental</a> (11)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="anak retardasi mental">anak retardasi mental</a> (8)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="SEKOLAH ANAK RETARDASI MENTAL">SEKOLAH ANAK RETARDASI MENTAL</a> (6)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="pengertian kelainan mental pada anak">pengertian kelainan mental pada anak</a> (6)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="sekolah keterbelakangan mental">sekolah keterbelakangan mental</a> (5)</li></ul><div class="shr-publisher-711"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fmengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html' data-shr_title='Mengenal+Retardasi+Mental+%28Mental+Retardation%29+pada+Anak'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fmengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fmengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html' data-shr_title='Mengenal+Retardasi+Mental+%28Mental+Retardation%29+pada+Anak'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fmengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html' data-shr_title='Mengenal+Retardasi+Mental+%28Mental+Retardation%29+pada+Anak'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><h2  class="related_post_title">Baca Juga ...!</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" title=" Tantrum Pada Anak Apakah Normal?"> Tantrum Pada Anak Apakah Normal?</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengatasi-head-banging-pada-anak.html" title="Mengatasi Head Banging Pada Anak">Mengatasi Head Banging Pada Anak</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/gejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html" title="Gejala autisme pada anak, wikipedia Indonesia">Gejala autisme pada anak, wikipedia Indonesia</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html" title="Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis">Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html" title="Anak Autisme Gunakan Otak dengan Cara Berbeda">Anak Autisme Gunakan Otak dengan Cara Berbeda</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/game-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="Game Mampu Buat Anak Autis Lebih Sosial | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Game Mampu Buat Anak Autis Lebih Sosial | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/film-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="Film Rumah tanpa Jendela, Kisah Sebuah Jendela dan Anak Autis |SekolahAutismeAl-ihsan.com">Film Rumah tanpa Jendela, Kisah Sebuah Jendela dan Anak Autis |SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/kaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html" title="Kaspar, Robot Ramah yang Membantu Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Kaspar, Robot Ramah yang Membantu Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/kenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html" title="Kenapa Anak Laki-laki Lebih Rentan Autis? | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Kenapa Anak Laki-laki Lebih Rentan Autis? | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/wisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html" title="Wisata Berkuda Jadi Pilihan Terapi Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Wisata Berkuda Jadi Pilihan Terapi Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak Autisme Gunakan Otak dengan Cara Berbeda</title>
		<link>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html</link>
		<comments>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Apr 2011 03:14:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-ihsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[autisme]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Autisme]]></category>
		<category><![CDATA[Berbeda]]></category>
		<category><![CDATA[Cara]]></category>
		<category><![CDATA[DENGAN]]></category>
		<category><![CDATA[Gunakan]]></category>
		<category><![CDATA[otak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahautismeal-ihsan.com/?p=684</guid>
		<description><![CDATA[Anak-anak penyandang autisme ternyata menggunakan otaknya dengan cara yang berbeda dengan orang biasa. Hal ini mungkin menjelaskan kemampuan menghapal dan menggambar objek dengan sangat detail. Menurut para peneliti dari University of Montreal, Kanada, pada penyandang autisme, area otak yang berkaitan dengan fungsi informasi visual sangat berkembang. Sementara itu, bagian otak lainnya kurang aktif terutama pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fanak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html' data-shr_title='Anak+Autisme+Gunakan+Otak+dengan+Cara+Berbeda'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fanak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fanak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html' data-shr_title='Anak+Autisme+Gunakan+Otak+dengan+Cara+Berbeda'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fanak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html' data-shr_title='Anak+Autisme+Gunakan+Otak+dengan+Cara+Berbeda'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/category/artikel/autisme-artikel"><img class="alignleft" title="Anak Autisme Gunakan Otak dengan Cara Berbeda" src="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/uploads/2010/01/anak_autisme_sekolah_khusus.jpg" alt="Anak Autisme Gunakan Otak dengan Cara Berbeda" width="327" height="303" /></a>Anak-anak penyandang autisme ternyata menggunakan otaknya dengan cara  yang berbeda dengan orang biasa. Hal ini mungkin menjelaskan kemampuan  menghapal dan menggambar objek dengan sangat detail.</p>
<p>Menurut para  peneliti dari University of Montreal, Kanada, pada penyandang autisme,  area otak yang berkaitan dengan fungsi informasi visual sangat  berkembang. Sementara itu, bagian otak lainnya kurang aktif terutama  pada area yang berkaitan dengan pembuatan keputusan dan perencanaan.</p>
<p>Hal  tersebut menjelaskan keunggulan penyandang autisme biasanya dalam hal  tugas-tugas visual, misalnya menggambar sesuatu dengan sangat akurat dan  detail. Akan tetapi, anak autis biasanya kesulitan menerjemahkan  ekspresi wajah.<span id="more-684"></span></p>
<p>Kondisi otak tersebut bervariasi tiap individu  sehingga ada penderita autisme yang sama sekali tidak bisa mengambil  peran dalam kehidupan sosial.</p>
<p>Para pakar autisme menyambut baik  hasil riset ini. &#8220;Studi ini menekankan bahwa autisme seharusnya tidak  dipandang sebagai kesulitan perilaku tapi berkaitan dengan keunggulan  dalam satu kemampuan tertentu,&#8221; kata Dr.Christine Ecker dari Institute  of Psychiatry di Kings College London.</p>
<p>Dengan memahami kekurangan  dan kelemahan para penyandang autisme diharapkan dapat memberi  pemahaman lebih baik untuk memaksimalkan potensi mereka. (Lusia Kus  Anna)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html" target="_blank"><img src="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p><h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html" title="gambar alat musik ritmis">gambar alat musik ritmis</a> (93)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html" title="alat musik ritmis dan melodis">alat musik ritmis dan melodis</a> (47)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html" title="pengertian alat musik ritmis">pengertian alat musik ritmis</a> (20)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html" title="macam macam alat musik ritmis">macam macam alat musik ritmis</a> (20)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html" title="alat music ritmis">alat music ritmis</a> (15)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html" title="gambar-gambar angklung dan pengertian">gambar-gambar angklung dan pengertian</a> (9)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html" title="musik ritmis">musik ritmis</a> (8)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html" title="gambar alat music melodis">gambar alat music melodis</a> (8)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html" title="gambar semua alat musik">gambar semua alat musik</a> (7)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html" title="gambar alat musik ritmis dan melodis">gambar alat musik ritmis dan melodis</a> (6)</li></ul><div class="shr-publisher-684"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fanak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html' data-shr_title='Anak+Autisme+Gunakan+Otak+dengan+Cara+Berbeda'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fanak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fanak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html' data-shr_title='Anak+Autisme+Gunakan+Otak+dengan+Cara+Berbeda'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fanak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html' data-shr_title='Anak+Autisme+Gunakan+Otak+dengan+Cara+Berbeda'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><h2  class="related_post_title">Baca Juga ...!</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/terapi-musik/memotivasi-anak-autisme-dengan-terapi-musik.html" title="Memotivasi Anak Autisme Dengan Terapi Musik">Memotivasi Anak Autisme Dengan Terapi Musik</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/wisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html" title="Wisata Berkuda Jadi Pilihan Terapi Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Wisata Berkuda Jadi Pilihan Terapi Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" title="Kurikulum Khusus Penyandang Autis ">Kurikulum Khusus Penyandang Autis </a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/terapi-musik/syuting-wawancara-dengan-guru-terapi-musik-sekolah-khusus-autisme-al-ihsan.html" title="Syuting Wawancara Dengan Guru Terapi Musik Sekolah Khusus Autisme Al-Ihsan">Syuting Wawancara Dengan Guru Terapi Musik Sekolah Khusus Autisme Al-Ihsan</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-bagi-individu-dengan-autisme-wikipedia-indonesia.html" title="Terapi Bagi Individu dengan Autisme, wikipedia Indonesia">Terapi Bagi Individu dengan Autisme, wikipedia Indonesia</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/prevalensi-individu-dengan-autisme-wikipedia-indonesia.html" title="Prevalensi Individu dengan autisme, wikipedia Indonesia">Prevalensi Individu dengan autisme, wikipedia Indonesia</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/gejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html" title="Gejala autisme pada anak, wikipedia Indonesia">Gejala autisme pada anak, wikipedia Indonesia</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-dengan-gangguan-spektrum-autis.html" title="ANAK DENGAN GANGGUAN SPEKTRUM AUTIS">ANAK DENGAN GANGGUAN SPEKTRUM AUTIS</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/kegiatan/ke-sawah/anak-autisme-bersih-badan-di-sungai.html" title="Anak Autisme Bersih Badan Di Sungai">Anak Autisme Bersih Badan Di Sungai</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/kegiatan/ke-sawah/anak-autisme-belajar-menanam-padi-disawah.html" title="Anak Autisme Belajar Menanam Padi Disawah">Anak Autisme Belajar Menanam Padi Disawah</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Game Mampu Buat Anak Autis Lebih Sosial &#124; SekolahAutismeAl-ihsan.com</title>
		<link>http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/game-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html</link>
		<comments>http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/game-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Mar 2011 03:30:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-ihsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[AUTIS]]></category>
		<category><![CDATA[Buat]]></category>
		<category><![CDATA[Game]]></category>
		<category><![CDATA[Lebih]]></category>
		<category><![CDATA[Mampu]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahautismeal-ihsan.com/?p=666</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini game dituding membuat seseorang menjadi antisosial terhadap lingkungannya. Namun hal ini dibantah oleh seorang ilmuwan, yang justru menemukan fakta bahwa game juga mampu anak autis menjadi lebih peka terhadap lingkungannya.&#160; Adalah psikologi profesor Carrie Pritchard menciptakan sebuah permainan komputer bukan hanya untuk bersenang-senang, tetapi untuk membantu mengajar anak-anak autis keterampilan sosial. Pritchard , [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fberita%2Fgame-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html' data-shr_title='Game+Mampu+Buat+Anak+Autis+Lebih+Sosial+%7C+SekolahAutismeAl-ihsan.com'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fberita%2Fgame-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fberita%2Fgame-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html' data-shr_title='Game+Mampu+Buat+Anak+Autis+Lebih+Sosial+%7C+SekolahAutismeAl-ihsan.com'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fberita%2Fgame-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html' data-shr_title='Game+Mampu+Buat+Anak+Autis+Lebih+Sosial+%7C+SekolahAutismeAl-ihsan.com'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><img class="alignleft" title="Game Mampu Buat Anak Autis Lebih Sosial" src="http://i.okezone.com/content/2011/03/02/56/430430/XumuKbnL6j.jpeg" alt="Game Mampu Buat Anak Autis Lebih Sosial" width="336" height="243" /></p>
<h5>Selama ini game dituding membuat seseorang menjadi antisosial  terhadap lingkungannya. Namun hal ini dibantah oleh seorang ilmuwan,  yang justru menemukan fakta bahwa game juga mampu anak autis menjadi  lebih peka terhadap lingkungannya.&nbsp;</p>
<p>Adalah psikologi profesor  Carrie Pritchard menciptakan sebuah permainan komputer bukan hanya untuk  bersenang-senang, tetapi untuk membantu mengajar anak-anak autis  keterampilan sosial.<br />
Pritchard , yang menerima hibah USD20.000 untuk  proyek ini berencana untuk merancang video game pendidikan dengan fokus  pada interaksi dan tanggung jawab.</p>
<p>&#8220;Pemain akan memiliki  pilihan tentang lebih terampil dan kurang terampil terhadap perilaku  mereka. Bisa memberlakukan setelah karakter mengundang mereka atau  melibatkan mereka,&#8221; jelas Pritchard., seperti dilansir TG Daily, Rabu  (2/3/2011).<br />
<span id="more-666"></span><br />
Seorang mahasiswa Lancaster yang bekerja pada proyek  bernama Seth Hutchins menambahkan, &#8220;Permainan ini semua tentang  memberikan pilihan pemain dan memiliki mereka bertanggung jawab.&#8221;</p>
<p>Menurut  Pritchard, salah satu alasan utama anak-anak autis bermain video game  adalah bahwa hal itu sesuatu yang mereka lakukan dengan baik, yang  membuat mereka harus berinteraksi dengan orang lain.</p>
<p>Dia terus  menjelaskan bahwa video game adalah cara yang sangat layak untuk  mengajarkan anak-anak autis keterampilan sosial karena disajikan dalam  format mereka merasa nyaman.</p>
<p>Namun, penekanannya adalah tidak semua pada interaksi, melainkan, lebih dari pesan yang tersembunyi dalam permainan.</p>
<p>&#8220;Anak-anak  dengan autisme memiliki banyak keterampilan tertentu yang kita tidak  memiliki yang begitu istimewa. Saya anggap lebih dari perbedaan,&#8221; kata  Pritchard.</h5>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/game-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html" target="_blank"><img src="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/game-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p><h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/game-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="mainan untuk anak autis">mainan untuk anak autis</a> (13)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/game-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="permainan untuk anak autis">permainan untuk anak autis</a> (10)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/game-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="game untuk anak autis">game untuk anak autis</a> (8)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/game-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="game anak autis">game anak autis</a> (6)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/game-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="permainan utk anak autis">permainan utk anak autis</a> (6)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/game-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="games untuk anak autis">games untuk anak autis</a> (4)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/game-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="permainan autis">permainan autis</a> (4)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/game-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="permainan anak autis">permainan anak autis</a> (4)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/game-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="sosial anak autis">sosial anak autis</a> (3)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/game-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="autis otak neurotransmitter">autis otak neurotransmitter</a> (3)</li></ul><div class="shr-publisher-666"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fberita%2Fgame-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html' data-shr_title='Game+Mampu+Buat+Anak+Autis+Lebih+Sosial+%7C+SekolahAutismeAl-ihsan.com'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fberita%2Fgame-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fberita%2Fgame-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html' data-shr_title='Game+Mampu+Buat+Anak+Autis+Lebih+Sosial+%7C+SekolahAutismeAl-ihsan.com'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fberita%2Fgame-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html' data-shr_title='Game+Mampu+Buat+Anak+Autis+Lebih+Sosial+%7C+SekolahAutismeAl-ihsan.com'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><h2  class="related_post_title">Baca Juga ...!</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/kenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html" title="Kenapa Anak Laki-laki Lebih Rentan Autis? | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Kenapa Anak Laki-laki Lebih Rentan Autis? | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html" title="Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis">Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/film-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="Film Rumah tanpa Jendela, Kisah Sebuah Jendela dan Anak Autis |SekolahAutismeAl-ihsan.com">Film Rumah tanpa Jendela, Kisah Sebuah Jendela dan Anak Autis |SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/kaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html" title="Kaspar, Robot Ramah yang Membantu Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Kaspar, Robot Ramah yang Membantu Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" title="Kurikulum Khusus Penyandang Autis ">Kurikulum Khusus Penyandang Autis </a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/terapi-musik/terapi-musik-dan-pembelajaran-lain-untuk-anak-autis.html" title="Terapi Musik dan Pembelajaran Lain Untuk Anak Autis">Terapi Musik dan Pembelajaran Lain Untuk Anak Autis</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/perbedaan-perilaku-anak-autis-dan-anak-normal.html" title="Perbedaan perilaku anak autis dan anak normal">Perbedaan perilaku anak autis dan anak normal</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-dengan-gangguan-spektrum-autis.html" title="ANAK DENGAN GANGGUAN SPEKTRUM AUTIS">ANAK DENGAN GANGGUAN SPEKTRUM AUTIS</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/sejarah-metode-aba-untuk-terapi-anak-autis.html" title="Sejarah Metode ABA Untuk Terapi Anak autis">Sejarah Metode ABA Untuk Terapi Anak autis</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="Mengenal Retardasi Mental (Mental Retardation) pada Anak">Mengenal Retardasi Mental (Mental Retardation) pada Anak</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/game-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Film Rumah tanpa Jendela, Kisah Sebuah Jendela dan Anak Autis &#124;SekolahAutismeAl-ihsan.com</title>
		<link>http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/film-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html</link>
		<comments>http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/film-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Mar 2011 03:23:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-ihsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[AUTIS]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Jendela]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Sebuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahautismeal-ihsan.com/?p=664</guid>
		<description><![CDATA[Judul film: Rumah tanpa Jendela Genre: Drama musikal anak-anak Sutradara: Aditya Gumay Pemain: Dwi Tasya, Emir Mahira, Atie Kanser, Inggrid Widjanarko, Alicia Djohar, Varissa Camelia, Maudy Ayunda, Raffi Ahmad, Yuni Shara &#8212;&#8212; Sebuah jendela menjadi pangkal kisah Rara, bocah perempuan miskin metropolitan. Keinginannya memiliki jendela untuk rumah bedengnya yang reot boleh dibilang cukup sepele bila [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fberita%2Ffilm-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html' data-shr_title='Film+Rumah+tanpa+Jendela%2C+Kisah+Sebuah+Jendela+dan+Anak+Autis+%7CSekolahAutismeAl-ihsan.com'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fberita%2Ffilm-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fberita%2Ffilm-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html' data-shr_title='Film+Rumah+tanpa+Jendela%2C+Kisah+Sebuah+Jendela+dan+Anak+Autis+%7CSekolahAutismeAl-ihsan.com'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fberita%2Ffilm-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html' data-shr_title='Film+Rumah+tanpa+Jendela%2C+Kisah+Sebuah+Jendela+dan+Anak+Autis+%7CSekolahAutismeAl-ihsan.com'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/kenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html"><img class="alignleft" title="Film Rumah tanpa Jendela, Kisah Sebuah Jendela dan Anak Autis" src="http://image.tempointeraktif.com/?id=66730&amp;width=274" alt="Film Rumah tanpa Jendela, Kisah Sebuah Jendela dan Anak Autis" width="274" height="156" /></a>Judul film: Rumah tanpa Jendela<br />
Genre: Drama musikal anak-anak<br />
Sutradara: Aditya Gumay<br />
Pemain:  Dwi Tasya, Emir Mahira, Atie Kanser, Inggrid Widjanarko, Alicia Djohar,  Varissa Camelia, Maudy Ayunda, Raffi Ahmad, Yuni Shara<br />
&#8212;&#8212;</p>
<p>Sebuah  jendela menjadi pangkal kisah Rara, bocah perempuan miskin  metropolitan. Keinginannya memiliki jendela untuk rumah bedengnya yang  reot boleh dibilang cukup sepele bila dibanding permasalahan yang  dialami Aldo, anak orang kaya yang kesepian. Bagi Aldo, keinginan Rara  itu hanyalah sejentik jari. Dan sebaliknya, di mata Rara, kebutuhan Aldo  akan teman boleh jadi sangat remeh, mengingat bocah perempuan itu  selalu dikelilingi kawan-kawannya, baik di sekolah pemulung maupun di  rumah.</p>
<p>Tapi,  kalau ditimbang-timbang lagi, sebenarnya manakah yang lebih sepele  antara kesepian Aldo dan kebutuhan jendela Rara. Kisah dua bocah itu  tersaji dalam film musikal anak-anak bertajuk <em>Rumah tanpa Jendela</em>. Film arahan sutradara Aditya Gumay, yang sarat makna itu, kini tengah diputar di sejumlah bisokop di Indonesia.<br />
<span id="more-664"></span><br />
Rara  (Dwi Tasya), yang tinggal di sebuah bedeng sempit di perkampungan kumuh  Menteng Pulo, Jakarta, adalah satu di antara segudang potret kemiskinan  kota. Rara tinggal bersama ayahnya, Raga (Raffi Ahmad), dan neneknya,  si Mbok (Inggrid Widjanarko). Kondisi mereka memprihatinkan karena si  Mbok sakit-sakitan dan Raga bekerja serabutan. Maka perihal jendela itu  menjadi sebuah kebutuhan supertersier bagi keluarga Rara.</p>
<p>Kemelaratan  itu terasa begitu pilu ketika disandingkan dengan kehidupan Aldo (Emir  Mahira), bocah kaya berusia 11 tahun yang mengidap autisme ringan. Di  antara gelimang harta, Aldo merasa kian tak diacuhkan keluarganya yang  sibuk secara individual. Hanya kehadiran neneknya, Aisyah (Atie Kanser),  yang menjadi pelipur lara.</p>
<p>Rara-Aldo  dipertemukan dalam sebuah adegan “kecelakaan yang kebetulan”&#8211;sebuah  adegan yang kerap dipakai dalam sinetron-sinetron di televisi. Pada  suatu hari hujan, Rara menjadi pengojek payung. Tak sengaja, mobil mewah  yang ditumpangi Aldo menyerempet gadis itu. Dari sinilah persahabatan  mereka bergulir.</p>
<p>Rumah  tanpa Jendela merupakan proyek kolaborasi kedua antara Aditya Gumay dan  penulis cerita pendek Asma Nadia. Sebelumnya, Aditya sempat  mengadaptasi karya Asma berjudul <em>Emak Ingin Naik Haji</em> ke layar lebar. Film <em>Rumah tanpa Jendela</em> diangkat dari cerpen Asma berjudul asli <em>Jendela Rara</em>.</p>
<p>Sebagai  sebuah film musikal anak-anak, boleh dikatakan ini cukup baik,  setidaknya di awal cerita. Sayang, masuknya subcerita di tengah film  agak mengganggu plot cerita. Alih-alih ingin memperkaya plot, subcerita  itu justru membuat film ini kehilangan salah satu esensinya, yakni  musikalitas.</p>
<p>Yang  juga disayangkan, semua lagu di film ini dinyanyikan bersama dan  menihilkan lead vocal. Itu berbeda sekali dengan film musikal anak-anak <em>Petualangan Sherina</em> yang mampu menghidupkan lagu dan masih <em>nyantel</em> hingga kini.</p>
<p>Meski  begitu, kemampuan akting para pemainnya, yang sebagian besar dari  Sanggar Ananda dan Teater Kawula Muda, sangat baik. Hampir tak ada  persoalan. Emir Mahira, yang sempat membintangi film <em>Melodi</em> (2010), bermain bagus sebagai sosok anak autis. Begitu pula Dwi Tasya,  yang tampak mampu mengimbangi Emir dan membentuk chemistry yang pas  dalam duet mereka. Lalu kehadiran para pemain senior&#8211;seperti Inggris  Widjanarko, Alicia Johar, dan Atie Kanser&#8211;juga cukup bagus.</p>
<p>Menurut sutradara Aditya, keuntungan film <em>Rumah tanpa Jendela</em> nantinya akan disumbangkan sepenuhnya untuk menyokong anak-anak penderita autisme lewat Dompet Dhuafa.</p>
<p><strong>AGUSLIA HIDAYAH</strong></p>
<p>Sumber<strong>: </strong><a title="Film Rumah tanpa Jendela" href="http://www.tempointeraktif.com/hg/film/2011/03/03/brk,20110303-317411,id.html" target="_blank">http://www.tempointeraktif.com/hg/film/2011/03/03/brk,20110303-317411,id.html</a></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/film-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html" target="_blank"><img src="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/film-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p><h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/film-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="pemain rumah tanpa jendela">pemain rumah tanpa jendela</a> (181)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/film-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="cerita rumah tanpa jendela">cerita rumah tanpa jendela</a> (137)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/film-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="Nama Pemain Rumah Tanpa Jendela">Nama Pemain Rumah Tanpa Jendela</a> (26)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/film-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="pemain film RUMAH TANPA JENDELA">pemain film RUMAH TANPA JENDELA</a> (24)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/film-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="pemeran rumah tanpa jendela">pemeran rumah tanpa jendela</a> (15)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/film-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="film tentang anak autis">film tentang anak autis</a> (14)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/film-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="foto rumah ikhsan di blok b">foto rumah ikhsan di blok b</a> (12)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/film-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="Kisah Rumah Tanpa Jendela">Kisah Rumah Tanpa Jendela</a> (11)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/film-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="biodata pemain rumah tanpa jendela">biodata pemain rumah tanpa jendela</a> (9)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/film-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="nama pemain film rumah tanpa jendela">nama pemain film rumah tanpa jendela</a> (9)</li></ul><div class="shr-publisher-664"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fberita%2Ffilm-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html' data-shr_title='Film+Rumah+tanpa+Jendela%2C+Kisah+Sebuah+Jendela+dan+Anak+Autis+%7CSekolahAutismeAl-ihsan.com'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fberita%2Ffilm-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fberita%2Ffilm-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html' data-shr_title='Film+Rumah+tanpa+Jendela%2C+Kisah+Sebuah+Jendela+dan+Anak+Autis+%7CSekolahAutismeAl-ihsan.com'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fberita%2Ffilm-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html' data-shr_title='Film+Rumah+tanpa+Jendela%2C+Kisah+Sebuah+Jendela+dan+Anak+Autis+%7CSekolahAutismeAl-ihsan.com'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><h2  class="related_post_title">Baca Juga ...!</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html" title="Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis">Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/game-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="Game Mampu Buat Anak Autis Lebih Sosial | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Game Mampu Buat Anak Autis Lebih Sosial | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/kaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html" title="Kaspar, Robot Ramah yang Membantu Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Kaspar, Robot Ramah yang Membantu Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/kenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html" title="Kenapa Anak Laki-laki Lebih Rentan Autis? | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Kenapa Anak Laki-laki Lebih Rentan Autis? | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" title="Kurikulum Khusus Penyandang Autis ">Kurikulum Khusus Penyandang Autis </a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/terapi-musik/terapi-musik-dan-pembelajaran-lain-untuk-anak-autis.html" title="Terapi Musik dan Pembelajaran Lain Untuk Anak Autis">Terapi Musik dan Pembelajaran Lain Untuk Anak Autis</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/perbedaan-perilaku-anak-autis-dan-anak-normal.html" title="Perbedaan perilaku anak autis dan anak normal">Perbedaan perilaku anak autis dan anak normal</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-dengan-gangguan-spektrum-autis.html" title="ANAK DENGAN GANGGUAN SPEKTRUM AUTIS">ANAK DENGAN GANGGUAN SPEKTRUM AUTIS</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/sejarah-metode-aba-untuk-terapi-anak-autis.html" title="Sejarah Metode ABA Untuk Terapi Anak autis">Sejarah Metode ABA Untuk Terapi Anak autis</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="Mengenal Retardasi Mental (Mental Retardation) pada Anak">Mengenal Retardasi Mental (Mental Retardation) pada Anak</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/film-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaspar, Robot Ramah yang Membantu Anak Autis &#124; SekolahAutismeAl-ihsan.com</title>
		<link>http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/kaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html</link>
		<comments>http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/kaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Mar 2011 01:48:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-ihsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[AUTIS]]></category>
		<category><![CDATA[Kaspar]]></category>
		<category><![CDATA[Membantu]]></category>
		<category><![CDATA[Ramah]]></category>
		<category><![CDATA[Robot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahautismeal-ihsan.com/?p=652</guid>
		<description><![CDATA[Kemajuan teknologi telah membantu meringankan kerja manusia. Salah satu contohnya adalah robot yang satu ini, Kaspar. Penulis : Annisa Indri Lestari EDEN Sawczenko, sangat senang dipegang tangannya dan berbalik memeluk sebuah robot berwujud gadis kecil. Tahun ini, gadis kecil berumur 4 tahun yang mengidap autis ini mulai bermain dengan robot yang mengajarkan tentang emosi dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fberita%2Fkaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html' data-shr_title='Kaspar%2C+Robot+Ramah+yang+Membantu+Anak+Autis+%7C+SekolahAutismeAl-ihsan.com'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fberita%2Fkaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fberita%2Fkaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html' data-shr_title='Kaspar%2C+Robot+Ramah+yang+Membantu+Anak+Autis+%7C+SekolahAutismeAl-ihsan.com'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fberita%2Fkaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html' data-shr_title='Kaspar%2C+Robot+Ramah+yang+Membantu+Anak+Autis+%7C+SekolahAutismeAl-ihsan.com'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><a href="sekolahautismeal-ihsan.com"><img class="alignleft size-full wp-image-653" title="Kaspar Robot Ramah yang Membantu Anak Autis" src="http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20110309_044218_kaspar.jpg" alt="Kaspar, Robot Ramah yang Membantu Anak Autis " width="306" height="241" /></a>Kemajuan teknologi telah membantu meringankan kerja manusia. Salah satu contohnya adalah robot yang satu ini, Kaspar.</p>
<p>Penulis : Annisa Indri Lestari</p>
<p>EDEN Sawczenko, sangat senang dipegang tangannya dan berbalik memeluk sebuah robot berwujud gadis kecil.</p>
<p>Tahun ini, gadis kecil berumur 4 tahun yang mengidap autis ini mulai  bermain dengan robot yang mengajarkan tentang emosi dan kontak fisik.</p>
<p>&#8220;Dia jauh lebih sayang dengan teman-temannya sekarang dan bahkan mulai memeluk mereka,&#8221; kata Claire Sawczenko, ibu Eden.</p>
<p>Eden menghadiri pra sekolah untuk anak autis di Stevenage, utara  London. Saat itu, peneliti sengaja membawa robot berwujud anak-anak.  Kaspar memiliki rambut hitam ikal dan berkaos kaki garis-garis merah.<br />
<span id="more-652"></span><br />
Anak autis bisa bermain dengan robot itu selama 10 menit bersama seorang ilmuwan yang mengendalikan robot dengan <em>remote control</em>. Robot bernama Kaspar ini bisa bersuara dan berkata, &#8220;Hello, nama saya Kaspar. Ayo main bersama&#8221;.</p>
<p>Kemudian tertawa, menyentuh, menggerakkan tangan ke atas dan ke  bawah, menyembunyikan wajah dengan tangan, menangis dan sakit ketika  ditampar terlalu keras. Kaspar juga bisa tersenyum, cemberut, berkedip  dan memeluk.</p>
<p>Konsultan autisme Nan Cannon-Jones mengatakan, robot itu membantu anak-anak memahami emosi dan bahasa.</p>
<p>Robot tersebut diciptakan oleh para ilmuwan di University of Hertfordshire dengan biaya sekitar US$2.118.</p>
<p>Ada beberapa versi Kaspar dan bisa dimainkan di Nintendo Wii. Meski  robot ini masih dalam tahap percobaan, namun peneliti berharap bisa  memproduksinya secara massal dalam satu hari.</p>
<p>&#8220;Anak-anak dengan autisme tidak bereaksi dengan baik karena mereka  tidak mengerti ekspresi wajah. Karena itu, kita ciptakan sebuah robot  yang bisa mengajarkan ekspresi wajah,&#8221; kata Ben Robins, Peneliti Senior  Ilmu Komputer di University of Hertfordshire.</p>
<p>Para ilmuwan di University of Hertfordshire pernah membuat robot  versi Kaspar pada 2005. Namun kini, mereka mengeluarkan model terbaru  yang terbuat dari patch silikon sehingga kulit robot mirip dengan kulit  manusia. Hal ini bisa membantu anak-anak menjadi lebih nyaman saat  menyentuh orang.</p>
<p>Hampir 300 anak-anak di Inggris menderita autisme, sebuah gangguan  yang mempengaruhi perkembangan interaksi sosial dan komunikasi.</p>
<p>Sumber: <a title="Kaspar, Robot Ramah yang Membantu Anak Autis " href="http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/10/208881/45/7/Kaspar-Robot-Ramah-yang-Membantu-Anak-Autis" target="_blank">http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/10/208881/45/7/Kaspar-Robot-Ramah-yang-Membantu-Anak-Autis</a></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/kaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html" target="_blank"><img src="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/kaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p><h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/kaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html" title="irama neurobiologis tahap tidur">irama neurobiologis tahap tidur</a> (4)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/kaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html" title="Annisa Indri Lestari">Annisa Indri Lestari</a> (3)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/kaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html" title="robot yang membantu pekerjaan manusia">robot yang membantu pekerjaan manusia</a> (2)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/kaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html" title="robot untuk anak autis">robot untuk anak autis</a> (2)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/kaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html" title="kisah anak yang ramah">kisah anak yang ramah</a> (1)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/kaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html" title="indri autis">indri autis</a> (1)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/kaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html" title="robot yg dapat membantu meringankan pekerjaan manusia">robot yg dapat membantu meringankan pekerjaan manusia</a> (1)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/kaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html" title="robotik dan anak autis">robotik dan anak autis</a> (1)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/kaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html" title="robotika dan autisme">robotika dan autisme</a> (1)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/kaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html" title="robotika untuk anak sekolah">robotika untuk anak sekolah</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-652"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fberita%2Fkaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html' data-shr_title='Kaspar%2C+Robot+Ramah+yang+Membantu+Anak+Autis+%7C+SekolahAutismeAl-ihsan.com'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fberita%2Fkaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fberita%2Fkaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html' data-shr_title='Kaspar%2C+Robot+Ramah+yang+Membantu+Anak+Autis+%7C+SekolahAutismeAl-ihsan.com'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fberita%2Fkaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html' data-shr_title='Kaspar%2C+Robot+Ramah+yang+Membantu+Anak+Autis+%7C+SekolahAutismeAl-ihsan.com'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><h2  class="related_post_title">Baca Juga ...!</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html" title="Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis">Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/game-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="Game Mampu Buat Anak Autis Lebih Sosial | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Game Mampu Buat Anak Autis Lebih Sosial | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/film-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="Film Rumah tanpa Jendela, Kisah Sebuah Jendela dan Anak Autis |SekolahAutismeAl-ihsan.com">Film Rumah tanpa Jendela, Kisah Sebuah Jendela dan Anak Autis |SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/kenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html" title="Kenapa Anak Laki-laki Lebih Rentan Autis? | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Kenapa Anak Laki-laki Lebih Rentan Autis? | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" title="Kurikulum Khusus Penyandang Autis ">Kurikulum Khusus Penyandang Autis </a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/membantu-abk-anak-berkebutuhan-khusus-belajar-belanja-di-supermarket-mendorong-trolly.html" title="Membantu ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) Belajar Belanja di Supermarket (Mendorong Trolly)">Membantu ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) Belajar Belanja di Supermarket (Mendorong Trolly)</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/terapi-musik/terapi-musik-dan-pembelajaran-lain-untuk-anak-autis.html" title="Terapi Musik dan Pembelajaran Lain Untuk Anak Autis">Terapi Musik dan Pembelajaran Lain Untuk Anak Autis</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/perbedaan-perilaku-anak-autis-dan-anak-normal.html" title="Perbedaan perilaku anak autis dan anak normal">Perbedaan perilaku anak autis dan anak normal</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-dengan-gangguan-spektrum-autis.html" title="ANAK DENGAN GANGGUAN SPEKTRUM AUTIS">ANAK DENGAN GANGGUAN SPEKTRUM AUTIS</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/sejarah-metode-aba-untuk-terapi-anak-autis.html" title="Sejarah Metode ABA Untuk Terapi Anak autis">Sejarah Metode ABA Untuk Terapi Anak autis</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/kaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Anak Laki-laki Lebih Rentan Autis? &#124; SekolahAutismeAl-ihsan.com</title>
		<link>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/kenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html</link>
		<comments>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/kenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Feb 2011 08:33:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-ihsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[autisme]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[AUTIS]]></category>
		<category><![CDATA[Kenapa]]></category>
		<category><![CDATA[Laki-laki]]></category>
		<category><![CDATA[Lebih]]></category>
		<category><![CDATA[Rentan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahautismeal-ihsan.com/?p=647</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa Anak Laki-laki Lebih Rentan Autis? Dibandingkan perempuan, laki-laki lebih rentan mengalami autisme atau gangguan interaksi sosial. Sebuah penelitian menemukan kenapa anak laki-laki lebih banyak terkena autis. Penyebabnya adalah hormon seks, karena laki-laki lebih banyak memproduksi testosteron sementara perempuan lebih banyak memproduksi esterogen. Kedua hormon itu memiliki efek bertolak belakang terhadap suatu gen pengatur fungsi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fkenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html' data-shr_title='Kenapa+Anak+Laki-laki+Lebih+Rentan+Autis%3F+%7C+SekolahAutismeAl-ihsan.com'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fkenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fkenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html' data-shr_title='Kenapa+Anak+Laki-laki+Lebih+Rentan+Autis%3F+%7C+SekolahAutismeAl-ihsan.com'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fkenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html' data-shr_title='Kenapa+Anak+Laki-laki+Lebih+Rentan+Autis%3F+%7C+SekolahAutismeAl-ihsan.com'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><h1><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/uploads/2011/02/Kenapa-Anak-Laki-laki-Lebih-Rentan-Autis.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-648" title="Kenapa Anak Laki-laki Lebih Rentan Autis" src="http://images.detik.com/content/2011/02/21/764/autis-ts-dalam.jpg" alt="Kenapa Anak Laki-laki Lebih Rentan Autis" width="200" height="200" /></a>Kenapa Anak Laki-laki Lebih Rentan Autis?</h1>
<p>Dibandingkan perempuan, laki-laki lebih rentan mengalami autisme atau  gangguan interaksi sosial. Sebuah penelitian menemukan kenapa anak  laki-laki lebih banyak terkena autis.</p>
<p>Penyebabnya adalah hormon  seks, karena laki-laki lebih banyak memproduksi testosteron sementara  perempuan lebih banyak memproduksi esterogen.</p>
<p>Kedua hormon itu memiliki efek bertolak belakang terhadap suatu gen pengatur fungsi otak yang disebut <em>retinoic acid-related orphan receptor-alpha</em> atau RORA. Testosteron menghambat kerja RORA, sementara esterogen justru meningkatkan kinerjanya.</p>
<p>Terhambatnya kinerja RORA menyebabkan berbagai masalah koordinasi tubuh, antara lain terganggunya jam biologis atau <em>circardian rythm</em> yang berdampak pada pola tidur. Kerusakan saraf akibat stres dan  inflamasi (radang) jaringan otak juga meningkat ketika aktivitas RORA  terhambat.<br />
<span id="more-647"></span><br />
Meski bukan menjadi <strong>penyebab</strong> langsung, kadar testosteron yang tinggi berhubungan dengan risiko  autisme. Sebab, gangguan pola tidur serta kerusakan saraf akibat stres  dan inflamasi di otak merupakan beberapa keluhan yang sering dialami  para penderita autis.</p>
<p>Selain itu, sebuah penelitian di <em>George Washington University</em> menunjukkan bahwa aktivitas RORA cenderung lebih rendah pada penderita  autis dibandingkan pada orang normal. Bukti ini menguatkan hubungan  antara testosteron dengan risiko autis.</p>
<p>&#8220;Sejak lama testosteron  diduga berhubungan dengan autis, namun belum pernah ada pembuktian  molekuler tentang hal itu. Penelitian ini makin menegaskan bahwa hormon  ini berperan besar pada autis,&#8221; ungkap sang peneliti, Valerie Hu seperti  dikutip dari <em>Newscientist</em>, Senin (21/2/2011).</p>
<p>Penelitian lain yang juga mengaitkan hormon seks dengan autis pernah dilakukan oleh Simon Baron-Cohen dari <em>University of Cambridge</em>.  Ketika itu Cohen menyimpulkan risiko autis meningkat jika sejak dalam  kandungan janin sudah banyak terpapar testosteron, misalnya karena  pemakaian obat-obat penghambat esterogen.</p>
<p>Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal <em>Public Library of Science ONE</em> edisi bulan Februari 2011.</p>
<p>Autis  merupakan salah satu jenis gangguan perkembangan anak yang bersifat  kompleks. Penyebabnya antara lain gangguan neurobiologis yang  mempengaruhi fungsi otak, sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan  berkomunikasi yang baik dengan lingkungan sosialnya</p>
<p>Sumber: <a href="http://health.detik.com/read/2011/02/21/134459/1575127/764/kenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis" target="_blank">http://health.detik.com/read/2011/02/21/134459/1575127/764/kenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<div>Autisme Dipengaruhi Kadar Testosteron</div>
<div>Penulis : Prita Daneswari</div>
<p>SEBUAH studi yang dilakukan  Profesor Fiona Stanley dari Institut Telethon Australia menemukan bahwa  paparan testosteron berkadar tinggi di rahim bisa meningkatkan risiko  autisme pada bayi.</p>
<p>Ditemukan pula bahwa anak perempuan dengan gejala autis di usia 2  tahun akan mengalami haid pertama mereka enam bulan lebih awal. Hasil  itu diketahui setelah dilakukan penelitian terhadap 383 anak perempuan  yang tidak didiagnosis dengan autisme. Saat berusia 2 tahun, setiap anak  diberikan penilaian perilaku autistik seperti menghindari tatapan orang  lain.</p>
<p>&#8220;Penemuan ini menunjukkan bahwa paparan testosteron dalam kandungan  berperan dalam mengatur perilaku, baik autis maupun usia pertama kali  haid.,&#8221; kata ketua tim peneliti Andrew Whitehouse. Ia menambahkan, hasil  ini mendukung teori bahwa autisme merupakan gangguan perilaku dan  bentuk ekstrem dari kejiwaan laki-laki.</p>
<p>&#8220;Autisme sebenarnya merupakan suatu kondisi yang didominasi kaum  laki-laki. Terhitung, perbandingan penderita laki-laki dan perempuan  yakni 4:1,&#8221; katanya, seperti dikutip The Australian, Senin (7/2).</p>
<p>Namun, pada perempuan, penyebabnya dimungkinkan adalah kadar hormon  laki-laki yang terlalu banyak yang dalam hal ini yang paling aktif  secara biologis adalah testosteron.&#8221; Tim Whitehouse pun kini berencana  mengadakan studi pertama guna mengidentifikasi kaitan antara hormon dan  kecenderungan autisme itu.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2011/02/08/3693/2/Autisme-Dipengaruhi-Kadar-Testosteron" target="_blank">http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2011/02/08/3693/2/Autisme-Dipengaruhi-Kadar-Testosteron</a></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/kenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html" target="_blank"><img src="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/kenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p><h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/kenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html" title="lowongan kerja sekolah autis">lowongan kerja sekolah autis</a> (5)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/kenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html" title="kenapa autis">kenapa autis</a> (4)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/kenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html" title="kenapa autis lebih banyak laki-laki?">kenapa autis lebih banyak laki-laki?</a> (3)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/kenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html" title="kenapa anak autis">kenapa anak autis</a> (3)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/kenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html" title="penyebab anak autis">penyebab anak autis</a> (3)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/kenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html" title="penyebab anak menderita autis">penyebab anak menderita autis</a> (3)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/kenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html" title="prevalensi autisme kenapa lebih banyak laki perempuan">prevalensi autisme kenapa lebih banyak laki perempuan</a> (3)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/kenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html" title="anak perempuan autis">anak perempuan autis</a> (3)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/kenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html" title="cerebral palsy banyak pada anak laki laki">cerebral palsy banyak pada anak laki laki</a> (2)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/kenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html" title="mengapa laki-laki lebih sering terkena retardasi mental">mengapa laki-laki lebih sering terkena retardasi mental</a> (2)</li></ul><div class="shr-publisher-647"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fkenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html' data-shr_title='Kenapa+Anak+Laki-laki+Lebih+Rentan+Autis%3F+%7C+SekolahAutismeAl-ihsan.com'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fkenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fkenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html' data-shr_title='Kenapa+Anak+Laki-laki+Lebih+Rentan+Autis%3F+%7C+SekolahAutismeAl-ihsan.com'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fkenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html' data-shr_title='Kenapa+Anak+Laki-laki+Lebih+Rentan+Autis%3F+%7C+SekolahAutismeAl-ihsan.com'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><h2  class="related_post_title">Baca Juga ...!</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/game-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="Game Mampu Buat Anak Autis Lebih Sosial | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Game Mampu Buat Anak Autis Lebih Sosial | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html" title="Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis">Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/film-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="Film Rumah tanpa Jendela, Kisah Sebuah Jendela dan Anak Autis |SekolahAutismeAl-ihsan.com">Film Rumah tanpa Jendela, Kisah Sebuah Jendela dan Anak Autis |SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/kaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html" title="Kaspar, Robot Ramah yang Membantu Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Kaspar, Robot Ramah yang Membantu Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" title="Kurikulum Khusus Penyandang Autis ">Kurikulum Khusus Penyandang Autis </a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/terapi-musik/terapi-musik-dan-pembelajaran-lain-untuk-anak-autis.html" title="Terapi Musik dan Pembelajaran Lain Untuk Anak Autis">Terapi Musik dan Pembelajaran Lain Untuk Anak Autis</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/perbedaan-perilaku-anak-autis-dan-anak-normal.html" title="Perbedaan perilaku anak autis dan anak normal">Perbedaan perilaku anak autis dan anak normal</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-dengan-gangguan-spektrum-autis.html" title="ANAK DENGAN GANGGUAN SPEKTRUM AUTIS">ANAK DENGAN GANGGUAN SPEKTRUM AUTIS</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/sejarah-metode-aba-untuk-terapi-anak-autis.html" title="Sejarah Metode ABA Untuk Terapi Anak autis">Sejarah Metode ABA Untuk Terapi Anak autis</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="Mengenal Retardasi Mental (Mental Retardation) pada Anak">Mengenal Retardasi Mental (Mental Retardation) pada Anak</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/kenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wisata Berkuda Jadi Pilihan Terapi Anak Autis &#124; SekolahAutismeAl-ihsan.com</title>
		<link>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/wisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html</link>
		<comments>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/wisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Feb 2011 08:18:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-ihsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[autisme]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Autisme]]></category>
		<category><![CDATA[Berkuda]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penyandang]]></category>
		<category><![CDATA[rekreasi]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi]]></category>
		<category><![CDATA[TERAPI]]></category>
		<category><![CDATA[Terapi Autis]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahautismeal-ihsan.com/?p=642</guid>
		<description><![CDATA[Wisata Berkuda Jadi Pilihan Terapi Anak Autis. Solusi rekreasi sambil terapi bagi anak penyandang autisme di Indonesia. Oleh: Nirmala Ali Naik kuda ternyata bisa memberi banyak manfaat. Selain rekreasi, memperindah bentuk tubuh, dan kepentingan prestasi tetapi juga bisa untukmembantu  mengurangi  gangguan autis. Lantas bagaimana sampai bisa membantu? Dengan menunggang kuda, anak autis dilatih konsentrasi, keseimbangan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fwisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html' data-shr_title='Wisata+Berkuda+Jadi+Pilihan+Terapi+Anak+Autis+%7C+SekolahAutismeAl-ihsan.com'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fwisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fwisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html' data-shr_title='Wisata+Berkuda+Jadi+Pilihan+Terapi+Anak+Autis+%7C+SekolahAutismeAl-ihsan.com'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fwisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html' data-shr_title='Wisata+Berkuda+Jadi+Pilihan+Terapi+Anak+Autis+%7C+SekolahAutismeAl-ihsan.com'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/uploads/2011/02/Wisata-Berkuda-Jadi-Pilihan-Terapi-Anak-Autis.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-645" title="Wisata Berkuda Jadi Pilihan Terapi Anak Autis" src="http://www.surabayapost.co.id/gambar/848e56d1082ac1c09f654ecb3fa640ea.jpg" alt="Wisata Berkuda Jadi Pilihan Terapi Anak Autis" /></a>Wisata Berkuda Jadi Pilihan Terapi Anak Autis. Solusi rekreasi sambil terapi bagi anak penyandang autisme di Indonesia.</p>
<p>Oleh: Nirmala Ali</p>
<p><em>Naik  kuda ternyata bisa memberi banyak manfaat. Selain rekreasi, memperindah  bentuk tubuh, dan kepentingan prestasi tetapi juga bisa untukmembantu   mengurangi  gangguan autis. Lantas bagaimana sampai bisa membantu?</em></p>
<p>Dengan  menunggang kuda, anak autis dilatih konsentrasi, keseimbangan,  perasaan, kepekaan, dan emosi. Karena, katanya, selain membutuhkan  konsentrasi dan keseimbangan, memperlakukan kuda agar mau menurut dengan  penunggangnya dibutuhkan perasaan dan pengendalian emosi.</p>
<p>“Saat  anak-anak autis berada di punggung kuda mau tidak mau mereka diharuskan  berkonsentrasi penuh agar tidak jatuh,” kata Adriana Ekawati, psikolog   Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag), Senin (21/2).</p>
<p>“Berbeda  dengan manusia, kuda tidak bisa dibayar dengan uang agar dia mau  mengikuti perintah. Kuda harus diperlakukan dengan kasih,” tambahnya.</p>
<p>Hal  inilah yang kemudian dapat mengurangi kesulitan anak autis dalam  menjalin hubungan sosial. “ Karena tidak mungkin bisa dipaksakan inilah  yang mungkin mempercepat proses pemulihan kesulitan berkonsentrasi pada  anak-anak autis,” jelasnya.<span id="more-642"></span></p>
<p>Dalam terapi ini  anak-anak juga diajari untuk tidak takut pada kuda yang sosoknya lebih  besar daripada manusia,” tuturnya. Namun, lanjutnya, untuk anak-anak  sebaiknya menggunakan kuda poni, yang sifatnya lebih mudah jinak. Cara  terapinya, dimulai dengan melakukan pendekatan secara perlahan dan  bertahap. “Dimulai dengan mengusap kepalanya, punggungnya, membersihkan  kakinya sehingga lama-lama anak penderita autis akan merasa ini seperti  binatang peliharaan. Hal ini baik bagi anak untuk membangun rasa percaya  diri dan kerja sama dua makhluk,” terangnya.</p>
<p>Setelah  kenal dan terbiasa  berkuda akan memberikan rasa nyaman dan  menyenangkan secara psikologis untuk anak penderita autis. Karena mereka  bisa puas bercerita tanpa takut disanggah dan dianggap ‘aneh’. “Di  Jerman, berkuda juga  dikembangkan menjadi terapi untuk melawan  ketergantungan obat,”ungkapnya.</p>
<p>Oleh terapis,  anak penderita autis juga akan diajarkan cara menunggang kuda yang  benar. Mulai dari cara menaiki kuda, memegang pelana, hingga  mengendalikan kuda. Menurut Adri, dampak positif berkuda bagi anak autis  akan terasa setelah 40 jam menunggang kuda. “ Jam terbang sebanyak itu  bisa diperoleh dengan menunggang kuda minimal seminggu sekali selama  satu jam dan tentunya harus berkelanjutan,” ungkapnya.</p>
<p>Adri  mengatakan beberapa orang pasiennya, yang rutin melakukan terapi ini  paling tidak terus menerus selama 2 bulan telah mendapatkan perubahan  yang positif. “Setelah menjalani terapi ini orang tua anak penderita  autis mengaku bahwa anaknya mulai bisa diajak berkomunikasi dan sudah  mau menceritakan tentang pengalamannya kepada sang ibu,&#8221; ujarnya. Untuk  itulah, terapi ini disukai oleh kebanyakan orang tua pasiennya. “ Selain  biayanya lebih murah, efek perubahannya juga lebih cepat,” katanya.</p>
<p>Meskipun  ia menambahkan, sama halnya terapi dengan menggunakan lumba-lumba,  terapi ini tidak bisa menyembuhkan sepenuhnya. “Tetapi bisa meredakan  beberapa gejala autisme dengan cara menguatkan proses penyembuhan  mereka,” tuturnya.</p>
<p>Hal senada dikatakan Lisa  McCallum, terapis berkuda dari Sleepy Hollow Therapeutic Riding Centre  dan South African Riding for the Disabled Association (Sarda).</p>
<p>Menunggang  kuda, bagi sebagian orang adalah kegiatan menyenangkan. Namun untuk  anak yang memiliki keterbatasan, menunggang kuda bisa menjadi salah satu  cara penyembuhan “Setiap tahun, banyak orang merasakan manfaat dari  terapi menunggang kuda dan jumlahnya terus meningkat,” terangnya.</p>
<p>Sedangkan,  kata Profesor Grandin, pemerhati terapi berkuda mengatakan, setiap  gerakan yang berulang, seperti berkuda, yang mengharuskan seseorang  untuk terus-menerus mencari dan menyesuaikan keseimbangan, merangsang  wilayah otak yang bertanggung jawab untuk belajar. “Hewan-hewan itu  dapat memainkan peran kunci dalam pencapaian anak autistik. Sentuhan  sederhana yang tidak menghakimi yang diberikan hewan dapat membawa  kenyamanan yang luar biasa dan membantu memecahkan hambatan komunikasi  pada anak autis,” paparnya.*</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tempat Wisata Berkuda bagi Anak Berkebutuhan Khusus :</p>
<p><strong>Tawangmangu, Jateng</strong></p>
<p>Sebuah  tempat plesiran 42 km sebelah Timur Kota Solo. Lokasinya terletak di  lereng sebelah Barat Gunung Lawu di ketinggian 1050 meter dari permukaan  laut. Wisata berkuda di tempat ini dikenakan tarif Rp 25.000,00 selama  satu jam atau Rp 40.000,00 untuk menuju kawasan terjun.</p>
<p><strong>Lembang, Bandung </strong></p>
<p>Wisata  berkuda DeRanch Lembang. Di DeRanch Lembang dikenakan tarif Rp 10 ribu  untuk sekali masuk. Untuk menunggang kuda selama satu kali putaran  mengelilingi pedok dikenakan tarif Rp 25 ribu. Sedangkan untuk paket fun  riding bertarif Rp 100 ribu per jam dan paket riding out Rp 150 ribu  per jam. Semua aktivitas berkuda dilakukan dalam pengawasan instruktur.</p>
<p><strong>Kota</strong><strong> Batu, Jawa Timur</strong></p>
<p>Wisata berkuda di Desa Wisata Bunga Sidomulyo Kota Batu Anda akan dikenakan tarif  Rp 35.000,00 per satu jam</p>
<p><strong>Sarangan, Magetan, Jawa Timur</strong></p>
<p>Berkeliling di sekitar Telaga Sarangan. Anda akan dikenakan biaya sebesar Rp. 40.000  untuk melakukan satu kali putaran.</p>
<p>Catatan  : Jika tidak mempunyai terapis khusus berkuda untuk anak berkebutuhan  khusus, maka saat berkuda anak harus selalu didampingi psikolog dan  instruktur ( pemilik kuda).</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&amp;act=view&amp;id=d39d9b077655f2e500ce62bb9d19e73d&amp;jenis=c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c" target="_blank">http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&amp;act=view&amp;id=d39d9b077655f2e500ce62bb9d19e73d&amp;jenis=c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c</a></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/wisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html" target="_blank"><img src="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/wisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p><h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/wisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html" title="definisi terapi berkuda">definisi terapi berkuda</a> (10)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/wisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html" title="tempat terapi berkebutuhan khusus di bandung">tempat terapi berkebutuhan khusus di bandung</a> (4)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/wisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html" title="solusi untuk anak autis">solusi untuk anak autis</a> (3)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/wisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html" title="tempat wisata berkuda di indonesia">tempat wisata berkuda di indonesia</a> (3)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/wisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html" title="terapi berkuda berkebutuhan khusus">terapi berkuda berkebutuhan khusus</a> (3)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/wisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html" title="rekreasi anak autis">rekreasi anak autis</a> (3)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/wisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html" title="terapi berkuda">terapi berkuda</a> (3)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/wisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html" title="cara naik kuda">cara naik kuda</a> (2)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/wisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html" title="terapi naik kuda anak autis">terapi naik kuda anak autis</a> (2)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/wisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html" title="terapi naik kuda untuk anak autis">terapi naik kuda untuk anak autis</a> (2)</li></ul><div class="shr-publisher-642"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fwisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html' data-shr_title='Wisata+Berkuda+Jadi+Pilihan+Terapi+Anak+Autis+%7C+SekolahAutismeAl-ihsan.com'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fwisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fwisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html' data-shr_title='Wisata+Berkuda+Jadi+Pilihan+Terapi+Anak+Autis+%7C+SekolahAutismeAl-ihsan.com'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fwisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html' data-shr_title='Wisata+Berkuda+Jadi+Pilihan+Terapi+Anak+Autis+%7C+SekolahAutismeAl-ihsan.com'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><h2  class="related_post_title">Baca Juga ...!</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html" title="Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis">Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/terapi-musik/memotivasi-anak-autisme-dengan-terapi-musik.html" title="Memotivasi Anak Autisme Dengan Terapi Musik">Memotivasi Anak Autisme Dengan Terapi Musik</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-bagi-individu-dengan-autisme-wikipedia-indonesia.html" title="Terapi Bagi Individu dengan Autisme, wikipedia Indonesia">Terapi Bagi Individu dengan Autisme, wikipedia Indonesia</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/gejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html" title="Gejala autisme pada anak, wikipedia Indonesia">Gejala autisme pada anak, wikipedia Indonesia</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/terapi-musik/terapi-musik-untuk-anak-autisme-salah-satu-alternatif.html" title="Terapi Musik Untuk Anak Autisme Salah Satu Alternatif">Terapi Musik Untuk Anak Autisme Salah Satu Alternatif</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html" title="Anak Autisme Gunakan Otak dengan Cara Berbeda">Anak Autisme Gunakan Otak dengan Cara Berbeda</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/terapi-autisme-pakai-ekstasi-dalam-penelitian.html" title="Terapi Autisme Pakai Ekstasi &#8211; dalam penelitian">Terapi Autisme Pakai Ekstasi &#8211; dalam penelitian</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" title="Kurikulum Khusus Penyandang Autis ">Kurikulum Khusus Penyandang Autis </a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/video/proses-syuting/video-wawancara-guru-terapi-musik-sulfi-alhamdi-sekolah-khusus-autisme-al-ihsan.html" title="Video wawancara guru terapi musik (Sulfi Alhamdi) sekolah khusus Autisme Al-Ihsan">Video wawancara guru terapi musik (Sulfi Alhamdi) sekolah khusus Autisme Al-Ihsan</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/terapi-musik/syuting-wawancara-dengan-guru-terapi-musik-sekolah-khusus-autisme-al-ihsan.html" title="Syuting Wawancara Dengan Guru Terapi Musik Sekolah Khusus Autisme Al-Ihsan">Syuting Wawancara Dengan Guru Terapi Musik Sekolah Khusus Autisme Al-Ihsan</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/wisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kurikulum Khusus Penyandang Autis</title>
		<link>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html</link>
		<comments>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 01:48:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-ihsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Autism]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[AUTIS]]></category>
		<category><![CDATA[biasa]]></category>
		<category><![CDATA[DENGAN]]></category>
		<category><![CDATA[khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN bagi]]></category>
		<category><![CDATA[penyandang]]></category>
		<category><![CDATA[sama]]></category>
		<category><![CDATA[tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahautismeal-ihsan.com/?p=554</guid>
		<description><![CDATA[PENDIDIKAN bagi anak penyandang autis tidak sama dengan anak biasa. Kurikulum pendidikan yang disiapkan umumnya sangat individual. Data yang dimiliki Departemen Pendidikan Nasional menyebutkan, penyandang autis yang mengikuti pendidikan layanan khusus ternyata masuk lima besar dari seluruh peserta sekolah khusus. Jumlah terbesar adalah penyandang tuna grahita (keterbatasan intelektual) berat dan ringan sebanyak 38.545 peserta, tuna [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautism%2Fkurikulum-khusus-penyandang-autis.html' data-shr_title='Kurikulum+Khusus+Penyandang+Autis+'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautism%2Fkurikulum-khusus-penyandang-autis.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautism%2Fkurikulum-khusus-penyandang-autis.html' data-shr_title='Kurikulum+Khusus+Penyandang+Autis+'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautism%2Fkurikulum-khusus-penyandang-autis.html' data-shr_title='Kurikulum+Khusus+Penyandang+Autis+'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p>PENDIDIKAN bagi anak penyandang autis tidak sama dengan anak biasa. Kurikulum pendidikan yang disiapkan umumnya sangat individual.</p>
<p>Data yang dimiliki Departemen Pendidikan Nasional menyebutkan, penyandang autis yang mengikuti pendidikan layanan khusus ternyata masuk lima besar dari seluruh peserta sekolah khusus.</p>
<p>Jumlah terbesar adalah penyandang tuna grahita (keterbatasan intelektual) berat dan ringan sebanyak 38.545 peserta, tuna rungu 19.199 peserta. Diikuti kemudian penyandang tuna netra 3.218 peserta, tuna daksa 1.920 peserta dan autis sebanyak 1.752 peserta.</p>
<p>Di Indonesia, sekolah yang khusus menangani autis berjumlah 1.752 sekolah. Lima besar provinsi yang paling banyak mendirikan sekolah autis adalah Jawa Barat sebanyak 402 sekolah, Jawa Timur 263 sekolah, Daerah Istimewa Yogyakarta 131 sekolah. Kemudian diikuti Sumatera Barat dan DKI Jakarta yang masing-masing memiliki 111 sekolah untuk penyandang autis.</p>
<p>Direktur Pembinaan Sekolah Luar Biasa Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Departemen Pendidikan Nasional Eko Djatmiko Sukarso menyatakan, UU Sisdiknas No20 Tahun 2003 mengamanatkan kepada pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan bagi semua masyarakat. &#8220;Pemerintah mengakui dan melaksanakan pendidikan khusus (PK) dan pendidikan layanan khusus (PLK) bagipenyandangautis,&#8221; sebutnya.<span id="more-554"></span></p>
<p>Semua hal yang terkait dengan pembelajaran untuk anak-anak autis berpedoman pada Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Namun begitu, Eko mengatakan, Diknas memberikan kebebasan kepada masing-masing sekolah untuk menentukan kurikulum bagi penyandang autis. Ini disebabkan setiap sekolah memiliki kebutuhan yang berbeda dalam mendidik penyandang autis.</p>
<p>Awal Psikolog dari sekolah khusus autis &#8220;Mandiga&#8221; di Jakarta, Dyah Puspita menyatakan, kurikulum autis harus dibuat berbeda-beda untuk setiap individu. Mengingat setiap anak autis memiliki kebutuhan berbeda. Ini sesuai dengan sifat autis yang berspektrum. Misalnya ada anak yang butuh belajar komunikasi dengan intensif, ada yang perlu belajar bagaimana mengurus dirinya sendiri dan ada juga yang hanya perlu fokus pada masalah akademis.</p>
<p>Penentuan kurikulum yang tepat bagi tiap-tiap anak, Dini Yusuf, pendiri homeschooluntuk anak autis &#8220;Kubis&#8221; di Jakarta mengatakan, bergantung dari assessment(penilaian) awal yang dilakukan tiap sekolah. Penilaian ini perlu dilakukan sebelum sekolah menerima anak autis baru. Biasanya, penilaian melalui wawancara terhadap kedua orangtuanya. Wawancara ini untuk mengetahui latar belakang, hambatan, dan kondisi lingkungan sosial anak.</p>
<p>Selain itu, penilain awal ini juga melalui observasi langsung terhadap anak. Lamanya penilaian awal ini, menurut Dini,berbeda-beda.&#8221;Tetapi, dari sana, kami lalu menentukan jenis terapi dan juga kurikulum yang tepat buat sang anak,&#8221; ujarnya. Biasanya, terapi ini akan digabungkan dengan bermain agar lebih menyenangkan bagi anak autis.</p>
<p>Kepala Sekolah khusus autis, AGCA Centre Bekasi Ira Christiana, mengatakan, sekolahnya memiliki berbagai macam bentuk terapi bagi penyandang autis. Di antaranya, terapi terpadu, wicara, integritas, dan fisioterapi. &#8220;Terapi apa yang diberikan tergantung dari kondisi anaknya,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Perlakuan terhadap penyandang autis di atas umur lima tahun berbeda dengan penyandang autis di bawah umur lima tahun. Terapi penyandang autis di atas umur lima tahun lebih kepada pengembangan bina diri agar bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. &#8220;Ini wajib hukumnya karena mereka sudah waktunya untuk sekolah,&#8221; ujar Ira.</p>
<p>Jika penyandang autis yang berumur di atas lima tahun belum bisa bersosialisasi sama sekali, maka akan diberikan pelatihan tambahan yang mengarah kepada peningkatan syaraf motorik kasar dan halus. Bagi penyandang yang sudah bisa bersosialisasi, maka akan langsung ditempatkan di sekolah reguler, dengan catatan mereka harus tetap mengikuti pelajaran tambahan di sekolah khusus penyandang autis.</p>
<p>Penyandang autis di bawah lima tahun diberikan terapi terpadu seperti terapi perilaku dan wicara. Terapi perilaku bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan, meniru, dan okupasi. Terapi wicara dimulai dengan melakukan hal-hal yang sederhana, seperti meniup lilin, tisu, melafalkan huruf A,dan melafalkan konsonan.</p>
<p>Hal lain yang patut dicermati, menurut Ira, adalah konsistensi antara apa yang dilakukan di sekolah dengan di rumah. Jika terdapat perbedaan yang mencolok,kemajuan anak autis akan sulit dicapai. Anak mengalami kebingungan atas apa yang ada pada lingkungannya. Untuk itu, diperlukan komunikasi intensif antara sekolah dan orangtua.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.autis.info/index.php/artikel-makalah/artikel/163-kurikulum-khusus-penyandang-autis">http://www.autis.info/index.php/artikel-makalah/artikel/163-kurikulum-khusus-penyandang-autis</a></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" target="_blank"><img src="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p><h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" title="terapi cerebral palsy">terapi cerebral palsy</a> (79)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" title="kurikulum anak berkebutuhan khusus">kurikulum anak berkebutuhan khusus</a> (63)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" title="kurikulum abk">kurikulum abk</a> (54)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" title="kurikulum autis">kurikulum autis</a> (51)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" title="kurikulum anak autis">kurikulum anak autis</a> (45)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" title="terapi anak cerebral palsy">terapi anak cerebral palsy</a> (30)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" title="artikel tentang anak berkebutuhan khusus">artikel tentang anak berkebutuhan khusus</a> (26)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" title="sekolah autis di jakarta">sekolah autis di jakarta</a> (24)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" title="KURIKULUM TERAPI">KURIKULUM TERAPI</a> (23)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" title="sekolah khusus anak autis">sekolah khusus anak autis</a> (22)</li></ul><div class="shr-publisher-554"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautism%2Fkurikulum-khusus-penyandang-autis.html' data-shr_title='Kurikulum+Khusus+Penyandang+Autis+'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautism%2Fkurikulum-khusus-penyandang-autis.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautism%2Fkurikulum-khusus-penyandang-autis.html' data-shr_title='Kurikulum+Khusus+Penyandang+Autis+'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautism%2Fkurikulum-khusus-penyandang-autis.html' data-shr_title='Kurikulum+Khusus+Penyandang+Autis+'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><h2  class="related_post_title">Baca Juga ...!</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html" title="Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis">Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-dengan-gangguan-spektrum-autis.html" title="ANAK DENGAN GANGGUAN SPEKTRUM AUTIS">ANAK DENGAN GANGGUAN SPEKTRUM AUTIS</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html" title="Anak Autisme Gunakan Otak dengan Cara Berbeda">Anak Autisme Gunakan Otak dengan Cara Berbeda</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/game-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="Game Mampu Buat Anak Autis Lebih Sosial | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Game Mampu Buat Anak Autis Lebih Sosial | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/film-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="Film Rumah tanpa Jendela, Kisah Sebuah Jendela dan Anak Autis |SekolahAutismeAl-ihsan.com">Film Rumah tanpa Jendela, Kisah Sebuah Jendela dan Anak Autis |SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/kaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html" title="Kaspar, Robot Ramah yang Membantu Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Kaspar, Robot Ramah yang Membantu Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/kenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html" title="Kenapa Anak Laki-laki Lebih Rentan Autis? | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Kenapa Anak Laki-laki Lebih Rentan Autis? | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/wisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html" title="Wisata Berkuda Jadi Pilihan Terapi Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Wisata Berkuda Jadi Pilihan Terapi Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/membantu-abk-anak-berkebutuhan-khusus-belajar-belanja-di-supermarket-mendorong-trolly.html" title="Membantu ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) Belajar Belanja di Supermarket (Mendorong Trolly)">Membantu ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) Belajar Belanja di Supermarket (Mendorong Trolly)</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/terapi-musik/syuting-wawancara-dengan-guru-terapi-musik-sekolah-khusus-autisme-al-ihsan.html" title="Syuting Wawancara Dengan Guru Terapi Musik Sekolah Khusus Autisme Al-Ihsan">Syuting Wawancara Dengan Guru Terapi Musik Sekolah Khusus Autisme Al-Ihsan</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tantrum Pada Anak Apakah Normal?</title>
		<link>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html</link>
		<comments>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 06:50:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-ihsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tantrum]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Apakah]]></category>
		<category><![CDATA[normal]]></category>
		<category><![CDATA[Pada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahautismeal-ihsan.com/?p=550</guid>
		<description><![CDATA[Nabi Adam dan Hawa sudah diperingatkan bahwa mereka dapat memakan buah apa saja kecuali satu buah terlarang. Apa yang mereka lakukan? Tentu saja, mereka tidak dapat menahan diri untuk mencoba satu hal yang sudah dilarang. Hal ini mungkin menunjukkan satu pelajaran penting tentang kebutuhan manusia untuk memaksakan keinginannya sendiri dan menantang otoritas. Keinginan ini mencapai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Ftantrum%2Ftantrum-pada-anak-apakah-normal.html' data-shr_title='+Tantrum+Pada+Anak+Apakah+Normal%3F'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Ftantrum%2Ftantrum-pada-anak-apakah-normal.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Ftantrum%2Ftantrum-pada-anak-apakah-normal.html' data-shr_title='+Tantrum+Pada+Anak+Apakah+Normal%3F'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Ftantrum%2Ftantrum-pada-anak-apakah-normal.html' data-shr_title='+Tantrum+Pada+Anak+Apakah+Normal%3F'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p>Nabi Adam dan Hawa sudah diperingatkan bahwa mereka dapat memakan buah apa saja kecuali satu buah terlarang. Apa yang mereka lakukan? Tentu saja, mereka tidak dapat menahan diri untuk mencoba satu hal yang sudah dilarang.</p>
<p>Hal ini mungkin menunjukkan satu pelajaran penting tentang kebutuhan manusia untuk memaksakan keinginannya sendiri dan menantang otoritas. Keinginan ini mencapai puncaknya di masa kanak-kanak. Manusia memiliki pemikiran, ide, dan kebutuhannya sendiri yang ingin diungkapkan dan ditegaskan.</p>
<p>Namun, keidupan bagi seorang anak dapat menyerupai suatu zona perang dan pertentangan ini membuat orang dewasa yang biasanya tenang dan waras pun rasanya ingin menjadi bayi saja. Suatu keadaan yang tidak nyaman bagi orang tua ketika anak mereka hanya berusaha  menciptakan pertentangan keinginan. Orang tua manapun yang menghadapi bayi yang ber tekad memenangkan sebuah pertengkaran tahu betapa sulitnya itu.</p>
<p><strong>Daftar perkembangan yang normal 1 sampai 3</strong> tahun<span id="more-550"></span></p>
<p>Seorang anak pada usia ini bersikap</p>
<ol>
<li>Marah terhadap segala bentuk pengendalian.</li>
<li>Menuntut kemandirian, membuat lebih banyak tuntutan, dan lebih bersifat menentang.</li>
<li>Bolak balik antara kemandirian dan ketergantungan.</li>
<li>Menginginkan kendali dan mungkin berusaha mengendalikan orang tuanya, mengatakan pada Anda “duduk disini” atau “jangan disentuh”, biasanya memiliki tantrum.</li>
</ol>
<p>Tak dapat dielakkan, setiap anak batita dari sekurangnya 18 bulan hingga 3 tahun plus, akan melawan otoritas Anda dan sewaktu-waktu menegaskan individualitasnya (hal ini merupakan bagian normal bagi seorang anak karena ia terus menerus berusaha untuk menggali dan mempelajari batasan yang ada.</p>
<p>Anak Anda hampir pasti menunjukkan sebagian dari kisaran perilaku yang sulit, seperti keras kepala dan menentang (atau yang disebut psikolog “melawan”) karena ia sedang mengembangkan kemandirian dan otonomi. Tantrum juga merupakan cara yang normal untuk menyalurkan perasaan yang berlebih.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" target="_blank"><img src="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p><h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" title="tantrum pada anak">tantrum pada anak</a> (99)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" title="anak tantrum">anak tantrum</a> (31)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" title="tantrum pada balita">tantrum pada balita</a> (20)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" title="pengertian anak tantrum">pengertian anak tantrum</a> (14)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" title="perilaku tantrum">perilaku tantrum</a> (13)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" title="tantrum pada bayi">tantrum pada bayi</a> (9)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" title="pengertian tantrum pada anak">pengertian tantrum pada anak</a> (9)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" title="arti tantrum">arti tantrum</a> (6)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" title="makalah anak tantrum">makalah anak tantrum</a> (5)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" title="makalah tantrum">makalah tantrum</a> (5)</li></ul><div class="shr-publisher-550"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Ftantrum%2Ftantrum-pada-anak-apakah-normal.html' data-shr_title='+Tantrum+Pada+Anak+Apakah+Normal%3F'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Ftantrum%2Ftantrum-pada-anak-apakah-normal.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Ftantrum%2Ftantrum-pada-anak-apakah-normal.html' data-shr_title='+Tantrum+Pada+Anak+Apakah+Normal%3F'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Ftantrum%2Ftantrum-pada-anak-apakah-normal.html' data-shr_title='+Tantrum+Pada+Anak+Apakah+Normal%3F'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><h2  class="related_post_title">Baca Juga ...!</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="Mengenal Retardasi Mental (Mental Retardation) pada Anak">Mengenal Retardasi Mental (Mental Retardation) pada Anak</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/uncategorized/tantrum-mampukah-anak-anak-menguasainya.html" title="Tantrum, Mampukah Anak-Anak Menguasainya ?">Tantrum, Mampukah Anak-Anak Menguasainya ?</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/apakah-tantrum-itu.html" title="Apakah Tantrum Itu ?">Apakah Tantrum Itu ?</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengatasi-head-banging-pada-anak.html" title="Mengatasi Head Banging Pada Anak">Mengatasi Head Banging Pada Anak</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/gejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html" title="Gejala autisme pada anak, wikipedia Indonesia">Gejala autisme pada anak, wikipedia Indonesia</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/perbedaan-perilaku-anak-autis-dan-anak-normal.html" title="Perbedaan perilaku anak autis dan anak normal">Perbedaan perilaku anak autis dan anak normal</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html" title="Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis">Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html" title="Anak Autisme Gunakan Otak dengan Cara Berbeda">Anak Autisme Gunakan Otak dengan Cara Berbeda</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/game-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="Game Mampu Buat Anak Autis Lebih Sosial | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Game Mampu Buat Anak Autis Lebih Sosial | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/film-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="Film Rumah tanpa Jendela, Kisah Sebuah Jendela dan Anak Autis |SekolahAutismeAl-ihsan.com">Film Rumah tanpa Jendela, Kisah Sebuah Jendela dan Anak Autis |SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
