SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Wisata Berkuda Jadi Pilihan Terapi Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com
Feb 25th, 2011 by al-ihsan

Wisata Berkuda Jadi Pilihan Terapi Anak AutisWisata Berkuda Jadi Pilihan Terapi Anak Autis. Solusi rekreasi sambil terapi bagi anak penyandang autisme di Indonesia.

Oleh: Nirmala Ali

Naik kuda ternyata bisa memberi banyak manfaat. Selain rekreasi, memperindah bentuk tubuh, dan kepentingan prestasi tetapi juga bisa untukmembantu  mengurangi  gangguan autis. Lantas bagaimana sampai bisa membantu?

Dengan menunggang kuda, anak autis dilatih konsentrasi, keseimbangan, perasaan, kepekaan, dan emosi. Karena, katanya, selain membutuhkan konsentrasi dan keseimbangan, memperlakukan kuda agar mau menurut dengan penunggangnya dibutuhkan perasaan dan pengendalian emosi.

“Saat anak-anak autis berada di punggung kuda mau tidak mau mereka diharuskan berkonsentrasi penuh agar tidak jatuh,” kata Adriana Ekawati, psikolog  Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag), Senin (21/2).

“Berbeda dengan manusia, kuda tidak bisa dibayar dengan uang agar dia mau mengikuti perintah. Kuda harus diperlakukan dengan kasih,” tambahnya.

Hal inilah yang kemudian dapat mengurangi kesulitan anak autis dalam menjalin hubungan sosial. “ Karena tidak mungkin bisa dipaksakan inilah yang mungkin mempercepat proses pemulihan kesulitan berkonsentrasi pada anak-anak autis,” jelasnya. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

Terapi Autisme Pakai Ekstasi – dalam penelitian
Jan 8th, 2011 by al-ihsan

Terapi-Autisme-Pakai-EkstasiEkstasi dikenal sebagai obat terlarang selain kokain, ganja dan heroin. Namun, belakang ini sebuah hasil penelitian menyebutkan ekstasi berguna sebagai terapi autisme.

Loh, kok bisa? Ekstasi atau yang dikenal sebagai MDMA (Methylene Dioxy Meth Amphetamine) dikenal dapat meningkatkan perasaan bahagia, euforia, rasa keintiman dengan orang lain, serta meredakan depresi dan kegelisahan, meski obat ini juga sangat berbahaya bila disalahgunakan.
Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

Deteksi Awal Autisme dalam Waktu Lima Menit
Oct 2nd, 2010 by al-ihsan

Kabar gembira bagi para orang tua yang masih bimbang tentang keadaan buah hatinya. Walau masih dalam proses penelitian, diharapkan dengan metode ini dapat mendeteksi gejala autisme pada anak sedini mungkin. Karena gejala autisme jika di terapi sedini mungkin, hasilnya akan lebih signifikan.

Kini, sebuah studi baru menawarkan teknik mendeteksi awal autisme dalam waktu 5 menit.
Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti

VIVAnews - Lebih dini dideteksi, autisme bisa lebih cepat ditangani. American Academy of Pediatrics menyarankan agar melakukan pemeriksaan gejala autisme pada anak pada usia antara 18 bulan hingga 2 tahun. Tes autisme yang dilansir American Academy of Pediatrics memakan waktu hingga dua jam.
Namun, saat ini sebuah studi baru dari Emory University dan Georgia Tech menawarkan cara yang lebih cepat, yakni melakukan uji deteksi autisme dalam waktu hanya lima menit.

Proses ini disebut ‘Rapid Attention Back and Forth Communication Test’, atau disebut dengan “Rapid ABC”. Teknik ini dapat dilakukan hanya dalam waktu lima menit melalui keterlibatan anak dalam kegiatan-kegiatan sederhana lewat komunikasi.
Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

Peresmian Gedung Baru Sekolah Khusus Autisme Al-Ihsan
Sep 25th, 2010 by al-ihsan

Alhamdulillah, akhirnya Sekolah Khusus Al-Ihsan telah diresmikan. Walaupun gedung baru belum jadi seluruhnya, tetapi dengan senang hati dan gembira para guru dan siswa Sekolah Khusus Al-Ihsan menempati gedung sekolah baru ini.

acara_peresmian_sekolah_khusus_al-ihsan

Menyanyikan lagu mars Al-Ihsan diiringi musik oleh Pak Sulfi Alhamdi dan dipandu dirigen oleh Bu Putri Sunyi Mareta.

menyanyikan lagu mars Al-Ihsan Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

Penelitian Tantrum
Jun 4th, 2010 by al-ihsan

penelitian tantrum, sekolah khusus autisme al-ihsan

Selama ini, psikologi dan peneliti telah memperlihatkan minat besar mereka untuk mendalami permasalahan tingkah laku sulit pada anak termasuk tantrum.

Pertanyaan yang mereka ajukan meliputi :

  • Apakah tantrum itu sesuatu yang terpisah, atau secara umum menjadi bagian dari tingkah laku anak yang sulit?
  • Apa yang terdapat pada tantrum yang parah?
  • Apakah anak-anak pasti mengalaminya?
  • Bagaimana tindakan si anak dan orangtuanya ketika tantrum usai?

TEMUAN PENTING

  1. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tantrum terjadi sekurangnya sekali seminggu pada 50-80 persen anak pra sekolah. Ini menunjukkan tantrum normal terjadi.
  2. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa 5 hingga 20 persen anak-anak mengalami tantrum cukup parah yang menuntut kepedulian orang tuanya. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«


»  Substance:WordPress   »  Style: Ahren Ahimsa
© Sekolah Khusus Autisme Al-Ihsan, mendidik dengan hati dan kasih sayang.

Sekolah Autisme Al-Ihsan is Digg proof thanks to caching by WP Super Cache