Terapi Autisme Pakai Ekstasi – dalam penelitian
Jan 8th, 2011 by al-ihsan
Ekstasi dikenal sebagai obat terlarang selain kokain, ganja dan heroin. Namun, belakang ini sebuah hasil penelitian menyebutkan ekstasi berguna sebagai terapi autisme.
Loh, kok bisa? Ekstasi atau yang dikenal sebagai MDMA (Methylene Dioxy Meth Amphetamine ) dikenal dapat meningkatkan perasaan bahagia, euforia, rasa keintiman dengan orang lain, serta meredakan depresi dan kegelisahan, meski obat ini juga sangat berbahaya bila disalahgunakan.
Read the rest of this entry »
Share on Facebook
Incoming search terms:
Penelitian Tantrum
Jun 4th, 2010 by al-ihsan
Selama ini, psikologi dan peneliti telah memperlihatkan minat besar mereka untuk mendalami permasalahan tingkah laku sulit pada anak termasuk tantrum.
Pertanyaan yang mereka ajukan meliputi :
Apakah tantrum itu sesuatu yang terpisah, atau secara umum menjadi bagian dari tingkah laku anak yang sulit?
Apa yang terdapat pada tantrum yang parah?
Apakah anak-anak pasti mengalaminya?
Bagaimana tindakan si anak dan orangtuanya ketika tantrum usai?
TEMUAN PENTING
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tantrum terjadi sekurangnya sekali seminggu pada 50-80 persen anak pra sekolah. Ini menunjukkan tantrum normal terjadi.
Ada penelitian yang menunjukkan bahwa 5 hingga 20 persen anak-anak mengalami tantrum cukup parah yang menuntut kepedulian orang tuanya. Read the rest of this entry »
Share on Facebook
Incoming search terms:
Perkembangan Penelitian Autisme, wikipedia indonesia
Mar 22nd, 2010 by al-ihsan
Tahun 1960 penanganan anak dengan autisme secara umum didasarkan pada model psikodinamika, menawarkan harapan akan pemulihan melalui experiential manipulations (Rimland, 1964). Namun demikian model psikodinamika dianggap tidak cukup efektif. Pada pertengahan tahun 1960-an, terdapat sejumlah laporan penelitian bahwa pelaku psikodinamik tidak dapat memberikan apa yang mereka janjikan (Lovaas, 1987). Melalui berbagai literatur, dapat disebutkan beberapa ahli yang memiliki perbedaan filosofis, variasi-variasi treatment dan target-target khusus lainnya, seperti:
Rimland (1964): Meneliti karakteristik orang tua yang memiliki anak dengan autisme, seperti: pekerja keras, pintar, obsesif, rutin dan detail. Ia juga meneliti penyebab autisme yang menurutnya mengarah pada faktor biologis. Read the rest of this entry »
Share on Facebook
Incoming search terms: