<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Autisme Al-Ihsan &#187; PENDIDIKAN bagi</title>
	<atom:link href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/tag/pendidikan-bagi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekolahautismeal-ihsan.com</link>
	<description>Sekolah Khusus Autisme Al-Ihsan Tangerang Selatan, mendidik dengan hati dan kasih sayang. Autisme bukanlah kutukan atau akhir dari segalanya, tetapi awal dari perjuangan panjang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Nov 2011 03:22:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Kurikulum Khusus Penyandang Autis</title>
		<link>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html</link>
		<comments>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 01:48:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>al-ihsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Autism]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[AUTIS]]></category>
		<category><![CDATA[biasa]]></category>
		<category><![CDATA[DENGAN]]></category>
		<category><![CDATA[khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN bagi]]></category>
		<category><![CDATA[penyandang]]></category>
		<category><![CDATA[sama]]></category>
		<category><![CDATA[tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sekolahautismeal-ihsan.com/?p=554</guid>
		<description><![CDATA[PENDIDIKAN bagi anak penyandang autis tidak sama dengan anak biasa. Kurikulum pendidikan yang disiapkan umumnya sangat individual. Data yang dimiliki Departemen Pendidikan Nasional menyebutkan, penyandang autis yang mengikuti pendidikan layanan khusus ternyata masuk lima besar dari seluruh peserta sekolah khusus. Jumlah terbesar adalah penyandang tuna grahita (keterbatasan intelektual) berat dan ringan sebanyak 38.545 peserta, tuna [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautism%2Fkurikulum-khusus-penyandang-autis.html' data-shr_title='Kurikulum+Khusus+Penyandang+Autis+'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautism%2Fkurikulum-khusus-penyandang-autis.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautism%2Fkurikulum-khusus-penyandang-autis.html' data-shr_title='Kurikulum+Khusus+Penyandang+Autis+'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautism%2Fkurikulum-khusus-penyandang-autis.html' data-shr_title='Kurikulum+Khusus+Penyandang+Autis+'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p>PENDIDIKAN bagi anak penyandang autis tidak sama dengan anak biasa. Kurikulum pendidikan yang disiapkan umumnya sangat individual.</p>
<p>Data yang dimiliki Departemen Pendidikan Nasional menyebutkan, penyandang autis yang mengikuti pendidikan layanan khusus ternyata masuk lima besar dari seluruh peserta sekolah khusus.</p>
<p>Jumlah terbesar adalah penyandang tuna grahita (keterbatasan intelektual) berat dan ringan sebanyak 38.545 peserta, tuna rungu 19.199 peserta. Diikuti kemudian penyandang tuna netra 3.218 peserta, tuna daksa 1.920 peserta dan autis sebanyak 1.752 peserta.</p>
<p>Di Indonesia, sekolah yang khusus menangani autis berjumlah 1.752 sekolah. Lima besar provinsi yang paling banyak mendirikan sekolah autis adalah Jawa Barat sebanyak 402 sekolah, Jawa Timur 263 sekolah, Daerah Istimewa Yogyakarta 131 sekolah. Kemudian diikuti Sumatera Barat dan DKI Jakarta yang masing-masing memiliki 111 sekolah untuk penyandang autis.</p>
<p>Direktur Pembinaan Sekolah Luar Biasa Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Departemen Pendidikan Nasional Eko Djatmiko Sukarso menyatakan, UU Sisdiknas No20 Tahun 2003 mengamanatkan kepada pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan bagi semua masyarakat. &#8220;Pemerintah mengakui dan melaksanakan pendidikan khusus (PK) dan pendidikan layanan khusus (PLK) bagipenyandangautis,&#8221; sebutnya.<span id="more-554"></span></p>
<p>Semua hal yang terkait dengan pembelajaran untuk anak-anak autis berpedoman pada Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Namun begitu, Eko mengatakan, Diknas memberikan kebebasan kepada masing-masing sekolah untuk menentukan kurikulum bagi penyandang autis. Ini disebabkan setiap sekolah memiliki kebutuhan yang berbeda dalam mendidik penyandang autis.</p>
<p>Awal Psikolog dari sekolah khusus autis &#8220;Mandiga&#8221; di Jakarta, Dyah Puspita menyatakan, kurikulum autis harus dibuat berbeda-beda untuk setiap individu. Mengingat setiap anak autis memiliki kebutuhan berbeda. Ini sesuai dengan sifat autis yang berspektrum. Misalnya ada anak yang butuh belajar komunikasi dengan intensif, ada yang perlu belajar bagaimana mengurus dirinya sendiri dan ada juga yang hanya perlu fokus pada masalah akademis.</p>
<p>Penentuan kurikulum yang tepat bagi tiap-tiap anak, Dini Yusuf, pendiri homeschooluntuk anak autis &#8220;Kubis&#8221; di Jakarta mengatakan, bergantung dari assessment(penilaian) awal yang dilakukan tiap sekolah. Penilaian ini perlu dilakukan sebelum sekolah menerima anak autis baru. Biasanya, penilaian melalui wawancara terhadap kedua orangtuanya. Wawancara ini untuk mengetahui latar belakang, hambatan, dan kondisi lingkungan sosial anak.</p>
<p>Selain itu, penilain awal ini juga melalui observasi langsung terhadap anak. Lamanya penilaian awal ini, menurut Dini,berbeda-beda.&#8221;Tetapi, dari sana, kami lalu menentukan jenis terapi dan juga kurikulum yang tepat buat sang anak,&#8221; ujarnya. Biasanya, terapi ini akan digabungkan dengan bermain agar lebih menyenangkan bagi anak autis.</p>
<p>Kepala Sekolah khusus autis, AGCA Centre Bekasi Ira Christiana, mengatakan, sekolahnya memiliki berbagai macam bentuk terapi bagi penyandang autis. Di antaranya, terapi terpadu, wicara, integritas, dan fisioterapi. &#8220;Terapi apa yang diberikan tergantung dari kondisi anaknya,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Perlakuan terhadap penyandang autis di atas umur lima tahun berbeda dengan penyandang autis di bawah umur lima tahun. Terapi penyandang autis di atas umur lima tahun lebih kepada pengembangan bina diri agar bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. &#8220;Ini wajib hukumnya karena mereka sudah waktunya untuk sekolah,&#8221; ujar Ira.</p>
<p>Jika penyandang autis yang berumur di atas lima tahun belum bisa bersosialisasi sama sekali, maka akan diberikan pelatihan tambahan yang mengarah kepada peningkatan syaraf motorik kasar dan halus. Bagi penyandang yang sudah bisa bersosialisasi, maka akan langsung ditempatkan di sekolah reguler, dengan catatan mereka harus tetap mengikuti pelajaran tambahan di sekolah khusus penyandang autis.</p>
<p>Penyandang autis di bawah lima tahun diberikan terapi terpadu seperti terapi perilaku dan wicara. Terapi perilaku bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan, meniru, dan okupasi. Terapi wicara dimulai dengan melakukan hal-hal yang sederhana, seperti meniup lilin, tisu, melafalkan huruf A,dan melafalkan konsonan.</p>
<p>Hal lain yang patut dicermati, menurut Ira, adalah konsistensi antara apa yang dilakukan di sekolah dengan di rumah. Jika terdapat perbedaan yang mencolok,kemajuan anak autis akan sulit dicapai. Anak mengalami kebingungan atas apa yang ada pada lingkungannya. Untuk itu, diperlukan komunikasi intensif antara sekolah dan orangtua.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.autis.info/index.php/artikel-makalah/artikel/163-kurikulum-khusus-penyandang-autis">http://www.autis.info/index.php/artikel-makalah/artikel/163-kurikulum-khusus-penyandang-autis</a></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" target="_blank"><img src="http://sekolahautismeal-ihsan.com/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p><h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" title="terapi cerebral palsy">terapi cerebral palsy</a> (114)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" title="kurikulum anak berkebutuhan khusus">kurikulum anak berkebutuhan khusus</a> (80)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" title="kurikulum abk">kurikulum abk</a> (60)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" title="kurikulum autis">kurikulum autis</a> (52)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" title="kurikulum anak autis">kurikulum anak autis</a> (50)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" title="sekolah autis di jakarta">sekolah autis di jakarta</a> (49)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" title="artikel tentang anak berkebutuhan khusus">artikel tentang anak berkebutuhan khusus</a> (41)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" title="terapi anak cerebral palsy">terapi anak cerebral palsy</a> (36)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" title="sekolah khusus anak autis">sekolah khusus anak autis</a> (33)</li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html" title="kurikulum untuk anak berkebutuhan khusus">kurikulum untuk anak berkebutuhan khusus</a> (25)</li></ul><div class="shr-publisher-554"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautism%2Fkurikulum-khusus-penyandang-autis.html' data-shr_title='Kurikulum+Khusus+Penyandang+Autis+'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautism%2Fkurikulum-khusus-penyandang-autis.html'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautism%2Fkurikulum-khusus-penyandang-autis.html' data-shr_title='Kurikulum+Khusus+Penyandang+Autis+'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='none' data-shr_href='http%3A%2F%2Fsekolahautismeal-ihsan.com%2Fartikel%2Fautism%2Fkurikulum-khusus-penyandang-autis.html' data-shr_title='Kurikulum+Khusus+Penyandang+Autis+'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><h2  class="related_post_title">Baca Juga ...!</h2><ul class="related_post"><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/terapi-berkuda-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-atau-autis.html" title="Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis">Terapi Berkuda Bagi Anak Berkebutuhan Khusus atau Autis</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-dengan-gangguan-spektrum-autis.html" title="ANAK DENGAN GANGGUAN SPEKTRUM AUTIS">ANAK DENGAN GANGGUAN SPEKTRUM AUTIS</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/anak-autisme-gunakan-otak-dengan-cara-berbeda.html" title="Anak Autisme Gunakan Otak dengan Cara Berbeda">Anak Autisme Gunakan Otak dengan Cara Berbeda</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/game-mampu-buat-anak-autis-lebih-sosial-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="Game Mampu Buat Anak Autis Lebih Sosial | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Game Mampu Buat Anak Autis Lebih Sosial | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/film-rumah-tanpa-jendela-kisah-sebuah-jendela-dan-anak-autis-sekolahautismeal-ihsan-com.html" title="Film Rumah tanpa Jendela, Kisah Sebuah Jendela dan Anak Autis |SekolahAutismeAl-ihsan.com">Film Rumah tanpa Jendela, Kisah Sebuah Jendela dan Anak Autis |SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/berita/kaspar-robot-ramah-yang-membantu-anak-autis.html" title="Kaspar, Robot Ramah yang Membantu Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Kaspar, Robot Ramah yang Membantu Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/kenapa-anak-laki-laki-lebih-rentan-autis.html" title="Kenapa Anak Laki-laki Lebih Rentan Autis? | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Kenapa Anak Laki-laki Lebih Rentan Autis? | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/wisata-berkuda-jadi-pilihan-terapi-anak-autis.html" title="Wisata Berkuda Jadi Pilihan Terapi Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com">Wisata Berkuda Jadi Pilihan Terapi Anak Autis | SekolahAutismeAl-ihsan.com</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autisme-artikel/membantu-abk-anak-berkebutuhan-khusus-belajar-belanja-di-supermarket-mendorong-trolly.html" title="Membantu ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) Belajar Belanja di Supermarket (Mendorong Trolly)">Membantu ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) Belajar Belanja di Supermarket (Mendorong Trolly)</a></li><li><a href="http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/terapi-musik/syuting-wawancara-dengan-guru-terapi-musik-sekolah-khusus-autisme-al-ihsan.html" title="Syuting Wawancara Dengan Guru Terapi Musik Sekolah Khusus Autisme Al-Ihsan">Syuting Wawancara Dengan Guru Terapi Musik Sekolah Khusus Autisme Al-Ihsan</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sekolahautismeal-ihsan.com/artikel/autism/kurikulum-khusus-penyandang-autis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
