»
S
I
D
E
B
A
R
«
Sekolah Khusus Al-Ihsan Mulai Pindahan Ke Gedung Baru
Jul 13th, 2010 by al-ihsan

Pak Dimas dan guru-guru lainnya, dengan semangat membereskan barang-barang yang akan dipindahkan ke gedung yang baru.

Pak Dimas lagi sibuk mindahin kompor gasMobil carry ini yang setia mengantar kami bolak-balik dari Villa Melati Mas ke Gedung baru di Lengkong Karya. Read the rest of this entry »

Peresmian Gedung Sekolah Khusus Al-Ihsan Tangerang Selatan
Jul 7th, 2010 by al-ihsan

Peresmian Gedung Sekolah Khusus Al-Ihsan Tangerang Selatan
Hari, tanggal: Sabtu, 10 Juli 2010
Waktu : 10.00-12.00
Lokasi : Jl. Lengkong Karya Raya RT 015/004
Kp. Perigi Lama Kel. Lengkong Karya
Kec. Serpong Utara, Tangerang Selatan

Peresmian Gedung Sekolah Khusus Al-Ihsan Tangerang Selatan

Kurikulum Khusus Penyandang Autis
Jun 23rd, 2010 by al-ihsan

PENDIDIKAN bagi anak penyandang autis tidak sama dengan anak biasa. Kurikulum pendidikan yang disiapkan umumnya sangat individual.

Data yang dimiliki Departemen Pendidikan Nasional menyebutkan, penyandang autis yang mengikuti pendidikan layanan khusus ternyata masuk lima besar dari seluruh peserta sekolah khusus.

Jumlah terbesar adalah penyandang tuna grahita (keterbatasan intelektual) berat dan ringan sebanyak 38.545 peserta, tuna rungu 19.199 peserta. Diikuti kemudian penyandang tuna netra 3.218 peserta, tuna daksa 1.920 peserta dan autis sebanyak 1.752 peserta.

Di Indonesia, sekolah yang khusus menangani autis berjumlah 1.752 sekolah. Lima besar provinsi yang paling banyak mendirikan sekolah autis adalah Jawa Barat sebanyak 402 sekolah, Jawa Timur 263 sekolah, Daerah Istimewa Yogyakarta 131 sekolah. Kemudian diikuti Sumatera Barat dan DKI Jakarta yang masing-masing memiliki 111 sekolah untuk penyandang autis.

Direktur Pembinaan Sekolah Luar Biasa Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Departemen Pendidikan Nasional Eko Djatmiko Sukarso menyatakan, UU Sisdiknas No20 Tahun 2003 mengamanatkan kepada pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan bagi semua masyarakat. “Pemerintah mengakui dan melaksanakan pendidikan khusus (PK) dan pendidikan layanan khusus (PLK) bagipenyandangautis,” sebutnya. Read the rest of this entry »

Penelitian Tantrum
Jun 4th, 2010 by al-ihsan

penelitian tantrum, sekolah khusus autisme al-ihsan

Selama ini, psikologi dan peneliti telah memperlihatkan minat besar mereka untuk mendalami permasalahan tingkah laku sulit pada anak termasuk tantrum.

Pertanyaan yang mereka ajukan meliputi :

  • Apakah tantrum itu sesuatu yang terpisah, atau secara umum menjadi bagian dari tingkah laku anak yang sulit?
  • Apa yang terdapat pada tantrum yang parah?
  • Apakah anak-anak pasti mengalaminya?
  • Bagaimana tindakan si anak dan orangtuanya ketika tantrum usai?

TEMUAN PENTING

  1. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tantrum terjadi sekurangnya sekali seminggu pada 50-80 persen anak pra sekolah. Ini menunjukkan tantrum normal terjadi.
  2. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa 5 hingga 20 persen anak-anak mengalami tantrum cukup parah yang menuntut kepedulian orang tuanya. Read the rest of this entry »
Membantu ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) Belajar Belanja di Supermarket (Mendorong Trolly)
May 29th, 2010 by al-ihsan

Membantu ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) Belajar Belanja di Supermarket (Mendorong Trolly)

Walaupun kelihatannya aktifitas ini sederhana tapi pada prakteknya tetap membutuhkan kesabaran dari para bunda. Selamat berbelanja.

I. Jelaskan Kegunaan Trolly

  1. Posisi mendorong (anak memegang trolly di belakang, orantua berada di belakang anak dengan posisi juga memegang trolly bagian belakang).
  2. Lakukan pada awal-awal proses belajar. Ajak anak Anda berkeliling dengan posisi ini.
  3. Dorong trolly perlahan dan ajarkan teknik mendorong yang benar.

II. Ke Step Berikutnya.

  1. Posisi anak tetap berada di belakang orangtua berada di posisi depan trolly dengan satu tangan diletakkan di trolly dengan gerakan sedang menarik.
  2. Dengan step ke II ini, orangtua masih dalam tahap pengawasan dengan sekali-kali melihat ke anak, untuk memastikan anak masih dalam tahap yang benar yaitu berada di belakang dengan gerakan mendorong.

III. Melepaskan anak mendorong trolly sendiri dengan posisi orangtua berada di belakang anak, tetapi tidak memegang trolly. Read the rest of this entry »

»  Substance: WordPress   »  Style: FreeUsenext
© Sekolah Khusus Autisme Al-Ihsan, mendidik dengan hati dan kasih sayang.

Sekolah Autisme Al-Ihsan is Digg proof thanks to caching by WP Super Cache