SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Mengenal Retardasi Mental (Mental Retardation) pada Anak
Aug 1st, 2011 by al-ihsan

Mengenal Retardasi Mental (Mental Retardation) pada Anak

Retardasi mental ialah keadaan dengan intelegensia yang kurang (subnormal) sejak masa perkembangan (sejak lahir atau sejak masa anak). Retardasi Mental ditandai dengan fungsi intelektual yang secara signifikan berada dibawa rata-rata, diserta oleh adanya berbagai deficit dalam fungsi adaptif, seperti mengurus diri atau aktivitas okupasional yang muncul sebelum usia 18 tahun. Biasanya terdapat perkembangan mental yang kurang secara keseluruhan, tetapi gejala utama ialah intelegensi yang terbelakang. Retardasi mental disebut juga oligofrenia (oligo = kurang atau sedikit dan fren = jiwa) atau tuna mental.

Retardasi mental bukan suatu penyakit walaupun retardasi mental merupakan hasil dari proses patologik di dalam otak yang memberikan gambaran keterbatasan terhadap intelektual dan fungsi adaptif. Retardasi mental dapat terjadi dengan atau tanpa gangguan jiwa atau gangguan fisik lainnya.

Intelegensi (IQ = Intelligence Quotient) bukanlah merupakan satu-satunya patokan yang dapat dipakai untuk menentukan berat ringannya retardasi mental. Sebagai kriteria dapat dipakai juga kemampuan untuk dididik atau dilatih dan kemampuan sosial atau kerja. Tingkatannya mulai dari taraf ringan, sedang sampai berat, dan sangat berat.

Klasifikasi retardasi mental menurut DSM-IV-TR yaitu :

1. Retardasi mental berat sekali. IQ dibawah 20 atau 25. Sekitar 1 sampai 2 % dari orang yang terkena retardasi mental.

2. Retardasi mental berat. IQ sekitar 20-25 sampai 35-40. Sebanyak 4 % dari orang yang terkena retardasi mental. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

Tantrum Pada Anak Apakah Normal?
Jun 18th, 2010 by al-ihsan

Nabi Adam dan Hawa sudah diperingatkan bahwa mereka dapat memakan buah apa saja kecuali satu buah terlarang. Apa yang mereka lakukan? Tentu saja, mereka tidak dapat menahan diri untuk mencoba satu hal yang sudah dilarang.

Hal ini mungkin menunjukkan satu pelajaran penting tentang kebutuhan manusia untuk memaksakan keinginannya sendiri dan menantang otoritas. Keinginan ini mencapai puncaknya di masa kanak-kanak. Manusia memiliki pemikiran, ide, dan kebutuhannya sendiri yang ingin diungkapkan dan ditegaskan.

Namun, keidupan bagi seorang anak dapat menyerupai suatu zona perang dan pertentangan ini membuat orang dewasa yang biasanya tenang dan waras pun rasanya ingin menjadi bayi saja. Suatu keadaan yang tidak nyaman bagi orang tua ketika anak mereka hanya berusaha  menciptakan pertentangan keinginan. Orang tua manapun yang menghadapi bayi yang ber tekad memenangkan sebuah pertengkaran tahu betapa sulitnya itu.

Daftar perkembangan yang normal 1 sampai 3 tahun Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

Mengatasi Head Banging Pada Anak
May 11th, 2010 by al-ihsan

head banging pada anak autis

(sumber: Stategies for Handling a Child Who is Head Banging Oleh Linda Cammeroto, OTR/L)

Head Banging adalah kegiatan membenturkan kepala, memukul kepala, atau menjatuhkan kepala ke belakang, dimana umum ditemukan pada anak berkebutuhan khusus. Head Banging menjadi sesuatu yang menakutkan bagi banyak orang tua karena khawatir anak mereka dapat menyakiti dirinya sendiri.

Perlu diketahui bahwa head banging terjadi pada sekitar 20 persen anak-anak normal dibawah usia 4 tahun hingga periode waktu tertentu dan kemudian menghilang dengan sendirinya saat berusia empat tahun. Sementara itu, pada anak berkebutuhan khusus, head banging merupakan salah satu gejala yang cukup signifikan, karena akan terus terjadi bila tidak diberi penanganan secepatnya.

Head banging merupakan alat pencari perhatian yang efektif bagi anak-anak. Semakin banyak reaksi yang diberikan orangtua karena kegiatannya itu, maka mereka akan semakin meneruskan kebiasaannya itu. Karena itu orangtua bisa membantu mengurangi kebiasaan anak dengan berpura-pura tidak melihatnya. Jika si anak mengalami tantrum, jangan mengalah atau memberi reaksi berlebihan karena hal itu hanya akan membuat si anak berpikir bahwa head banging dibolehkan.

Berikut beberapa alasan anak melakukan head banging dan saran untuk mengatasinya. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

Gejala autisme pada anak, wikipedia Indonesia
Mar 22nd, 2010 by al-ihsan

Anak dengan autisme dapat tampak normal di tahun pertama maupun tahun kedua dalam kehidupannya. Para orang tua seringkali menyadari adanya keterlambatan kemampuan berbahasa dan cara-cara tertentu yang berbeda ketika bermain serta berinteraksi dengan orang lain. Anak-anak tersebut mungkin dapat menjadi sangat sensitif atau bahkan tidak responsif terhadap rangsangan-rangasangan dari kelima panca inderanya (pendengaran, sentuhan, penciuman, rasa dan penglihatan). Perilaku-perilaku repetitif (mengepak-kepakan tangan atau jari, menggoyang-goyangkan badan dan mengulang-ulang kata) juga dapat ditemukan. Perilaku dapat menjadi agresif (baik kepada diri sendiri maupun orang lain) atau malah sangat pasif. Besar kemungkinan, perilaku-perilaku terdahulu yang dianggap normal mungkin menjadi gejala-gejala tambahan. Selain bermain yang berulang-ulang, minat yang terbatas dan hambatan bersosialisasi, beberapa hal lain yang juga selalu melekat pada para penyandang autisme adalah respon-respon yang tidak wajar terhadap informasi sensoris yang mereka terima, misalnya; suara-suara bising, cahaya, permukaan atau tekstur dari suatu bahan tertentu dan pilihan rasa tertentu pada makanan yang menjadi kesukaan mereka.

Beberapa atau keseluruhan karakteristik yang disebutkan berikut ini dapat diamati pada para penyandang autisme beserta spektrumnya baik dengan kondisi yang teringan hingga terberat sekalipun. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

Mendirikan Tenda Pada Acara Lintas Alam dan Kemah Sehari
Mar 17th, 2010 by al-ihsan

Anak-anak kami bersama-sama kakak pembina mendirikan tenda. Pelajaran cara hidup di alam bebas.

anak autisme mendirikan tenda pada acara lintas alam dan kemah sehari Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«


»  Substance:WordPress   »  Style: Ahren Ahimsa
© Sekolah Khusus Autisme Al-Ihsan, mendidik dengan hati dan kasih sayang.

Sekolah Autisme Al-Ihsan is Digg proof thanks to caching by WP Super Cache