<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Autisme Al-Ihsan &#187; Pada</title>
	<atom:link href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/tag/pada/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahautismeal-ihsan.com</link>
	<description>Sekolah Khusus Autisme Al-Ihsan Tangerang Selatan, mendidik dengan hati dan kasih sayang. Autisme bukanlah kutukan atau akhir dari segalanya, tetapi awal dari perjuangan panjang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Nov 2011 03:22:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Mengenal Retardasi Mental (Mental Retardation) pada Anak</title>
		<link>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html</link>
		<comments>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 08:13:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-ihsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[autisme]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal]]></category>
		<category><![CDATA[Mental]]></category>
		<category><![CDATA[Pada]]></category>
		<category><![CDATA[Retardasi]]></category>
		<category><![CDATA[Retardation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahautismeal-ihsan.com/?p=711</guid>
		<description><![CDATA[Retardasi mental ialah keadaan dengan intelegensia yang kurang (subnormal) sejak masa perkembangan (sejak lahir atau sejak masa anak). Retardasi Mental ditandai dengan fungsi intelektual yang secara signifikan berada dibawa rata-rata, diserta oleh adanya berbagai deficit dalam fungsi adaptif, seperti mengurus diri atau aktivitas okupasional yang muncul sebelum usia 18 tahun. Biasanya terdapat perkembangan mental yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fmengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html' data-shr_title='Mengenal+Retardasi+Mental+%28Mental+Retardation%29+pada+Anak'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fmengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fmengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html' data-shr_title='Mengenal+Retardasi+Mental+%28Mental+Retardation%29+pada+Anak'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fmengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html' data-shr_title='Mengenal+Retardasi+Mental+%28Mental+Retardation%29+pada+Anak'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/uploads/2011/08/retardasi-mental.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-712" title="Mengenal Retardasi Mental (Mental Retardation) pada Anak" src="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/uploads/2011/08/retardasi-mental.jpg" alt="Mengenal Retardasi Mental (Mental Retardation) pada Anak" width="298" height="225" /></a></p>
<p>Retardasi  mental ialah keadaan dengan intelegensia yang kurang (subnormal) sejak  masa perkembangan (sejak lahir atau sejak masa anak). Retardasi Mental  ditandai dengan fungsi intelektual yang secara signifikan berada dibawa  rata-rata, diserta oleh adanya berbagai deficit dalam fungsi adaptif,  seperti mengurus diri atau aktivitas okupasional yang muncul sebelum  usia 18 tahun. Biasanya terdapat perkembangan mental yang kurang secara  keseluruhan, tetapi gejala utama ialah intelegensi yang terbelakang.  Retardasi mental disebut juga oligofrenia (oligo = kurang atau sedikit  dan fren = jiwa) atau tuna mental.</p>
<p>Retardasi  mental bukan suatu penyakit walaupun retardasi mental merupakan hasil  dari proses patologik di dalam otak yang memberikan gambaran  keterbatasan terhadap intelektual dan fungsi adaptif. Retardasi mental  dapat terjadi dengan atau tanpa gangguan jiwa atau gangguan fisik  lainnya.</p>
<p>Intelegensi (IQ = <em>Intelligence Quotient</em>)  bukanlah merupakan satu-satunya patokan yang dapat dipakai untuk  menentukan berat ringannya retardasi mental. Sebagai kriteria dapat  dipakai juga kemampuan untuk dididik atau dilatih dan kemampuan sosial  atau kerja. Tingkatannya mulai dari taraf ringan, sedang sampai berat,  dan sangat berat.</p>
<p><em>Klasifikasi retardasi mental menurut DSM-IV-TR yaitu :</em></p>
<p>1. <em>Retardasi mental berat sekali</em>. IQ dibawah 20 atau 25. Sekitar 1 sampai 2 % dari orang yang terkena retardasi mental.</p>
<p>2. Retardasi mental berat. IQ sekitar 20-25 sampai 35-40. Sebanyak 4 % dari orang yang terkena retardasi mental.<span id="more-711"></span></p>
<p>3. Retardasi mental sedang. IQ sekitar 35-40 sampai 50-55. Sekitar 10 % dari orang yang terkena retardasi mental.</p>
<p>4.  Retardasi mental ringan.IQ sekitar 50-55 sampai 70. Sekitar 85 % dari  orang yang terkena retardasi mental. Pada umunya anak-anak dengan  retardasi mental ringan tidak dikenali sampai anak tersebut menginjak  tingkat pertama atau kedua disekolah.</p>
<p><strong>Epidemiologi</strong></p>
<p>Prevalensi  retardasi mental sekitar 1 % dalam satu populasi. Di indonesia 1-3  persen penduduknya menderita kelainan ini. Insidennya sulit di ketahui  karena retardasi metal kadang-kadang tidak dikenali sampai anak-anak  usia pertengahan dimana retardasinya masih dalam taraf ringan. Insiden  tertinggi pada masa anak sekolah dengan puncak umur 10 sampai 14 tahun.  Retardasi mental mengenai 1,5 kali lebih banyak pada laki-laki  dibandingkan dengan perempuan.</p>
<p><strong>Etiologi</strong></p>
<p>Penyebab  kelainan mental ini adalah faktor keturunan (genetik) atau tak jelas  sebabnya (simpleks). keduanya disebut retardasi mental primer. Sedangkan  faktor sekunder disebabkan oleh faktor luar yang berpengaruh terhadap  otak bayi dalam kandungan atau anak-anak.</p>
<p><em>Retardasi mental menurut penyebabnya, yaitu : </em></p>
<p>·  Akibat infeksi dan/atau intoksikasi. Dalam Kelompok ini termasuk  keadaan retardasi mental karena kerusakan jaringan otak akibat infeksi  intrakranial, karena serum, obat atau zat toksik lainnya.</p>
<p>·  Akibat rudapaksa dan atau sebab fisik lain. Rudapaksa sebelum lahir  serta juga trauma lain, seperti sinar x, bahan kontrasepsi dan usaha  melakukan abortus dapat mengakibatkan kelainan dengan retardasi mental.  Rudapaksa sesudah lahir tidak begitu sering mengakibatkan retardasi  mental.</p>
<p>·  Akibat gangguan metabolisme, pertumbuhan atau gizi. Semua retardasi  mental yang langsung disebabkan oleh gangguan metabolisme (misalnya  gangguan metabolime lemak, karbohidrat dan protein), pertumbuhan atau  gizi termasuk dalam kelompok ini.</p>
<p>Ternyata  gangguan gizi yang berat dan yang berlangsung lama sebelum umur 4 tahun  sangat mempengaruhi perkembangan otak dan dapat mengakibatkan retardasi  mental. Keadaan dapat diperbaiki dengan memperbaiki gizi sebelum umur 6  tahun, sesudah ini biarpun anak itu dibanjiri dengan makanan bergizi,  intelegensi yang rendah itu sudah sukar ditingkatkan.</p>
<p>·  Akibat penyakit otak yang nyata (postnatal). Dalam kelompok ini  termasuk retardasi mental akibat neoplasma (tidak termasuk pertumbuhan  sekunder karena rudapaksa atau peradangan) dan beberapa reaksi sel-sel  optak yang nyata, tetapi yang belum diketahui betul etiologinya (diduga  herediter). Reaksi sel-sel otak ini dapat bersifat degeneratif,  infiltratif, radang, proliferatif, sklerotik atau reparatif.</p>
<p>·  Akibat penyakit/pengaruh pranatal yang tidak jelas. Keadaan ini  diketahui sudah ada sejak sebelum lahir, tetapi tidak diketahui  etiologinya, termasuk anomali kranial primer dan defek kogenital yang  tidak diketahui sebabnya.</p>
<p>· Akibat kelainan kromosom. Kelainan kromosom mungkin terdapat dalam jumlah atau dalam bentuknya.</p>
<p>·  Akibat prematuritas. Kelompok ini termasuk retardasi mental yang  berhubungan dengan keadaan bayi pada waktu lahir berat badannya kurang  dari 2500 gram dan/atau dengan masa hamil kurang dari 38 minggu serta  tidak terdapat sebab-sebab lain seperti dalam sub kategori sebelum ini.</p>
<p>·  Akibat gangguan jiwa yang berat. Untuk membuat diagnosa ini harus jelas  telah terjadi gangguan jiwa yang berat itu dan tidak terdapat  tanda-tanda patologi otak.</p>
<p>· Akibat deprivasi psikososial. Retardasi mental dapat disebabkan oleh fakor-faktor biomedik maupun sosiobudaya.</p>
<p><strong>Diagnosis</strong></p>
<p>Untuk  mendiagnosa retardasi mental dengan tepat, perlu diambil anamnesa dari  orang tua dengan teliti mengenai kehamilan, persalinan dan perkembangan  anak. Bila mungkin dilakukan juga pemeriksaan psikologik, bila perlu  diperiksa juga di laboratorium, diadakan evaluasi pendengaran dan  bicara. Observasi psikiatrik dikerjakan untuk mengetahui adanya gangguan  psikiatrik disamping retardasi mental.</p>
<p>Tingkat  kecerdasan intelegensia bukan satu-satunya karakteristik, melainkan  harus dinilai berdasarkan sejumlah besar keterampilan spesifik yang  berbeda. Penilaian tingkat kecerdasan harus berdasarkan semua informasi  yang tersedia, termasuk temuan klinis, prilaku adaptif dan hasil tes  psikometrik. Untuk diagnosis yang pasti harus ada penurunan tingkat  kecerdasan yang mengakibatkan berkurangnya kemampuan adaptasi terhadap  tuntutan dari lingkungan sosial biasa sehari-hari. Pada pemeriksaan  fisik pasien dengan retardasi mental dapat ditemukan berbagai macam  perubahan bentuk fisik, misalnya perubahan bentuk kepala: mikrosefali,  hidrosefali, dan sindrom down. Wajah pasien dengan retardasi mental  sangat mudah dikenali seperti hipertelorisme, lidah yang menjulur  keluar, gangguan pertumbuhan gigi dan ekspresi wajah tampak tumpul.</p>
<p><strong>Kriteria diagnostik retardasi mental menurut DSM-IV-TR yaitu:</strong></p>
<p>1.  Fungsi intelektual yang secara signifikan dibawah rata-rata. IQ  kira-kira 70 atau dibawahnya pada individu yang dilakukan test IQ.</p>
<p>2.  Gangguan terhadap fungsi adaptif paling sedikit 2 misalnya komunikasi,  kemampuan menolong diri sendiri, berumah tangga, sosial, pekerjaan,  kesehatan dan keamanan.</p>
<p>3. Onsetnya sebelum berusia 18 tahun</p>
<p><strong>Diagnosis Banding</strong></p>
<p>Anak-anak  dari keluarga yang sangat melarat dengan deprivasi rangsangan yang  berat (retardasi mental ini reversibel bila diberi rangsangan yang baik  secara dini). Kadang-kadang anak dengan gangguan pendengaran atau  penglihatan dikira menderita retardasi mental. Mungkin juga gangguan  bicara dan <em>“cerebral palsy”</em> membuat anak kelihatan terbelakang,  biarpun intelegensianya normal. Gangguan emosi dapat menghambat  kemampuan belajar sehingga dikira anak itu bodoh. <em>“early infantile”</em> dan skizofrenia anak juga sering menunjukkan gejala yang mirip retardasi mental.</p>
<p><strong>Pencegahan dan Pengobatan</strong></p>
<p>Pencegahan  primer dapat dilakukan dengan pendidikan kesehatan pada masyarakat,  perbaikan keadaan-sosio ekonomi, konseling genetik dan tindakan  kedokteran (umpamanya perawatan prenatal yang baik, pertolongan  persalinan yang baik, kehamilan pada wanita adolesen dan diatas 40 tahun  dikurangi dan pencegahan peradangan otak pada anak-anak).<br />
Pencegahan  sekunder meliputi diagnosa dan pengobatan dini peradangan otak,  perdarahan subdural, kraniostenosis (sutura tengkorak menutup terlalu  cepat, dapat dibuka dengan kraniotomi; pada mikrosefali yang kogenital,  operasi tidak menolong).<br />
Pencegahan tersier merupakan pendidikan  penderita atau latihan khusus sebaiknya disekolah luar biasa. Dapat  diberi neuroleptika kepada yang gelisah, hiperaktif atau dektrukstif.<br />
Konseling  kepada orang tua dilakukan secara fleksibel dan pragmatis dengan tujuan  antara lain membantu mereka dalam mengatasi frustrasi oleh karena  mempunyai anak dengan retardasi mental. Orang tua sering menghendaki  anak diberi obat, oleh karena itu dapat diberi penerangan bahwa sampai  sekarang belum ada obat yang dapat membuat anak menjadi pandai, hanya  ada obat yang dapat membantu pertukaran zat (metabolisme) sel-sel otak.</p>
<p><strong>Latihan dan Pendidikan</strong></p>
<p>Pendidikan anak dengan retardasi mental secara umum ialah:</p>
<p>· Mempergunakan dan mengembangkan sebaik-baiknya kapasitas yang ada.</p>
<p>· Memperbaiki sifat-sifat yang salah atau yang anti sosial.</p>
<p>· Mengajarkan suatu keahlian (skill) agar anak itu dapat mencari nafkah kelak.</p>
<p><strong>Latihan diberikan secara kronologis dan meliputi</strong> :</p>
<p>1. Latihan rumah: pelajaran-pelajaran mengenai makan sendiri, berpakaian sendiri, kebersihan badan.</p>
<p>2. Latihan sekolah: yang penting dalam hal ini ialah perkembangan sosial.</p>
<p>3. Latihan teknis: diberikan sesuai dengan minat, jenis kelamin dan kedudukan sosial.</p>
<p>4.  Latihan moral: dari kecil anak harus diberitahukan apa yang baik dan  apa yang tidak baik. Agar ia mengerti maka tiap-tiap pelanggaran  disiplin perlu disertai dengan hukuman dan tiap perbuatan yang baik  perlu disertai hadiah.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.psychologymania.com/2011/07/mengenal-retardasi-mental-mental.html" target="_blank">http://www.psychologymania.com/2011/07/mengenal-retardasi-mental-mental.html</a></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" target="_blank"><img src="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p><h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="Retardasi Mental">Retardasi Mental</a> (29)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="keterbelakangan mental pada anak">keterbelakangan mental pada anak</a> (17)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="Mental retardation">Mental retardation</a> (15)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="kelainan mental pada anak">kelainan mental pada anak</a> (15)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="retardasi mental pada anak">retardasi mental pada anak</a> (13)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="makalah retardasi mental">makalah retardasi mental</a> (11)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="anak retardasi mental">anak retardasi mental</a> (8)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="SEKOLAH ANAK RETARDASI MENTAL">SEKOLAH ANAK RETARDASI MENTAL</a> (6)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="pengertian kelainan mental pada anak">pengertian kelainan mental pada anak</a> (6)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="sekolah keterbelakangan mental">sekolah keterbelakangan mental</a> (5)</li></ul><div class="shr-publisher-711"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fmengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html' data-shr_title='Mengenal+Retardasi+Mental+%28Mental+Retardation%29+pada+Anak'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fmengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fmengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html' data-shr_title='Mengenal+Retardasi+Mental+%28Mental+Retardation%29+pada+Anak'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fmengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html' data-shr_title='Mengenal+Retardasi+Mental+%28Mental+Retardation%29+pada+Anak'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><h2  class="related_post_title">Baca Juga ...!</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" title=" Tantrum Pada Anak Apakah Normal?"> Tantrum Pada Anak Apakah Normal?</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengatasi-head-banging-pada-anak.html" title="Mengatasi Head Banging Pada Anak">Mengatasi Head Banging Pada Anak</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/gejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html" title="Gejala autisme pada anak, wikipedia Indonesia">Gejala autisme pada anak, wikipedia Indonesia</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html" title="Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis">Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html" title="Anak Autisme Gunakan Otak dengan Cara Berbeda">Anak Autisme Gunakan Otak dengan Cara Berbeda</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/game-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="Game Mampu Buat Anak Autis Lebih Sosial | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Game Mampu Buat Anak Autis Lebih Sosial | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/film-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="Film Rumah tanpa Jendela, Kisah Sebuah Jendela dan Anak Autis |SekolahAutismeAl-ihsan.com">Film Rumah tanpa Jendela, Kisah Sebuah Jendela dan Anak Autis |SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/kaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html" title="Kaspar, Robot Ramah yang Membantu Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Kaspar, Robot Ramah yang Membantu Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/kenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html" title="Kenapa Anak Laki-laki Lebih Rentan Autis? | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Kenapa Anak Laki-laki Lebih Rentan Autis? | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/wisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html" title="Wisata Berkuda Jadi Pilihan Terapi Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Wisata Berkuda Jadi Pilihan Terapi Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tantrum Pada Anak Apakah Normal?</title>
		<link>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html</link>
		<comments>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 06:50:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-ihsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tantrum]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Apakah]]></category>
		<category><![CDATA[normal]]></category>
		<category><![CDATA[Pada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahautismeal-ihsan.com/?p=550</guid>
		<description><![CDATA[Nabi Adam dan Hawa sudah diperingatkan bahwa mereka dapat memakan buah apa saja kecuali satu buah terlarang. Apa yang mereka lakukan? Tentu saja, mereka tidak dapat menahan diri untuk mencoba satu hal yang sudah dilarang. Hal ini mungkin menunjukkan satu pelajaran penting tentang kebutuhan manusia untuk memaksakan keinginannya sendiri dan menantang otoritas. Keinginan ini mencapai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Ftantrum%2Ftantrum-pada-anak-apakah-normal.html' data-shr_title='+Tantrum+Pada+Anak+Apakah+Normal%3F'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Ftantrum%2Ftantrum-pada-anak-apakah-normal.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Ftantrum%2Ftantrum-pada-anak-apakah-normal.html' data-shr_title='+Tantrum+Pada+Anak+Apakah+Normal%3F'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Ftantrum%2Ftantrum-pada-anak-apakah-normal.html' data-shr_title='+Tantrum+Pada+Anak+Apakah+Normal%3F'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p>Nabi Adam dan Hawa sudah diperingatkan bahwa mereka dapat memakan buah apa saja kecuali satu buah terlarang. Apa yang mereka lakukan? Tentu saja, mereka tidak dapat menahan diri untuk mencoba satu hal yang sudah dilarang.</p>
<p>Hal ini mungkin menunjukkan satu pelajaran penting tentang kebutuhan manusia untuk memaksakan keinginannya sendiri dan menantang otoritas. Keinginan ini mencapai puncaknya di masa kanak-kanak. Manusia memiliki pemikiran, ide, dan kebutuhannya sendiri yang ingin diungkapkan dan ditegaskan.</p>
<p>Namun, keidupan bagi seorang anak dapat menyerupai suatu zona perang dan pertentangan ini membuat orang dewasa yang biasanya tenang dan waras pun rasanya ingin menjadi bayi saja. Suatu keadaan yang tidak nyaman bagi orang tua ketika anak mereka hanya berusaha  menciptakan pertentangan keinginan. Orang tua manapun yang menghadapi bayi yang ber tekad memenangkan sebuah pertengkaran tahu betapa sulitnya itu.</p>
<p><strong>Daftar perkembangan yang normal 1 sampai 3</strong> tahun<span id="more-550"></span></p>
<p>Seorang anak pada usia ini bersikap</p>
<ol>
<li>Marah terhadap segala bentuk pengendalian.</li>
<li>Menuntut kemandirian, membuat lebih banyak tuntutan, dan lebih bersifat menentang.</li>
<li>Bolak balik antara kemandirian dan ketergantungan.</li>
<li>Menginginkan kendali dan mungkin berusaha mengendalikan orang tuanya, mengatakan pada Anda “duduk disini” atau “jangan disentuh”, biasanya memiliki tantrum.</li>
</ol>
<p>Tak dapat dielakkan, setiap anak batita dari sekurangnya 18 bulan hingga 3 tahun plus, akan melawan otoritas Anda dan sewaktu-waktu menegaskan individualitasnya (hal ini merupakan bagian normal bagi seorang anak karena ia terus menerus berusaha untuk menggali dan mempelajari batasan yang ada.</p>
<p>Anak Anda hampir pasti menunjukkan sebagian dari kisaran perilaku yang sulit, seperti keras kepala dan menentang (atau yang disebut psikolog “melawan”) karena ia sedang mengembangkan kemandirian dan otonomi. Tantrum juga merupakan cara yang normal untuk menyalurkan perasaan yang berlebih.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" target="_blank"><img src="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p><h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" title="tantrum pada anak">tantrum pada anak</a> (99)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" title="anak tantrum">anak tantrum</a> (31)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" title="tantrum pada balita">tantrum pada balita</a> (20)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" title="pengertian anak tantrum">pengertian anak tantrum</a> (14)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" title="perilaku tantrum">perilaku tantrum</a> (13)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" title="tantrum pada bayi">tantrum pada bayi</a> (9)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" title="pengertian tantrum pada anak">pengertian tantrum pada anak</a> (9)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" title="arti tantrum">arti tantrum</a> (6)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" title="makalah anak tantrum">makalah anak tantrum</a> (5)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" title="makalah tantrum">makalah tantrum</a> (5)</li></ul><div class="shr-publisher-550"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Ftantrum%2Ftantrum-pada-anak-apakah-normal.html' data-shr_title='+Tantrum+Pada+Anak+Apakah+Normal%3F'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Ftantrum%2Ftantrum-pada-anak-apakah-normal.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Ftantrum%2Ftantrum-pada-anak-apakah-normal.html' data-shr_title='+Tantrum+Pada+Anak+Apakah+Normal%3F'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Ftantrum%2Ftantrum-pada-anak-apakah-normal.html' data-shr_title='+Tantrum+Pada+Anak+Apakah+Normal%3F'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><h2  class="related_post_title">Baca Juga ...!</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="Mengenal Retardasi Mental (Mental Retardation) pada Anak">Mengenal Retardasi Mental (Mental Retardation) pada Anak</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/uncategorized/tantrum-mampukah-anak-anak-menguasainya.html" title="Tantrum, Mampukah Anak-Anak Menguasainya ?">Tantrum, Mampukah Anak-Anak Menguasainya ?</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/apakah-tantrum-itu.html" title="Apakah Tantrum Itu ?">Apakah Tantrum Itu ?</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengatasi-head-banging-pada-anak.html" title="Mengatasi Head Banging Pada Anak">Mengatasi Head Banging Pada Anak</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/gejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html" title="Gejala autisme pada anak, wikipedia Indonesia">Gejala autisme pada anak, wikipedia Indonesia</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/perbedaan-perilaku-anak-autis-dan-anak-normal.html" title="Perbedaan perilaku anak autis dan anak normal">Perbedaan perilaku anak autis dan anak normal</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html" title="Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis">Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html" title="Anak Autisme Gunakan Otak dengan Cara Berbeda">Anak Autisme Gunakan Otak dengan Cara Berbeda</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/game-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="Game Mampu Buat Anak Autis Lebih Sosial | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Game Mampu Buat Anak Autis Lebih Sosial | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/film-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="Film Rumah tanpa Jendela, Kisah Sebuah Jendela dan Anak Autis |SekolahAutismeAl-ihsan.com">Film Rumah tanpa Jendela, Kisah Sebuah Jendela dan Anak Autis |SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengatasi Head Banging Pada Anak</title>
		<link>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengatasi-head-banging-pada-anak.html</link>
		<comments>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengatasi-head-banging-pada-anak.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 04:05:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-ihsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[autisme]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Banging]]></category>
		<category><![CDATA[Head]]></category>
		<category><![CDATA[Mengatasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahautismeal-ihsan.com/?p=454</guid>
		<description><![CDATA[(sumber: Stategies for Handling a Child Who is Head Banging Oleh Linda Cammeroto, OTR/L) Head Banging adalah kegiatan membenturkan kepala, memukul kepala, atau menjatuhkan kepala ke belakang, dimana umum ditemukan pada anak berkebutuhan khusus. Head Banging menjadi sesuatu yang menakutkan bagi banyak orang tua karena khawatir anak mereka dapat menyakiti dirinya sendiri. Perlu diketahui bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fmengatasi-head-banging-pada-anak.html' data-shr_title='Mengatasi+Head+Banging+Pada+Anak'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fmengatasi-head-banging-pada-anak.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fmengatasi-head-banging-pada-anak.html' data-shr_title='Mengatasi+Head+Banging+Pada+Anak'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fmengatasi-head-banging-pada-anak.html' data-shr_title='Mengatasi+Head+Banging+Pada+Anak'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/uploads/2010/05/head_banging_pada_anak_autis.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-455" title="head_banging_pada_anak_autis" src="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/uploads/2010/05/head_banging_pada_anak_autis.jpg" alt="head banging pada anak autis" width="798" height="363" /></a></p>
<p>(sumber: Stategies for Handling a Child Who is Head Banging Oleh Linda Cammeroto, OTR/L)</p>
<p>Head Banging adalah kegiatan membenturkan kepala, memukul kepala, atau menjatuhkan kepala ke belakang, dimana umum ditemukan pada anak berkebutuhan khusus. Head Banging menjadi sesuatu yang menakutkan bagi banyak orang tua karena khawatir anak mereka dapat menyakiti dirinya sendiri.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa head banging terjadi pada sekitar 20 persen anak-anak normal dibawah usia 4 tahun hingga periode waktu tertentu dan kemudian menghilang dengan sendirinya saat berusia empat tahun. Sementara itu, pada anak berkebutuhan khusus, head banging merupakan salah satu gejala yang cukup signifikan, karena akan terus terjadi bila tidak diberi penanganan secepatnya.</p>
<p>Head banging merupakan alat pencari perhatian yang efektif bagi anak-anak. Semakin banyak reaksi yang diberikan orangtua karena kegiatannya itu, maka mereka akan semakin meneruskan kebiasaannya itu. Karena itu orangtua bisa membantu mengurangi kebiasaan anak dengan berpura-pura tidak melihatnya. Jika si anak mengalami tantrum, jangan mengalah atau memberi reaksi berlebihan karena hal itu hanya akan membuat si anak berpikir bahwa head banging dibolehkan.</p>
<p>Berikut beberapa alasan anak melakukan head banging dan saran untuk mengatasinya.<span id="more-454"></span></p>
<ul>
<li>Buat catatan untuk mencari tahu apa yang menyulut terjadinya head banging dan apa yang terjadi setelahnya. Apakah disulut oleh rasa frustasi, perpindahan ke aktifitas baru, atau kelelahan? ( Metode ini disebut analisis fungsional, dimana kita menganalisa apa yang mengawali terjadinya perilaku dan juga apa yang terjadi beberapa saat setelah perilaku tersebut).</li>
<li>Jika pola sudah terlihat, kita bisa mulai membuat strategi. Contoh:</li>
</ul>
<ol>
<li><strong>Kelelahan</strong>. Jika anak anda kelelahan dan ia melakukan head banging sebelum tertidur, maka Anda bisa mencoba mengayun anak Anda di kursi goyang, menyalakan musik yang tenang, atau menyediakan aroma menenangkan seperti vanilla atau lavender. Kemudian coba pijat lengan dan kaki anak Anda secara perlahan dengan menggunakan lotion atau minyak. Jika Anak anda tidak sensitif terhadap bau-bauan, Anda bisa menggunakan lotion dengan aroma menenangkan seperti lavender. Tetapi bila ia sensitif pada bau tapi tidak menolak diberi lotion, gunakan lotion yang tidak beraroma.</li>
<li><strong>Perubahan rutinitas</strong>. Jika anak Anda melakukan head banging karena adanya perubahan aktifitas, persiapkan anak Anda jauh sebelum perubahan itu terjadi (contoh: “Bu guru akan datang hari ini setelah sarapan”). Jika anak Anda sudah cukup besar, buatkan visualisasi jadwal dengan menggunakan gambar untuk membantunya mengerti. Terapis Anda juga bisa membuatnya sendiri (contoh: gunakan gambar nenek, terapis, dan si anak yang sedang sarapan, dan seterusnya).</li>
<li><strong>Kegelisahan berlebih (seperti frustasi atau marah)</strong>. Strategi seperti jadwal bergambar dan strategi transisi, serta bantuan untuk berkomunikasi dapat mengurangi rasa frustasi dan kebutuhan si anak untuk  melakukan head banging. Diet sensori juga dapat membantu menyediakan kebutuhan sensori si anak dalam kegiatan seharian untuk mengurangi kegelisahan. Misalnya, memberi tekanan pada anak Anda, seperti pelukan pada tubuh si anak, terkadang dapat sangat membantu mengatur pengalaman anak Anda.</li>
<li><strong>Sakit</strong>. Terkadang infeksi telinga dapat menyebabkan anak melakukan head banging. Bawalah anak Anda ke dokter untuk pemeriksaan telinga.</li>
<li><strong>Stimulasi diri atau perilaku stereotip</strong>. Perilaku ini mencakup pengulangan, ritual, dan hal-hal yang mengarahkan anak pada bentuk stimulasi sensori atau kegelisahan. Terapis Anda bisa merancang diet sensori untuk memberikan masukan yang layak selama sehari penuh untuk mengontrol pikiran anak Anda.</li>
<li><strong>Lambat bicara</strong>. Anak dengan perkembangan bahasa yang lambat memang dapat sangat membuat stres, karena mereka tidak dapat mengatakan apa yang mereka inginkan atau rasakan pada orangtua atau pengasuh mereka. Cobalah mencari cara agar anak Anda bisa berkomuniksi. Bahasa isyarat atau papan gambar dapat membantu anak mengekspresikan kebutuhan dan keinginannya dengan cara yang lebih sesuai.</li>
</ol>
<ul>
<li>Sediakan “tempat aman” (sebuah tempat di mana anak Anda bisa melarikan diri sejenak jika perubahan sangat membuat tertekan). Tempat ini bisa berupa kamar bermain, atau meja yang ditutupi kain, bantal, atau kursi dibawahnya. Masukkan juga mainan yang menenangkan didalamnya.</li>
<li>Pengalih perhatian. Saat anak Anda mulai melakukan head banging, cobalah alihkan perhatiannya dengan mengajaknya melakukan aktifitas berbeda.</li>
</ul>
<p>Semakin sedikit waktu head banging dilakukan akan mencegahnya menjadi sebuah “kebiasaan” dan akan menghilang seiring pertumbuhan. Jika Anda khawatir akan keselamatan anak Anda, pindahkan anak dengan lembut ke tempat yang aman, atau berikan ia pelukan. Jika anda sudah melihat pola dalam catatan yang Anda buat, maka Anda dapat memberikan antisipasi dan penanganan awal sehingga anak Anda tidak lagi melakukan head banging, setidaknya tidak setiap waktu.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengatasi-head-banging-pada-anak.html" target="_blank"><img src="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengatasi-head-banging-pada-anak.html" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p><h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengatasi-head-banging-pada-anak.html" title="cara mengatasi anak hiperaktif">cara mengatasi anak hiperaktif</a> (218)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengatasi-head-banging-pada-anak.html" title="gambar anak autis">gambar anak autis</a> (24)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengatasi-head-banging-pada-anak.html" title="cara mengatasi anak autis">cara mengatasi anak autis</a> (23)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengatasi-head-banging-pada-anak.html" title="cara menghadapi anak autis">cara menghadapi anak autis</a> (17)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengatasi-head-banging-pada-anak.html" title="mengatasi tantrum anak autis">mengatasi tantrum anak autis</a> (11)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengatasi-head-banging-pada-anak.html" title="headbanging">headbanging</a> (10)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengatasi-head-banging-pada-anak.html" title="Cara menangani anak berkebutuhan khusus">Cara menangani anak berkebutuhan khusus</a> (8)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengatasi-head-banging-pada-anak.html" title="cara menangani anak autisme">cara menangani anak autisme</a> (5)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengatasi-head-banging-pada-anak.html" title="cara mengatasi ABK">cara mengatasi ABK</a> (5)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengatasi-head-banging-pada-anak.html" title="cara mengatasi anak autis yang berkebutuhan khusus">cara mengatasi anak autis yang berkebutuhan khusus</a> (4)</li></ul><div class="shr-publisher-454"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fmengatasi-head-banging-pada-anak.html' data-shr_title='Mengatasi+Head+Banging+Pada+Anak'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fmengatasi-head-banging-pada-anak.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fmengatasi-head-banging-pada-anak.html' data-shr_title='Mengatasi+Head+Banging+Pada+Anak'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fmengatasi-head-banging-pada-anak.html' data-shr_title='Mengatasi+Head+Banging+Pada+Anak'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><h2  class="related_post_title">Baca Juga ...!</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="Mengenal Retardasi Mental (Mental Retardation) pada Anak">Mengenal Retardasi Mental (Mental Retardation) pada Anak</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" title=" Tantrum Pada Anak Apakah Normal?"> Tantrum Pada Anak Apakah Normal?</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/tip-mengatasi-anak-hiperaktif.html" title="Tip Mengatasi Anak Hiperaktif ">Tip Mengatasi Anak Hiperaktif </a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/gejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html" title="Gejala autisme pada anak, wikipedia Indonesia">Gejala autisme pada anak, wikipedia Indonesia</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html" title="Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis">Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html" title="Anak Autisme Gunakan Otak dengan Cara Berbeda">Anak Autisme Gunakan Otak dengan Cara Berbeda</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/game-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="Game Mampu Buat Anak Autis Lebih Sosial | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Game Mampu Buat Anak Autis Lebih Sosial | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/film-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="Film Rumah tanpa Jendela, Kisah Sebuah Jendela dan Anak Autis |SekolahAutismeAl-ihsan.com">Film Rumah tanpa Jendela, Kisah Sebuah Jendela dan Anak Autis |SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/kaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html" title="Kaspar, Robot Ramah yang Membantu Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Kaspar, Robot Ramah yang Membantu Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/kenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html" title="Kenapa Anak Laki-laki Lebih Rentan Autis? | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Kenapa Anak Laki-laki Lebih Rentan Autis? | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengatasi-head-banging-pada-anak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gejala autisme pada anak, wikipedia Indonesia</title>
		<link>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/gejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html</link>
		<comments>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/gejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 01:17:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-ihsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[autisme]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Autisme]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pada]]></category>
		<category><![CDATA[wikipedia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahautismeal-ihsan.com/?p=384</guid>
		<description><![CDATA[Anak dengan autisme dapat tampak normal di tahun pertama maupun tahun kedua dalam kehidupannya. Para orang tua seringkali menyadari adanya keterlambatan kemampuan berbahasa dan cara-cara tertentu yang berbeda ketika bermain serta berinteraksi dengan orang lain. Anak-anak tersebut mungkin dapat menjadi sangat sensitif atau bahkan tidak responsif terhadap rangsangan-rangasangan dari kelima panca inderanya (pendengaran, sentuhan, penciuman, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fgejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html' data-shr_title='Gejala+autisme+pada+anak%2C+wikipedia+Indonesia'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fgejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fgejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html' data-shr_title='Gejala+autisme+pada+anak%2C+wikipedia+Indonesia'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fgejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html' data-shr_title='Gejala+autisme+pada+anak%2C+wikipedia+Indonesia'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p>Anak dengan autisme dapat tampak normal di tahun pertama maupun tahun  kedua dalam kehidupannya. Para orang tua seringkali menyadari adanya  keterlambatan kemampuan berbahasa dan cara-cara tertentu yang berbeda  ketika bermain serta berinteraksi dengan orang lain. Anak-anak tersebut  mungkin dapat menjadi sangat sensitif atau bahkan tidak responsif  terhadap rangsangan-rangasangan dari kelima  panca inderanya (pendengaran, sentuhan, penciuman, rasa dan  penglihatan). Perilaku-perilaku repetitif (mengepak-kepakan tangan atau  jari, menggoyang-goyangkan badan dan mengulang-ulang kata) juga dapat  ditemukan. Perilaku dapat menjadi agresif (baik kepada diri sendiri  maupun orang lain) atau malah sangat pasif. Besar kemungkinan,  perilaku-perilaku terdahulu yang dianggap normal mungkin menjadi  gejala-gejala tambahan. Selain bermain yang berulang-ulang, minat yang  terbatas dan hambatan bersosialisasi, beberapa hal lain yang juga selalu  melekat pada para penyandang autisme adalah respon-respon yang tidak  wajar terhadap informasi sensoris yang mereka terima, misalnya;  suara-suara bising, cahaya, permukaan atau tekstur dari suatu bahan  tertentu dan pilihan rasa tertentu pada makanan yang menjadi kesukaan  mereka.</p>
<p>Beberapa atau keseluruhan karakteristik yang disebutkan berikut ini  dapat diamati pada para penyandang autisme beserta spektrumnya baik  dengan kondisi yang teringan hingga terberat sekalipun.<span id="more-384"></span></p>
<ol>
<li>Hambatan dalam komunikasi, misal: berbicara dan memahami bahasa.</li>
<li>Kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain atau obyek di  sekitarnya serta menghubungkan peristiwa-peristiwa yang terjadi.</li>
<li>Bermain dengan mainan atau benda-benda lain secara tidak wajar.</li>
<li>Sulit menerima perubahan pada rutinitas dan lingkungan yang  dikenali.</li>
<li>Gerakkan tubuh yang berulang-ulang atau adanya pola-pola perilaku  yang tertentu</li>
</ol>
<p>Para penyandang Autisme beserta spektrumnya sangat beragam baik dalam  kemampuan yang dimiliki, tingkat intelegensi, dan bahkan perilakunya.  Beberapa diantaranya ada yang tidak &#8216;berbicara&#8217; sedangkan beberapa  lainnya mungkin terbatas bahasanya sehingga sering ditemukan  mengulang-ulang kata atau kalimat (echolalia).  Mereka yang memiliki kemampuan bahasa yang tinggi umumnya menggunakan  tema-tema yang terbatas dan sulit memahami konsep-konsep yang abstrak.  Dengan demikian, selalu terdapat individualitas yang unik dari  individu-individu penyandangnya.</p>
<p>Terlepas dari berbagai karakteristik di atas, terdapat arahan dan  pedoman bagi para orang tua dan para praktisi untuk lebih waspasa dan  peduli terhadap gejala-gejala yang terlihat. <em>The National Institute  of Child Health and Human Development</em> (NICHD) di Amerika Serikat menyebutkan 5 jenis perilaku yang harus  diwaspadai dan perlunya evaluasi lebih lanjut :</p>
<ol>
<li>Anak tidak bergumam hingga usia 12 bulan</li>
<li>Anak tidak memperlihatkan kemampuan gestural (menunjuk, dada, menggenggam) hingga usia 12 bulan</li>
<li>Anak tidak mengucapkan sepatah kata pun hingga usia 16 bulan</li>
<li>Anak tidak mampu menggunakan dua kalimat secara spontan di usia 24  bulan</li>
<li>Anak kehilangan kemampuan berbahasa dan interaksi sosial pada usia  tertentu</li>
</ol>
<p>Adanya kelima ‘lampu merah’ di atas tidak berarti bahwa anak tersebut  menyandang autisme tetapi karena karakteristik gangguan autisme yang  sangat beragam maka seorang anak harus mendapatkan evaluasi secara multidisipliner yang dapat meliputi; Neurolog, Psikolog,  Pediatric, Terapi  Wicara, Paedagog dan  profesi lainnya yang memahami persoalan autisme.</p>
<h3 id="siteSub">Dari <a rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Autisme">Wikipedia bahasa Indonesia</a></h3>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/gejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html" target="_blank"><img src="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/gejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p><h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/gejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html" title="autisme pada anak">autisme pada anak</a> (23)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/gejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html" title="pengertian anak hiperaktif">pengertian anak hiperaktif</a> (18)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/gejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html" title="makalah autisme pada anak">makalah autisme pada anak</a> (17)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/gejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html" title="gejala autis pada anak">gejala autis pada anak</a> (13)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/gejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html" title="karakteristik anak hiperaktif">karakteristik anak hiperaktif</a> (8)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/gejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html" title="PERBEDAAN ANAK AUTIS DAN NORMAL">PERBEDAAN ANAK AUTIS DAN NORMAL</a> (6)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/gejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html" title="pengertian anak autis wikipedia">pengertian anak autis wikipedia</a> (5)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/gejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html" title="perbedaan antara anak autis dengan anak hiperaktif">perbedaan antara anak autis dengan anak hiperaktif</a> (5)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/gejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html" title="pengertian hiperaktif">pengertian hiperaktif</a> (4)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/gejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html" title="autisme indonesia">autisme indonesia</a> (4)</li></ul><div class="shr-publisher-384"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fgejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html' data-shr_title='Gejala+autisme+pada+anak%2C+wikipedia+Indonesia'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fgejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fgejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html' data-shr_title='Gejala+autisme+pada+anak%2C+wikipedia+Indonesia'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautisme-artikel%2Fgejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html' data-shr_title='Gejala+autisme+pada+anak%2C+wikipedia+Indonesia'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><h2  class="related_post_title">Baca Juga ...!</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/wisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html" title="Wisata Berkuda Jadi Pilihan Terapi Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Wisata Berkuda Jadi Pilihan Terapi Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-bagi-individu-dengan-autisme-wikipedia-indonesia.html" title="Terapi Bagi Individu dengan Autisme, wikipedia Indonesia">Terapi Bagi Individu dengan Autisme, wikipedia Indonesia</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/penanganan-autisme-di-indonesia-wikipedia-indonesia.html" title="Penanganan Autisme di Indonesia, wikipedia Indonesia">Penanganan Autisme di Indonesia, wikipedia Indonesia</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/perkembangan-penelitian-autisme-wikipedia-indonesia.html" title="Perkembangan Penelitian Autisme, wikipedia indonesia">Perkembangan Penelitian Autisme, wikipedia indonesia</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/implikasi-diagnosa-autisme-wikipedia-indonesia.html" title="Implikasi Diagnosa Autisme, wikipedia Indonesia ">Implikasi Diagnosa Autisme, wikipedia Indonesia </a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/prevalensi-individu-dengan-autisme-wikipedia-indonesia.html" title="Prevalensi Individu dengan autisme, wikipedia Indonesia">Prevalensi Individu dengan autisme, wikipedia Indonesia</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/apa-autisme.html" title="Apa Autisme?">Apa Autisme?</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="Mengenal Retardasi Mental (Mental Retardation) pada Anak">Mengenal Retardasi Mental (Mental Retardation) pada Anak</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html" title="Anak Autisme Gunakan Otak dengan Cara Berbeda">Anak Autisme Gunakan Otak dengan Cara Berbeda</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" title=" Tantrum Pada Anak Apakah Normal?"> Tantrum Pada Anak Apakah Normal?</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/gejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mendirikan Tenda Pada Acara Lintas Alam dan Kemah Sehari</title>
		<link>http://sekolahautismeal-ihsan.com/kegiatan/pramuka/mendirikan-tenda-pada-acara-lintas-alam-dan-kemah-sehari.html</link>
		<comments>http://sekolahautismeal-ihsan.com/kegiatan/pramuka/mendirikan-tenda-pada-acara-lintas-alam-dan-kemah-sehari.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 02:11:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-ihsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pramuka]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemah]]></category>
		<category><![CDATA[Lintas]]></category>
		<category><![CDATA[Mendirikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pada]]></category>
		<category><![CDATA[Sehari]]></category>
		<category><![CDATA[Tenda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahautismeal-ihsan.com/?p=352</guid>
		<description><![CDATA[Anak-anak kami bersama-sama kakak pembina mendirikan tenda. Pelajaran cara hidup di alam bebas. Share on FacebookIncoming search terms:cara mendirikan tenda (411)cara mendirikan tenda pramuka (199)cara mendirikan tenda kemah (123)cara membuat tenda (81)mendirikan tenda (67)mendirikan tenda pramuka (43)cara membuat Tenda pramuka (41)Cara membuat tenda kemah (37)cara memasang tenda pramuka (31)cara memasang tenda kemah (30)Baca Juga ...!Kegitan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fkegiatan%2Fpramuka%2Fmendirikan-tenda-pada-acara-lintas-alam-dan-kemah-sehari.html' data-shr_title='Mendirikan+Tenda+Pada+Acara+Lintas+Alam+dan+Kemah+Sehari'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fkegiatan%2Fpramuka%2Fmendirikan-tenda-pada-acara-lintas-alam-dan-kemah-sehari.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fkegiatan%2Fpramuka%2Fmendirikan-tenda-pada-acara-lintas-alam-dan-kemah-sehari.html' data-shr_title='Mendirikan+Tenda+Pada+Acara+Lintas+Alam+dan+Kemah+Sehari'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fkegiatan%2Fpramuka%2Fmendirikan-tenda-pada-acara-lintas-alam-dan-kemah-sehari.html' data-shr_title='Mendirikan+Tenda+Pada+Acara+Lintas+Alam+dan+Kemah+Sehari'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p>Anak-anak kami bersama-sama kakak pembina mendirikan tenda. Pelajaran cara hidup di alam bebas.</p>
<p><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/uploads/2010/03/anak_autisme_mendirikan_tenda.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-353" title="anak_autisme_mendirikan_tenda" src="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/uploads/2010/03/anak_autisme_mendirikan_tenda.jpg" alt="anak autisme mendirikan tenda pada acara lintas alam dan kemah sehari" width="400" height="300" /><span id="more-352"></span></a></p>
<p><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/uploads/2010/03/anak_autisme_mendirikan_tenda_2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-354" title="anak_autisme_mendirikan_tenda_2" src="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/uploads/2010/03/anak_autisme_mendirikan_tenda_2.jpg" alt="anak autisme mendirikan tenda pada acara lintas alam dan kemah sehari" width="400" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/uploads/2010/03/anak_autisme_mendirikan_tenda_3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-355" title="anak_autisme_mendirikan_tenda_3" src="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/uploads/2010/03/anak_autisme_mendirikan_tenda_3.jpg" alt="anak autisme mendirikan tenda pada acara lintas alam dan kemah sehari" width="400" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/uploads/2010/03/anak_autisme_mendirikan_tenda_4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-356" title="anak_autisme_mendirikan_tenda_4" src="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/uploads/2010/03/anak_autisme_mendirikan_tenda_4.jpg" alt="anak autisme mendirikan tenda pada acara lintas alam dan kemah sehari" width="400" height="300" /></a></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/kegiatan/pramuka/mendirikan-tenda-pada-acara-lintas-alam-dan-kemah-sehari.html" target="_blank"><img src="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/kegiatan/pramuka/mendirikan-tenda-pada-acara-lintas-alam-dan-kemah-sehari.html" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p><h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/kegiatan/pramuka/mendirikan-tenda-pada-acara-lintas-alam-dan-kemah-sehari.html" title="cara mendirikan tenda">cara mendirikan tenda</a> (411)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/kegiatan/pramuka/mendirikan-tenda-pada-acara-lintas-alam-dan-kemah-sehari.html" title="cara mendirikan tenda pramuka">cara mendirikan tenda pramuka</a> (199)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/kegiatan/pramuka/mendirikan-tenda-pada-acara-lintas-alam-dan-kemah-sehari.html" title="cara mendirikan tenda kemah">cara mendirikan tenda kemah</a> (123)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/kegiatan/pramuka/mendirikan-tenda-pada-acara-lintas-alam-dan-kemah-sehari.html" title="cara membuat tenda">cara membuat tenda</a> (81)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/kegiatan/pramuka/mendirikan-tenda-pada-acara-lintas-alam-dan-kemah-sehari.html" title="mendirikan tenda">mendirikan tenda</a> (67)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/kegiatan/pramuka/mendirikan-tenda-pada-acara-lintas-alam-dan-kemah-sehari.html" title="mendirikan tenda pramuka">mendirikan tenda pramuka</a> (43)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/kegiatan/pramuka/mendirikan-tenda-pada-acara-lintas-alam-dan-kemah-sehari.html" title="cara membuat Tenda pramuka">cara membuat Tenda pramuka</a> (41)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/kegiatan/pramuka/mendirikan-tenda-pada-acara-lintas-alam-dan-kemah-sehari.html" title="Cara membuat tenda kemah">Cara membuat tenda kemah</a> (37)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/kegiatan/pramuka/mendirikan-tenda-pada-acara-lintas-alam-dan-kemah-sehari.html" title="cara memasang tenda pramuka">cara memasang tenda pramuka</a> (31)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/kegiatan/pramuka/mendirikan-tenda-pada-acara-lintas-alam-dan-kemah-sehari.html" title="cara memasang tenda kemah">cara memasang tenda kemah</a> (30)</li></ul><div class="shr-publisher-352"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fkegiatan%2Fpramuka%2Fmendirikan-tenda-pada-acara-lintas-alam-dan-kemah-sehari.html' data-shr_title='Mendirikan+Tenda+Pada+Acara+Lintas+Alam+dan+Kemah+Sehari'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fkegiatan%2Fpramuka%2Fmendirikan-tenda-pada-acara-lintas-alam-dan-kemah-sehari.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fkegiatan%2Fpramuka%2Fmendirikan-tenda-pada-acara-lintas-alam-dan-kemah-sehari.html' data-shr_title='Mendirikan+Tenda+Pada+Acara+Lintas+Alam+dan+Kemah+Sehari'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fkegiatan%2Fpramuka%2Fmendirikan-tenda-pada-acara-lintas-alam-dan-kemah-sehari.html' data-shr_title='Mendirikan+Tenda+Pada+Acara+Lintas+Alam+dan+Kemah+Sehari'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><h2  class="related_post_title">Baca Juga ...!</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/kegiatan/pramuka/kegitan-lintas-alam-dan-kemah-sehari-di-taman-propinsi-puspitek.html" title="Kegitan Lintas Alam dan Kemah Sehari di Taman Propinsi Puspitek">Kegitan Lintas Alam dan Kemah Sehari di Taman Propinsi Puspitek</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/kegiatan/pramuka/anak-autisme-mendirikan-tenda-saat-kemah-bersama-di-cisarua.html" title="Anak Autisme Mendirikan Tenda Saat Kemah Bersama di Cisarua">Anak Autisme Mendirikan Tenda Saat Kemah Bersama di Cisarua</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/kegiatan/pramuka/istirahat-sejenak-setelah-selesai-mendirikan-tenda.html" title="Istirahat Sejenak Setelah Selesai Mendirikan Tenda">Istirahat Sejenak Setelah Selesai Mendirikan Tenda</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="Mengenal Retardasi Mental (Mental Retardation) pada Anak">Mengenal Retardasi Mental (Mental Retardation) pada Anak</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/kegiatan/pramuka/video-kegiatan-kemah-bhakti-di-pandeglang.html" title="Video Kegiatan Kemah Bhakti di Pandeglang">Video Kegiatan Kemah Bhakti di Pandeglang</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" title=" Tantrum Pada Anak Apakah Normal?"> Tantrum Pada Anak Apakah Normal?</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/biografi-albert-einstein-dan-syndrom-asperger.html" title="Biografi Albert Einstein dan Syndrom Asperger">Biografi Albert Einstein dan Syndrom Asperger</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/terapi-musik/terapi-musik-dan-strategi-musik.html" title="TERAPI MUSIK Dan Strategi Musik">TERAPI MUSIK Dan Strategi Musik</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengatasi-head-banging-pada-anak.html" title="Mengatasi Head Banging Pada Anak">Mengatasi Head Banging Pada Anak</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/terapi-musik/terapi-musik-dan-pembelajaran-lain-untuk-anak-autis.html" title="Terapi Musik dan Pembelajaran Lain Untuk Anak Autis">Terapi Musik dan Pembelajaran Lain Untuk Anak Autis</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahautismeal-ihsan.com/kegiatan/pramuka/mendirikan-tenda-pada-acara-lintas-alam-dan-kemah-sehari.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ADHD Pada Anak-anak</title>
		<link>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/adhd/adhd-pada-anak-anak.html</link>
		<comments>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/adhd/adhd-pada-anak-anak.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 02:01:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-ihsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[ADHD]]></category>
		<category><![CDATA[Anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[Pada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahautismeal-ihsan.com/?p=301</guid>
		<description><![CDATA[Tanda-tanda adanya gangguan ADHD sebenarnya sudah dapat dideteksi sejak anak masa pra sekolah. Kurangnya atensi, hiperaktif dan kompulsif merupakan tanda-tanda yang langsung dapat ditangkap adanya gangguan pada anak, misalnya saja anak tidak suka atau kehilangan minat untuk bermain, berlari kesana-kemari dan tidak dapat mengontrol keinginannya untuk menyentuh benda-benda disekitarnya. Bila orangtua menangkap gejala tersebut seharusnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fadhd%2Fadhd-pada-anak-anak.html' data-shr_title='ADHD+Pada+Anak-anak'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fadhd%2Fadhd-pada-anak-anak.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fadhd%2Fadhd-pada-anak-anak.html' data-shr_title='ADHD+Pada+Anak-anak'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fadhd%2Fadhd-pada-anak-anak.html' data-shr_title='ADHD+Pada+Anak-anak'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/uploads/2010/02/adhd-cover.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-316" title="adhd pada anak" src="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/uploads/2010/02/adhd-cover.jpg" alt="adhd pada anak" width="300" height="409" /></a></p>
<p>Tanda-tanda adanya gangguan ADHD sebenarnya sudah dapat dideteksi sejak anak masa pra sekolah. Kurangnya atensi,  hiperaktif dan kompulsif merupakan tanda-tanda yang langsung dapat ditangkap  adanya gangguan pada anak, misalnya saja anak tidak suka atau kehilangan minat  untuk bermain, berlari kesana-kemari dan tidak dapat mengontrol keinginannya  untuk menyentuh benda-benda disekitarnya. Bila orangtua menangkap gejala  tersebut seharusnya segeralah membawa anaknya ke dokter anak atau psikolog.  Penangan secara dini akan memberikan kontribusi perilaku yang lebih baik ketika  anak memasuki tahap perkembangan selanjutnya.</p>
<p>Gangguan hiperaktif-kompulsif mungkin secara langsung bisa terlihat pada  perilaku anak, namun tidak pada tipe gangguan atensi, anak terlihat dapat  bekerjasama dengan orang sekitarnya, sehingga tipe ini kadang terabaikan secara  kasat mata.</p>
<p>Untuk mendiagnosa secara tepat, tenaga profesional biasanya akan mengumpulkan  data-data secara lengkap untuk memutuskan diagnosis apakah anak tersebut  mengidap gangguan ADHD atau tidak, data tersebut berupa;<span id="more-301"></span><br />
- latar belakang keluarga anak<br />
- Kemungkinan gangguan pendengaran<br />
- Ketidakmampuan belajar<br />
- Kecemasan dan depresi<br />
- Pengaruh obat-obatan sebelumnya yang memungkinkan terjadinya gangguan otak<br />
- Kondisi fisik seperti kondisi lobus frontal<br />
- Test psikologi (adaptasi sosial, kesehatan mental, test intelligensi, dan test  prestasi)<br />
- Situasi-situasi pencetus stress pada anak</p>
<p>Beberapa test lainnya dapat diberikan oleh terapis berupa tes kemampuan membaca,  pemecahan matematika, atau beberapa papan permainan. Tenaga profesional kadang  juga perlu melakukan obervasi secara langsung dalam kehidupan sang anak. Bila  ditemukan adanya gangguan ADHD secara pasti, tenaga ahli akan membicarakan  masalah ini kepada gurunya di sekolah, guru juga akan dilibatkan dalam  mendiagnosa gangguan tersebut, biasanya guru akan diberikan sebuah form evaluasi  (behavior rating scales) perilaku anak untuk diisi oleh guru yang bersangkutan.</p>
<p><strong>SIMTOM</strong></p>
<p>Gejala diagnosa bila 6 gejala atau lebih menetap minimal selama 6 bulan atau  lebih yang berpengaruh pada tingkat perkembangan mental;</p>
<p>1) Gejala gangguan tipe atensi</p>
<p>a) Sulit berkonsentrasi, mengorganisir tugas,  atau mempersiapkan peralatan untuk tugas<br />
b) Mudah terpengaruh atau kehilangan konsentrasi bila ada faktor gangguan atau  suara<br />
c) Tidak mampu berkonsentrasi pada hal-hal detil atau mengikuti instruksi<br />
d) Sering membuat kesalahan pada tugas disekolah atau aktivitas tertentu<br />
e) Gagal dalam menyelesaikan tugas-tugas penting di sekolah<br />
f) Mudah lupa<br />
g) Seperti tidak menyimak pembicaraan, terlihat lesu atau kurang bergairah dan  sering melamun<br />
2) Gejala gangguan tipe hiperaktif-kompulsif</p>
<p>a) Selalu terlihat aktif, ingin melakukan  sesuatu<br />
b) Gelisah, selalu melipat tangan atau kakinya ketika duduk<br />
c) Tidak bisa diam, selalu ingin bergerak<br />
d) Pada anak relatif kecil suka berlari, melompat dan memanjat secara konstan<br />
e) Berbicara setiap waktu<br />
f) Langsung menjawab sebelum pertanyaan selesai diajukan<br />
g) Tidak sabar dalam menunggu giliran<br />
h) Suka menyeletuk pembicaraan orang lain<br />
3) Tipe kombinasi antara gangguan atensi dan hiperaktif-kompulsif</p>
<p>Setiap anak yang diduga mengidap gangguan ADHD haruslah hati-hati dalam  kesimpulan diagnosa, karena simtom yang ada bisa saja menyerupai seperti  gangguan ADHD akan tetapi sebenarnya anak tersebut bisa saja dalam kondisi medis  tertentu, atau dalam situasi stress yang dapat mempengaruhi perilakunya menyerupai gangguan ADHD. Oleh sebab itu  kondisi tersebut haruslah didiagnosa oleh tenaga profesional yang sudah  berpengalaman dibidangnya.</p>
<p>Dalam melakukan diagnosa, tenaga profesional (bahkan terlibat beberapa bidang  ahli di dalamnya seperti; psikiater, psikolog, dokter anak, neurologis, tenaga  sosial) akan melakukan assessment secara klinis dengan melihat akademik dan  situasi sosial anak, fungsi emosi dan kemampuan dalam perkembangan.</p>
<p><strong>TREATMENT</strong><br />
Studi yang begitu lama membuktikan bahwa kombinasi antara obat-obatan dan  psikoterapi (behavioral therapy) dan manajemen medikasi yang tepat, terapi yang  intensif dan komunitas treatment yang rutin telah menolong anak-anak dengan  gangguan ADHD menjadi lebih baik. Menurunnya intensitas kecemasan, membaiknya  penampilan di sekolah, meningkatnya kualitas hubungan antara orangtua-anak,  meningkatkan kemampuan sosial merupakan keuntungan pemberian treatment secara  dini, tentunya dengan medikasi yang rendah dosis.</p>
<p>Kadang beberapa anak menunjukkan efek buruk dari medikasi, oleh karenanya  perlunya pengawasan ketat dalam pemberian obat-obatan, apalgi bila anak tersebut  disertai dengan gangguan kecemasan dan depresi. Haruslah berhati-hati dalam  memberi obat-obatan medis</p>
<p><em>a) Medikasi<br />
</em>Jenis obat simultan berguna menurunkan gejala hiperaktif dan kompulsif,  beberapa anak juga dilaporkan meningkatnya konsentrasi, pekerjaan dan belajar.  Selain itu obat jenis simultan juga meningkatkan koordinasi tubuh sehingga anak  tidak menemui kesulitan dalam melakukan pekerjaan tangan atau berolahraga.</p>
<p>Jenis simultan dianggap paling baik, dalam dosis yang rendah tidak akan membuat  anak seperti “fly”. Selama pemberian obat dalam dosis rendah dan terkontrol  jenis simultan ini dianggap tidak menimbulkan adiktif. Dalam treatmen juga  diusahakan manajemen pemberian obat-obatan, misalnya seminggu sekali atau pada  waktu siang hari.</p>
<p>Jika dalam seminggu tidak memberi pengaruh meningkatkan <em>performance</em>,  dokter akan meningkatkan dosis, jika tidak juga memberi pengaruh maka dokter  akan mengganti dengan obat jenis lainnya.</p>
<div>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" width="560" bordercolor="#111111">
<tbody>
<tr>
<td><strong>Obat yang digunakan untuk gangguan ADHD pada  anak-anak</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>
<div>
<table id="AutoNumber2" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="500" bordercolor="#111111">
<tbody>
<tr>
<td bgcolor="#cc9900"><span style="color: #ffffff;">Nama Obat</span></td>
<td width="10" bgcolor="#cc9900"></td>
<td height="30" bgcolor="#cc9900"><span style="color: #ffffff;">Nama Generik</span></td>
<td width="10" bgcolor="#cc9900"></td>
<td bgcolor="#cc9900"><span style="color: #ffffff;">Peruntuk</span></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td width="10"></td>
<td></td>
<td width="10"></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>Adderall<br />
Adderall XR</td>
<td width="10"></td>
<td>amphetamine</td>
<td width="10"></td>
<td>3 &gt; Tahun</td>
</tr>
<tr>
<td>Concerta</td>
<td width="10"></td>
<td>methylphenidate</td>
<td width="10"></td>
<td>6 &gt; tahun</td>
</tr>
<tr>
<td bgcolor="#ffffce">Cylert <img src="http://www.pikirdong.org/images/icon/lw2.gif" border="0" alt="" width="15" height="15" /></td>
<td width="10"></td>
<td>pemoline</td>
<td width="10"></td>
<td>6 &gt; tahun</td>
</tr>
<tr>
<td>Daytrana</td>
<td width="10"></td>
<td>methylphenidate</td>
<td width="10"></td>
<td>6 &gt; tahun</td>
</tr>
<tr>
<td>Dexedrine<br />
Dextrostat</td>
<td width="10"></td>
<td>dextroamphetamine</td>
<td width="10"></td>
<td>3 &gt; Tahun</td>
</tr>
<tr>
<td>Focalin</td>
<td width="10"></td>
<td>dexmethylphenidate</td>
<td width="10"></td>
<td>6 &gt; tahun</td>
</tr>
<tr>
<td>Metadate ER<br />
Metadate CD</td>
<td width="10"></td>
<td>methylphenidate</td>
<td width="10"></td>
<td>6 &gt; tahun</td>
</tr>
<tr>
<td>Ritalin</td>
<td width="10"></td>
<td>methylphenidate</td>
<td width="10"></td>
<td>6 &gt; tahun</td>
</tr>
<tr>
<td>Strattera</td>
<td width="10"></td>
<td>atomextine</td>
<td width="10"></td>
<td>6 &gt; tahun</td>
</tr>
<tr>
<td>Vyvanse</td>
<td width="10"></td>
<td>lisdexamfetamine</td>
<td width="10"></td>
<td>6 &gt; tahun</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td width="10"></td>
<td></td>
<td width="10"></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div>
<table id="AutoNumber3" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="500" bordercolor="#111111">
<tbody>
<tr>
<td><em> <img src="http://www.pikirdong.org/images/icon/lw.gif" border="0" alt="" width="17" height="14" /> Cylert</em> mempunyai pengaruh buruk terhadap fungsi        ginjal, oleh karenanya obat ini tidak diberikan pada awal-awal terapi</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p><em>b) Psikoterapi</em></p>
<p><em>Behavior therapy<br />
</em>Terapi ini berguna untuk meningkatkan kemampuan pada anak, pada terapi ini  orangtua terlibat langsung dalam terapi, misalnya memberikan penghargaan  terhadap perilaku yang positif yang ditujukkan oleh anak. Ketika anak mulai  kehilangan kontrol, orangtua mengambil <em>time out,</em> dan menyuruh anak untuk diam di  kursinya sampai ia menjadi tenang. Tujuan dalam terapi ini juga mengajarkan anak  untuk mengenal muatan-muatan emosinya. Terapi juga mengajarkan orangtua teknik-teknik  bersenang-senang dengan anak ADHD tanpa harus merasa tertekan.</p>
<p><em>Social skills training<br />
</em>Dalam pelatihan ini anak belajar cara-cara menghargai dan menempatkan  dirinya bersama dengan kelompok bermainnya. Pelatihan ini juga anak diajarkan  kecakapan bahasa nonverbal melalui insyarat wajah, ekspresi roman, intonasi  suara sehingga anak cepat tanggap dalam pelbagai situasi sosial. Disamping itu  anak juga diajarkan untuk belajar mengendalikan impuls misalnya dilatih untuk  menunggu giliran bermain, berbagi mainan dengan temannya, Pelatihan ini juga  diharapkan anak dapat mengontrol perilaku amarah yang tidak terkendali.</p>
<p><em>Family support groups<br />
</em>Merupakan kelompok orangtua yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan  ADHD untuk berbagi pengalaman. Kelompok ini juga saling menyediakan informasi  bagi sesama anggotanya, mengundang pembicara profesional untuk berbagi  pengetahuan dalam menghadapi dan membesarkan anak-anak mereka<strong>.</strong></p>
<p><strong>Sumber: </strong><a href="http://www.pikirdong.org/psikologi/psi60adhd-an.php">http://www.pikirdong.org/psikologi/psi60adhd-an.php</a></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/adhd/adhd-pada-anak-anak.html" target="_blank"><img src="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/adhd/adhd-pada-anak-anak.html" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p><h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/adhd/adhd-pada-anak-anak.html" title="adhd pada anak">adhd pada anak</a> (63)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/adhd/adhd-pada-anak-anak.html" title="anak adhd">anak adhd</a> (48)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/adhd/adhd-pada-anak-anak.html" title="ADHD">ADHD</a> (30)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/adhd/adhd-pada-anak-anak.html" title="sekolah autis al ihsan">sekolah autis al ihsan</a> (29)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/adhd/adhd-pada-anak-anak.html" title="makalah ADHD">makalah ADHD</a> (26)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/adhd/adhd-pada-anak-anak.html" title="obat adhd">obat adhd</a> (19)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/adhd/adhd-pada-anak-anak.html" title="sekolah khusus adhd">sekolah khusus adhd</a> (17)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/adhd/adhd-pada-anak-anak.html" title="sekolah adhd">sekolah adhd</a> (14)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/adhd/adhd-pada-anak-anak.html" title="sekolah anak autis">sekolah anak autis</a> (12)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/adhd/adhd-pada-anak-anak.html" title="gambar anak ADHD">gambar anak ADHD</a> (11)</li></ul><div class="shr-publisher-301"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fadhd%2Fadhd-pada-anak-anak.html' data-shr_title='ADHD+Pada+Anak-anak'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fadhd%2Fadhd-pada-anak-anak.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fadhd%2Fadhd-pada-anak-anak.html' data-shr_title='ADHD+Pada+Anak-anak'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fadhd%2Fadhd-pada-anak-anak.html' data-shr_title='ADHD+Pada+Anak-anak'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><h2  class="related_post_title">Baca Juga ...!</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengenal-retardasi-mental-mental-retardation-pada-anak.html" title="Mengenal Retardasi Mental (Mental Retardation) pada Anak">Mengenal Retardasi Mental (Mental Retardation) pada Anak</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/tantrum/tantrum-pada-anak-apakah-normal.html" title=" Tantrum Pada Anak Apakah Normal?"> Tantrum Pada Anak Apakah Normal?</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/mengatasi-head-banging-pada-anak.html" title="Mengatasi Head Banging Pada Anak">Mengatasi Head Banging Pada Anak</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/gejala-autisme-pada-anak-wikipedia-indonesia.html" title="Gejala autisme pada anak, wikipedia Indonesia">Gejala autisme pada anak, wikipedia Indonesia</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/kegiatan/pramuka/mendirikan-tenda-pada-acara-lintas-alam-dan-kemah-sehari.html" title="Mendirikan Tenda Pada Acara Lintas Alam dan Kemah Sehari">Mendirikan Tenda Pada Acara Lintas Alam dan Kemah Sehari</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/adhd/adhd-pada-anak-anak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
