FAKTA KUNCI mengenai Tantrum
Jun 3rd, 2010 by al-ihsan
Meskipun amarah merupakan emosi yang paling jelas terlihat oleh orang tua, dan orang tua sering menggambarkannya sebagai episode temper tantrum (tantrum amarah), amarah hamper selalu diikuti dengan perasaan anak-anak lainnya, seperti putus asa atau panic.
Kenyataan yang cukup jelas tapi kadang dilupakan adalah bahwa seorang anak tidak mengalami tantrum jika ia sendirian. Tantrum yang parah dating di saat ada orang lain. Tantrum hamper selalu terjadi saat si kecil bersama orang tuanya, atau orang lain yang membuat si anak merasa sangat nyaman dan terbiasa. Untuk menciptakan sebuah tantrum di perlukan dua orang. Jadi tantrum bersifat interaktif, tidak sekedar reaktif.
Temperamen anak turut andil. Seorang anak yang lebih aktif dan berkemuan, kemungkinan mengalami tantrum lebih tinggi. Orang tua biasanya mengetahui dari sejak masih bayi apakah jenis anak mereka seperti ini. Saat bayi, mungkin mereka kelihatan cengeng dan lebih mengganggu atau tidur kurang lelap dibandingkan bayi-bayi yang lain.
Adanya perkiraan bahwasatu dari lima anak yang beusia 2 tahun, sekurangnya mengalami dua kali tantrum perhari. Hal ini berarti bahwa empat dari lima anak lainnya tidak memiliki tantrum.
Meskipun ungkapan “usia dua tahun yang menyulitkan” menyimpulkan bagaimana dan kapan umumnya tantrum terjadi. Tantrum dapat bermula pada usia 1 tahun bahkan hingga 5 tahun pada kasus tertentu. Read the rest of this entry »
Share on Facebook
Incoming search terms: